Puji Keberhasilan Jokowi dalam Memimpin NKRI, Gerakan Batak Bersatu (GBB) Deklarasi Dukung Jokowi 2 Periode

0
724

 

 

 

 

Jakarta, Gramediapost.com

 

Presiden Jokowi sudah terbukti sukses meningkatkan pembangunan infrastruktur dari Sabang sampai Merauke, dan sudah melakukan kerja nyata, Organisasi Gerakan Batak Bersatu (GBB) secara resmi mendeklarasikan diri mendukung Joko Widodo (Jokowi) untuk kembali menjadi Presiden RI untuk masa periode 2019-2024.

 

Dukungan itu, kata Ketua Umum DPP GBB, Capt. Anton Sihombing karena baru Presiden Jokowi yang sungguh-sungguh peduli terhadap Sumatera Utara (Sumut), khususnya ‘Tano Batak’ dengan kerja dan hasil nyata.

 

“Dia (Jokowi) telah banyak berbuat untuk Indonesia, khsususnya Tano Batak, Sumatera Utara, kampung kami dengan ketulusan,” kata Anton dalam acara pengukuha pengurus DPP GBB di Swissbellin Hotel, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (05/5) malam.

 

Dalam malam pengukuhan DPP GBB dan deklarasi dukungan kepada Jokowi tersebut, menurut Anton, yang juga anggota DPR RI dari Golkar tersebut, ada 10 juta atau 3,58 persen populasi orang Batak di Indonesia.

 

“Itu berdasarkan data dari sensus Badan Pusat Statistik (BPS). Diperkirakan pada Tahun 2020 akan naik menjadi 12 juta jiwa,” ujar Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI ini.

 

Diketahui, ada 6 puak suku Batak, yakni; Batak Toba, Karo, Mandailing/Angkola, Dairi/Pakpak, Nias dan Simalungun.

 

Turut hadir dalam acara itu para penatua/tokoh adat, perwakilan (Ketua) marga-marga orang Batak, Perwakilan dari 6 puak (sub suku) Batak diantaranya; Dr, Tombang Sihite mewakili Batak Toba, Kasmir Saragih (Simalungun), Paro Nasution (Mandailing/Angkola) dan Paro Tamari (Pakpak/Dairi).

 

Hadir pula sebagai tamu undangan kehormatan para perwakilan adat dari suku lain diantaranya; Puja Kusuma, Persatuan Masyarakat Padang (Sumbar) yang diketuai Dr, Oesman Sapta Odang (Ketua Umum Hanura) Masyarakat Betawi (H.Odang) dan etnis Tionghoa.

Baca juga  SEHARUSNYA PDI-P MENANG DI PILKADA 2020 KOTA METRO, BUKAN WARU !

 

Seiring perkembangan situasi kebangsaan dewasa ini, sambung Anton, nilai-nilai kebangsaan pun mulai tergerus dan cenderung membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa “Sikap intoleran dan pemaksaan kehendak oleh kelompok tertentu kerap terjadi,” tambahnya

 

Adanya GBB ini, kata Anton, seiring dengan hilangnya rasa kebanggaan sebagai orang Batak dikalangan generasi muda yang cenderung memudar.

 

“Apalagi anak muda yang sudah lahir di tanah perantauan, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta dan luar negeri. Generasi muda tidak lagi mengerti atau cenderung tak perduli tentang adat-istiadat Batak dan kebanggan menjadi orang Batak juga turut memudar,” katanya” ungkapnya.

 

Disisi lain, lanjut dia, peran serta tokoh-tokoh Batak dalam menentukan arah kebijakan bangsa ini, baik di legislatif, judikatif, eksekutif, militer dan lainnya turut mengalami kemunduran.