Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Dies Natalis GMKI Ke-66: GMKI Tetap Eksis Sebagai Sekolah Kader Bangsa, Masyarakat dan Gereja

×

Dies Natalis GMKI Ke-66: GMKI Tetap Eksis Sebagai Sekolah Kader Bangsa, Masyarakat dan Gereja

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Pengurus Pusat GMKI berfoto dengan para senior dan tamu undangan
Pengurus Pusat GMKI berfoto dengan para senior dan tamu undangan

 

Oleh: Hotben Lingga

Example 300x600

 

Jakarta, Suarakristen.com.,

 

“Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) merupakan salah satu organisasi mahasiswa terbesar dan terbaik di Indonesia. Selama 66 tahun GMKI telah berkiprah untuk bangsa, masyarakat dan gereja. GMKI telah melahirkan puluhan ribu kader dan alumni di seluruh nusantara. GMKI merupakan salah satu sekolah kader terbaik di Republik Indonesia. Sudah banyak alumni GMKI yang memberikan kontribusi besar dan signifikan dalam hampir semua bidang kehidupan. Karenanya, roda organisasi GMKI diharap mampu terus bergerak dan berkembang demi memberikan kontribusi besar bagi kemajuan  bangsa dan gereja.

Karenanya, GMKI harus terus berjuang, eksis, dan hadir sebagai organisasi kader yang mempersiapkan kader-kader pemimpin bagi bangsa, masyarakat dan gereja-gereja.

Kami berharap para alumni GMKI bisa lebih pro-aktif bekerja-sama membantu menggerakkan organisasi demi tercapainya visi-misi GMKI untuk kemajuan bangsa,” demikian antara lain kata sambutan ketua umum Pengurus Pusat GMKI masa bakti 2014-2016, Ayub Manuel Pongrekun, M.Si. dalam acara Dies Natalis GMKI ke-66, di Graha Oikumene PGI, Salemba, Jakarta, (9/2/16).

Tambah Ayub Pongrekun lagi, “PP GMKI, dan seluruh BPC serta komisariat-komisariat GMKI harus memaksimalkan seluruh potensi dan jaringan yang sudah dimiliki.Kita bersyukur bahwa ada ratusan komisariat-komisariat GMKI yang tersebar di 89 cabang dari Merauke sampai Sabang. Semua ini boleh terjadi karena kasih karunia dan penyertaan sang Kepala gerakan atas persekutuan ini. Pencapaian GMKI selama ini tidak bisa dilepaskan dari dukungan senior-senior GMKI dalam segala bentuk. Ucapan terima kasih atas semua dukungan senior adalah sesuatu yang perlu kita sampaikan, karena eksistensi dari gerakan ini tidak lepas dari dukungan senior-senior. Keberadaan Perkumpulan Senior GMKI adalah sebagai bentuk kelembagaan dari peran senior dalam membesarkan GMKI.”

Kilas balik Ayub lagi,”Lembaran sejarah GMKI juga menuliskan catatan Johannis Leimena yang pernah berproses dan meletakkan dasar-dasar gerakan ini, dan menjadi pejabat Presiden sampai tujuh kali, atas kepercayaan Presiden Soekarno karena kesetiaannya dalam berbangsa.

Optimislah saudara, sebab ada kisah dari seorang Profesor Bungaran Saragih yang “menyesal” ikut GMKI karena membuatnya tidak berani korupsi ketika menjadi Menteri Pertanian Republik Indonesia.

Banggalah, kita memiliki Jacobus Camarlow Mayongpadang kader GMKI yang ikut Aksi Mogok Makan dalam memperjuangkan penolakan kenaikan BBM oleh pemerintah ketika menjadi anggota Komisi V DPR RI.

Gerakan ini juga memiliki Profesor J. Sahetapy yang selalu berani menyatakan dan mengajarkan kebenaran-kebenaran hukum di tengah-tengah bangsa.

Kita juga mesti bergembira dengan peran dari kader teologia, Pdt. Dr. Andreas A. Yewangoe, mantan Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia yang jujur dan berani menyuarakan suara-suara kenabian dari mimbar-mimbar gereja.

Dan bertekunlah saudara-saudara, sebab 7 kader GMKI telah wafat dalam misi pengabdiannya di kaki Gunung Sinabung. Mereka meyakinkan kita bahwa Tinggi Iman, Tinggi Ilmu dan Tinggi Pengabdian adalah kekuatan persekutuan ini.

Kehadiran GMKI masih sangat dibutuhkan untuk menciptakan semakin banyak kader-kader untuk kebaikan bangsa. Kita berharap semakin banyak kader-kader GMKI yang berjuang bagi orang-orang kecil dan berani menyatakan kebenaran. Gerakan Oikumenisme dan Nasionalisme adalah nilai yang mesti terus diupayakan. Inilah karya Tuhan bagi kita semua dan bagi bangsa kita Indonesia.

Bersukacita dan bergembiralah atas Dies Natalis 66 tahun GMKI. Percayalah, bahwa Dia yang memberi makan 5000 orang dengan 2 ekor ikan dan 5 roti, maka Dia juga yang akan memberi “makan“ dan menguatkan persekutuan ini.”

 

Tegas Ayub lebih lanjut lagi,”Kondisi zaman yang semakin membuat sebagian besar mahasiswa semakin hedonis, dan hal ini memberi dampak pada GMKI sebagai sebuah lembaga kader. Bahwa pilihan kita untuk mengabdi bagi gerakan ini adalah pilihan yang berat namun penuh nilai yang berharga.

Untuk itu, kita berharap kehadiran Perkumpulan Senior GMKI menjadi langkah lanjutan dari dukungan senior-senior terhadap tumbuh dan berkembangnya persekutuan ini. ”

“Ke-Bhineka-an Indonesia terus digerogoti. Menyebabkan ancaman keutuhan Indonesia sebagai sebuah Bangsa dan Negara. Semakin tingginya semangat egosentrisme di masing-masing agama di Indonesia adalah sebuah ancama ber-Bangsa. Rasa perbedaan yang menjadi anugerah bangsa ini seringkali tidak mampu diterima dengan baik oleh segenap anak bangsa. Transfer ideologi dari luar negeri juga memberikan dampak yang kurang baik pada ke-Bhineka-an yang disatukan oleh Pancasila.

Padahal, pemenuhan hak-hak pendidikan masih menjadi persoalan. Menyebabkan banyaknya anak anak bangsa yang tidak lagi bisa melanjutkan pendidikan karena biaya yang mahal. Regulasi pemerintah melalui Undang Undang Sistem Pendidikan Tinggi membuat kebebasan perguruan tinggi mengumpulkan dana dari mahasiswa sehingga pembiayaan pada tingkatan perkuliahan menjadi mahal. Hal ini membuat banyak anak kurang mampu terpaksa putus sekolah akibat biaya pendidikan yang semakin mahal.”kata Ayub lagi.

 

Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi yang turut hadir dalam Dies Natalis 66 Tahun Gerakan Mahasiswa Indonesia (GMKI) ini memberi kata sambutan singkat,” GMKI merupakan organisasi kemahasiswaan pertama, yang kemudian diikuti organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan lainnya.Saya mengucapkan Dirgahayu ke 66 tahun GMKI. Kita berharap, GMKI bisa tetap eksis dalam khasanah OKP di negeri ini,”

 

Ungkap Imam lagi, “seminggu lalu ketika ada pertemuan, saya dipaksa untuk memberi sambutan langsung di acara Dies Natalis 66 tahun GMKI ini.

 

Tapi, seandainya juga tidak dipaksa, saya pasti akan hadir. Karena saya sangat menghargai salah satu guru politik saya, Sabam Sirait, senior GMKI. Mohon tepuk tangan untuk pak Sabam Sirait, ungkap Imam dengan penuh antusias, disambut tepuk tangan para hadirin

 

“Selain itu, saya juga punya sahabat terbaik ketika di DPR, saudara Michael Wattimena. Ada lagi rekan saya sesama aktivis dulu, Alex Paat,” ungkapnya.

 

Mantan anggota DPR RI 4 (empat) periode ini juga mengatakan, dirinya punya kenangan tersendiri terhadap GMKI semasih menjadi mahasiswa di Surabaya.

 

“Saya punya kenangan tersendiri dengan GMKI, ketika saya masih jadi mahasiswa di Surabaya. Saya ini aktivis HMI, dan juga dulu tukang demo. Jadi, sering pusat kegiatan kami bermarkas di dekat sekretariat GMKI Surabaya,” kenangnya.

 

Karena itu, mantan Sekjen DPP PKB ini mengingatkan, “Indonesia harus mensyukuri keberagaman  (pluralisme)yang dimiliki bangsa ini, sehingga masing-masing pihak harus bisa menghargai perbedaan yang ada.Kita harus mensyukuri keberagaman yang ada di Indonesia. Karena itulah yang menjadi kekayaan yang diberikan Tuhan kepada bangsa ini. Oleh sebab itu, kita harus bisa saling menjaga dan saling menghargai perbedaan yang ada,”

“Kita juga punya program yang membina para pemuda, untuk mencegah berkembangnya paham-paham intoleran. Kita berharap, GMKI juga nanti dapat terlibat dalam program tersebut,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang alumni,sesepuh dan guru politik yang juga senior GMKI, Sabam Sirait, dalam sambutannya, menyatakan,”GMKI didirikan untuk menjadi organisasi kader. GMKI saat ini harus terus mempersiapkan kader-kader bangsa dan gereja. GMKI harus merekrut sebanyak mungkin mahasiswa untuk dipersiapkan menjadi pemimpin-pemmpin masa depan bangsa. GMKI harus bangkit lagi sebagai gerakan kader dan gerakan pemikir.”

 

Dalam dies tersebut,  orasi ilmiah bertema:Menuju Masa Depan Bersama: Membangun Komunitas Pengetahuan Indonesia, dibawakan oleh senior GMKI, Prof. Armien ZR Langi, Ph.D (Guru Besar ITB) sekaligus Rektor Universitas Kristen Maranata (UKM), Bandung.

 

Hadir dalam acara dies antara lain: Anggota DPR RI, Michael Wattimena, SE, MM, yang juga sebagai Ketua Umum DPP GAMKI (mantan Bendahara Umum PP GMKI); Sekretaris MPH PGI, Gomar Gultom, M.Th; Rekson Silaban, Alex Paat, Edward Tanary, Firman Djaya Daely, Marim Purba, Robert Sitorus, Sunggul Siahaan, Panangian Sihombing (Ketum DPP Partisipasi Kristen Indonesia), Tio Sianipar (Ketua umum BPC GMKI Jakarta), Jeirry Sumampouw, Supriadi Narno, Mamberob Rumakiek,  Sherly Wattimena, Adolfin Deslina Datang, dan dari beberapa organisasi mahasiswa dan kepemudaan seperti: GMKI Cabang Jakarta; GAMKI, HMI; PMKRI, GMNI, serta para senior GMKI berbagai angkatan. Acara hiburan diisi oleh artis terkenal, Joy Tobing.

 

Di awal acara, Ibadah Pengucapan Syukur dipimpin oleh Pdt. Nus Liur, M.Th. Tak ketinggalan, pemotongan tumpeng  dilakukan Ketua Umum PP GMKI, dan diserahkan pertama kepada Menpora, Imam Nahrawi dan para senior.

Sekitar 500 anggota GMKI dan undangan menghadiri acara tersebut.

 

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…