Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

PP GMKI Mendesak Pemerintahan Jokowi-JK “Menjawab Ketimpangan Pembangunan dengan Revitalisasi Pancasila”

×

PP GMKI Mendesak Pemerintahan Jokowi-JK “Menjawab Ketimpangan Pembangunan dengan Revitalisasi Pancasila”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Example 300x600

 

Jakarta, Gramediapost.com

 

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia memperingati Sumpah Pemuda dengan melakukan Seminar Nasional bertemakan “Pemuda sebagai Penjaga Pancasila dan Pembangun Peradaban”. Seminar ini dilaksanakan sekaligus dengan peluncuran buku Pancasila Rumah Bersama dan Aplikasi Android GMKI Sinergi di Gedung Joeang 45, pada hari Senin (30/10).

Dalam seminar tersebut, Suroto, Ketua Umum Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis Indonesia (AKSES) menyampaikan bahwa di sektor ekonomi, pemerintahan Jokowi-JK masih lebih banyak memberikan ruang pada investasi asing, sementara koperasi yang merupakan wujud ekonomi kerakyatan masih dianaktirikan.

“Ketimpangan ekonomi masih sangat besar. Ada sekelompok kecil orang yang terlalu kaya sementara di sisi lain terdapat sedemikian banyak rakyat kita yang terlalu miskin. Anak muda harus berani membangun sistem demokrasi ekonomi Pancasila sehingga pemerataan ekonomi dapat terwujud. Salah satunya adalah mengelola potensi pertanian dengan berbasiskan pada koperasi,” ujar Suroto.

Suroto juga menyatakan bahwa tanah masyarakat saat ini dikuasai oleh segelintir kelompok orang sehingga kaum muda harus melakukan perlawanan dalam mengembalikan tanah menjadi milik rakyat.

 

“Koperasi merupakan perusahaan futuristik dengan menempatkan manusia di atas materi. Dalam koperasi kita melakukan redistribusi pendapatan bukan akumulasi pendapatan,” tambahnya.

 

Sementara itu, Presiden dan peneliti Bandung Fe Institute, Hokky Situngkir mengatakan bahwa data Indonesia saat ini lebih banyak dikuasai oleh _hacker_. Padahal kedaulatan bangsa salah satunya diwujudkan melalui kedaulatan di dunia maya. Sehingga kita dapat meredam berbagai informasi hoaks, dan lainnya.

 

“Saat ini sistem nilai orang Indonesia telah bergeser dari budaya aslinya salah satunya ditandai dengan hilangnya bahasa. Maka kami mengembangkan program untuk menginvetarisir keanekaragaman masakan, batik, bahasa, bahkan sambal. Dengan adanya data, kita akan berdaulat dalam menjaga dan membangun peradaban Indonesia,” kata Hokky.

Di sisi lain, Sekjend DPP Partai Solidaritas Indonesia, Raja Juli Anthoni menyampaikan bahwa isu primordial dan politik identitas saat ini telah menghantui perpolitikan Indonesia.

 

“Isu SARA dan primordial mengalahkan kinerja yang baik. Maka penduduk Indonesia harus lebih aktif dalam narasi melawan hoaks,” ujarnya.

Untuk itu, dia menyarankan perlu adanya penguatan masyarakat sipil (civil society) dan partai politik, serta membangun pendidikan kewarganegaraan (civic education) sehingga rakyat akan cerdas melihat dinamika politik yang terjadi di tengah bangsa.

 

Pembicara terakhir, Edward Tanari, Sekretaris Jenderal Perkumpulan Senior GMKI menyampaikan bahwa pemuda harus menjadi solusi bagi persoalanP bangsa yang terjadi saat ini. Tugas ini harus dilakukan dengan bertanggungjawab.

 

“Pemuda tidak hanya menjadi penikmat peradaban, melainkan menjadi pelaku dan pembangun peradaban. Pemuda harus berkarakter Indonesia, yakni nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila,” ujarnya.

 

Menurut Edward, ada banyak bidang di tengah masyarakat yang harus diisi oleh pemuda. Mulai dari bidang ekonomi, sosial, pendidikan, politik, pemerintahan, dan lainnya.

 

“Yang utama, pemuda harus selalu berpedoman kepada Pancasila. Dan pemuda juga harus melakukan perannya dengan baik dan bertanggungjawab sehingga kita dapat mencapai Indonesia yang kita cita-citakan,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600
Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…