WAHANA VISI INDONESIA DUKUNG KOMITMEN GEREJA DAN LEMBAGA KRISTEN UNTUK PERLINDUNGAN ANAK

0
115

 

Jakarta, Gramediapost.com

 

 

Indonesia berkomitmen mewujudkan Indonesia Layak Anak di tahun 2030. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencapai visi tersebut adalah dengan upaya perlindungan anak dan menghapuskan segala bentuk kekerasan terhadap anak. Visi ini merupakan panggilan dan tanggung jawab setiap pihak di Indonesia, termasuk gereja dan lembaga Kristen. Dalam upaya meningkatkan pemahaman sekaligus merumuskan peran strategis setiap gereja dalam perlindungan anak,  Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan Wahana Visi Indonesia (WVI) mengadakan seminar yang melibatkan pemimpin-pemimpin gereja dan lembaga-lembaga Kristen yang bertajuk Seminar Peran dan Panggilan Gereja untuk Kesejahteraan Anak.

Dalam seminar ini turut hadir perwakilan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) untuk memaparkan kondisi anak Indonesia saat ini dan sebagai wujud dukungan pemerintah bagi upaya yang dilakukan oleh gereja dan lembaga-lembaga Kristen. “Kita memahami bahwa upaya perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab dari pemerintah tetapi merupakan tanggung jawab bersama, tidak terkecuali bagi gereja dan lembaga Kristen. Pemerintah mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh gereja dan lembaga-lembaga Kristen dan terus mendorong kontribusi gereja dan lembaga-lembaga Kristen dalam perwujudan perlindungan dan kesejahteraan anak di Indonesia,” ujar Elvi Hendrani, Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Atas Pendidikan, Kreativitas dan Budaya, KPPPA.

“Perwujudan Indonesia Layak Anak di tahun 2030 membutuhkan kontribusi bersama setiap pihak di negara ini. Melaksanakan visi dari Wahana Visi Indonesia untuk mewujudkan kesejahteraan bagi setiap anak, WVI mendukung komitmen gereja dan lembaga Kristen, untuk perlindungan anak,” ujar Doseba T. Sinay, Direktur Nasional WVI, pada pidatonya untuk membuka acara.

 

“Melalui seminar ini, gereja didorong untuk mengambil sikap dan melakukan upaya perlindungan anak sebagai bagian dari panggilan gereja untuk melindungi dan membawa keadilan bagi seluruh umat manusia. Kami juga turut mengapresiasi Wahana Visi Indonesia yang mendukung acara ini dan mendukung gereja-gereja dalam upaya perlindungan anak,” ujar Repelita Tambunan, Kepala Biro Perempuan dan Anak, PGI. Dalam pemaparannya, Repelita mengajak mitra dan masyarakat mengimplementasikan perlindungan anak pada pembuatan kebijakan, program dan kegiatannya dari gereja serta lembaga-lembaga Kristen.

Baca juga  Buka Job Fair ke-3, Wakil Wali Kota Jakut Soroti Keterampilan Pelamar

Kegiatan ini juga dihadiri oleh gereja-gereja yang dalam praktik bergerejanya telah mengimplementasikan program perlindungan anak, seperti misalnya dari GMIT Nekamese. Anil Dawan, Manajer Faith and Development WVI, menyampaikan bahwa melibatkan gereja-gereja yang telah melakukan praktik perlindungan anak dalam bergereja pada diskusi panel, bertujuan agar masing-masing pihak dapat lebih mudah mengimplementasikan upaya perlindungan anak sesuai konteks masing-masing. “Pendekatan penyampaian kajian dan berbagi pengalaman diharapkan mampu mendorong setiap peserta seminar merumuskan peran strategis gereja dan lembaga dalam mewujudkan kesejahteraan dan perlindungan anak.”

 

Sekilas Mengenai Wahana Visi Indonesia (WVI)

Wahana Visi Indonesia (WVI) adalah yayasan sosial kemanusiaan Kristen yang bekerja untuk membuat perubahan yang berkesinambungan pada kehidupan anak, keluarga dan masyarakat yang hidup dalam kemiskinan. WVI mendedikasikan diri untuk bekerjasama dengan masyarakat yang paling rentan tanpa membedakan agama, ras, etnis dan gender. Pada Tahun Fiskal 2017-2018 ini WVI hadir di 59 titik wilayah di 13 provinsi di Indonesia melalui program pengembangan masyarakat dan program-program khusus lainnya. WVI melayani di sektor pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi dan perlindungan anak, dengan pendekatan pengembangan masyarakat jangka panjang, manajemen bencana, dan advokasi.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here