Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Dr. Eko Surya Lesmana (Akademisi dan Deputi Manajemen Risiko Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Luncurkan Buku Kedua “The Secret Weakness of Every Great Power”: Tekankan Pentingnya Integritas Kepemimpinan dan Transmisi Nilai Antargenerasi

×

Dr. Eko Surya Lesmana (Akademisi dan Deputi Manajemen Risiko Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Luncurkan Buku Kedua “The Secret Weakness of Every Great Power”: Tekankan Pentingnya Integritas Kepemimpinan dan Transmisi Nilai Antargenerasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Dr. Eko Surya Lesmana (Akademisi dan Deputi Manajemen Risiko Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Luncurkan Buku Kedua “The Secret Weakness of Every Great Power”: Tekankan Pentingnya Integritas Kepemimpinan dan Transmisi Nilai Antargenerasi

*Pelajaran Sejarah untuk Pemimpin Masa Kini: Menguak Kelemahan Tersembunyi di Balik Kehebatan Organisasi

Example 300x600

 

​JAKARTA, 29 AGUSTUS 2026 —

 

Kekuatan besar tak selalu runtuh karena musuh dari luar yang lebih kuat, melainkan sering kali dipicu oleh kelemahan internal yang tidak disadari. Menjawab tantangan kepemimpinan dan keberlanjutan organisasi masa kini, School of Sustainability & Policy (SOSP) bersama Rumah Perubahan menggelar diskusi mendalam bertajuk “The Secret Weakness of Every Great Power” di Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang, Jakarta Selatan. (29/08/26).

 

​Diskusi ini membedah karya terbaru Dr. Eko Surya Lesmana, yang menyoroti bagaimana pola keruntuhan entitas-entitas besar sepanjang sejarah dapat menjadi petunjuk krusial bagi para pemimpin pemerintahan, militer, dan korporasi modern agar terhindar dari ketidakpedulian atas kelemahan internal (blind spots).

​Dipandu oleh Dr. Boy Bayu Idisondjaja dari SOSP selaku moderator, diskusi menghadirkan tiga pakar dari sudut pandang lintas disiplin: Laksda TNI (Purn) Dr. Ir. Nengah Putra A, ST, M.Si (Han) (Akademisi Universitas Pertahanan) — Menyoroti pentingnya ketahanan doktrinal dan kewaspadaan strategis dari kacamata pertahanan nasional.
​Dr. Ian Montratama (Tenaga Ahli Bidang Geopolitik Dewan Pertahanan Nasional RI) — Menguraikan dinamika geopolitik global serta bagaimana kerentanan domestik dapat dimanfaatkan oleh lawan eksternal.
​Dr. Darwin Silalahi (Pembelajar Transformasi Korporat & Organisasi) — Mengaitkan pelajaran sejarah dengan konteks bisnis, khususnya dalam mengelola budaya organisasi dan dorongan inovasi agar korporasi tidak tertinggal oleh zaman.

​Melalui diskusi ini, peserta diajak untuk merefleksikan bahwa keberlanjutan sebuah organisasi—baik skala negara maupun perusahaan—sangat bergantung pada kemampuan pemimpinnya dalam mengidentifikasi, mengakui, dan membenahi kelemahan internal sebelumnya.

 

Penulis sekaligus pemikir nasional, Dr. Eko Surya Lesmana resmi menggelar acara peluncuran dan bedah buku karya terbarunya. Buku yang dirancang sebagai bentuk refleksi perjalanan hidup dan pemikirannya sejak masa kuliah tersebut membawa misi utama untuk menjaga idealisme bangsa, memperkuat integritas kepemimpinan, serta membentengi generasi muda dari pengaruh doktrin luar yang tidak sesuai dengan nilai nasional.

​Dalam wawancara dengan beberapa awak media usai acara bedah buku, Eko menyampaikan bahwa motivasi utamanya menulis karya ini adalah untuk menjaga keberlanjutan masa depan bangsa agar generasi penerus tetap dapat menikmati dan merawat kemerdekaan yang telah diraih.

​”Buku ini adalah refleksi pemikiran saya sejak masa kuliah. Saya ingin menjaga generasi bangsa agar tetap fokus merawat idealisme negara dan kemerdekaan kita. Kita perlu memiliki kesamaan cara pandang dalam menjaga masa depan Indonesia,” ujar Eko.

​Dua Pilar Utama: Kewaspadaan Doktrin dan Pemimpin Terpercaya

​Dalam bukunya, Eko merangkum dua filsafat utama yang menjadi fondasi gagasannya bagi keberlanjutan bangsa:
​Kewaspadaan Terhadap Pengaruh Pemikiran Luar:

Eko mengingatkan pentingnya membentengi masyarakat dari pemikiran yang dapat mengikis kepercayaan terhadap negara. Ia menyoroti perkembangan teknologi dan media digital yang kerap menjadi pintu masuk doktrin-doktrin asing yang tidak sejalan dengan karakter bangsa. Melalui bukunya, ia berupaya meluruskan kembali doktrin tersebut agar generasi muda kembali pada pilar integritas.

​Kepemimpinan Berbasis Integritas dan Kepercayaan:

Menanggapi dinamika kepemimpinan nasional, Eko menegaskan bahwa seorang pemimpin tidak cukup hanya mengandalkan popularitas atau dicintai oleh rakyatnya. Lebih dari itu, pemimpin harus menjadi sosok yang dapat dipercaya (trustworthy).

“Kepercayaan publik terhadap pemimpin harus tercermin dari keselarasan antara perkataan dan perbuatan, keberanian dalam bertindak, serta kesediaan untuk mendengar aspirasi masyarakat,” tegasnya.

​Warisan Pemikiran untuk Generasi Mendatang

​Menanggapi tantangan kepemimpinan dan dinamika negara yang mengalami pasang surut, Eko menyatakan komitmennya untuk membantu mengembalikan kepercayaan publik (public trust) kepada negara secara konstruktif tanpa bersikap destruktif.

​Eko menyebutkan bahwa proses penyusunan buku ini merupakan akumulasi dari pengalaman dan refleksi sepanjang hidupnya (the whole my life). Ia berharap gagasan yang dituangkan dalam karya ini dapat melampaui batas zaman dan tetap relevan hingga puluhan tahun mendatang.

​”Buku yang baik tidak hanya dibaca oleh satu generasi. Saya berharap visi dan gagasan dalam buku ini terus tersebar dan tetap relevan dibaca oleh generasi-generasi mendatang,” tutup Eko, seraya membocorkan bahwa saat ini ia juga tengah menyiapkan karya berikutnya yang akan segera dirilis.

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *