Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Ir. Priyadi Sutarso (Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia): ESG Kini Menjadi Keharusan, Industri Batubara Percepat Transisi ke Elektrifikasi

×

Ir. Priyadi Sutarso (Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia): ESG Kini Menjadi Keharusan, Industri Batubara Percepat Transisi ke Elektrifikasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Ir. Priyadi Sutarso (Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia): ESG Kini Menjadi Keharusan, Industri Batubara Percepat Transisi ke Elektrifikasi

Jakarta, 11 September 2026

Example 300x600

 

Ir. Priyadi Sutarso (Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) menegaskan bahwa penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) bukan lagi sekadar pilihan, melainkan telah menjadi kebutuhan mutlak bagi keberlangsungan industri pertambangan saat ini. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua APBI, Priyadi, dalam sebuah sesi wawancara eksklusif  pada Jumat (11/9), di sela sela diskusi APBI-ICMA “Greenovation” di JIEXPO, Jakarta.

Menurut Priyadi, salah satu pilar utama dalam implementasi ESG adalah komitmen terhadap penurunan emisi gas rumah kaca. Untuk mencapai target tersebut, strategi elektrifikasi di sektor pertambangan harus digalakkan secara masif.

“Yang jelas pokok pikirannya kan satu, ESG sekarang harus menjadi kebutuhan. Salah satunya kan penurunan emisi. Nah, untuk emisi, elektrifikasi itu harus digalakkan,” ujar Priyadi.

Selain aspek lingkungan, ia menambahkan bahwa peralihan ke energi listrik juga menawarkan efisiensi operasional yang lebih baik bagi perusahaan tambang.

Tantangan dan Realitas Responsible Mining

Menanggapi pertanyaan mengenai praktik responsible mining atau penambangan yang bertanggung jawab di lapangan saat ini, Priyadi mengakui bahwa industri masih berada dalam fase transisi yang beragam (mixed).

“Kalau sekarang ini masih campur-campur, Mas. Pada umumnya masih menggunakan solar,” jelasnya.

Ia menuturkan bahwa perubahan tidak bisa dilakukan secara instan karena adanya kendala investasi aset masa lalu yang tidak mungkin langsung dialihfungsikan atau ditarik begitu saja tanpa mempertimbangkan kerugian finansial yang besar.

“Itu juga kalang kabut nanti kalau dipaksakan langsung berubah total,” tambahnya. Namun, Priyati menekankan bahwa dalam proses transisi ini, banyak anggota APBI yang sudah mulai menerapkan sistem secara gradasi atau bertahap. Beberapa perusahaan bahkan dilaporkan telah berhasil menguji coba dan menerapkan teknologi rendah emisi dalam operasional mereka.

Harapan akan Perkembangan Teknologi

Melihat ke depan, Priyadi menaruh harapan besar pada percepatan inovasi teknologi. Ia berharap agar teknologi pendukung, khususnya infrastruktur pengisian daya (charging) untuk alat berat elektrik, dapat berkembang pesat agar proses transisi berjalan lebih efisien.

“Harapan kita sih pertama, teknologinya juga berkembang secara pesat sehingga bisa lebih efisien. Tadi yang saya sampaikan dari charging-nya itu aja kan juga kalau bisa secepatnya,” ungkap Priyati. Dengan dukungan teknologi yang memadai, industri optimis dapat menyeimbangkan produktivitas dengan tanggung jawab lingkungan.

Priyadi menutup wawancara dengan menegaskan komitmennya bersama APBI untuk terus mendorong anggota dalam mengadopsi praktik pertambangan yang berkelanjutan selaras dengan tuntutan global.

Tentang APBI

Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) adalah organisasi yang mewadahi perusahaan-perusahaan pertambangan batubara di Indonesia, berkomitmen untuk mengembangkan industri yang produktif, efisien, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan serta masyarakat.

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *