Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Pemerintah Indonesia dan UNDP Gandeng Malaysia dan Papua Nugini Dorong Komoditas Berkelanjutan

×

Pemerintah Indonesia dan UNDP Gandeng Malaysia dan Papua Nugini Dorong Komoditas Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pemerintah Indonesia dan UNDP Gandeng Malaysia dan Papua Nugini Dorong Komoditas Berkelanjutan

Jakarta, 27 Agustus 2026 –

Example 300x600

Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia dan United Nations Development Programme (UNDP) akan mempertemukan perwakilan dan pemangku kepentingan dari Indonesia, Malaysia, dan Papua Nugini di acara Regional Learning Forum on Sustainable Commodities pada tanggal 27-28 Agustus 2026 di Jakarta. Acara ini menyediakan platform untuk bertukar solusi praktikal dan memperkuat kerja sama tentang komoditas berkelanjutan, khususnya rantai nilai minyak sawit dan kakao. Forum ni dihadiri lebih dari 200 perwakilan pemerintah, mitra pembangunan, pelaku usaha, organisasi produsen, peneliti, dan perwakilan pemuda.

Forum dua hari ini bertujuan agar petani dan pelaku usaha dapat memenuhi ekspektasi pasar yang semakin besar untuk produk yang dihasilkan secara bertanggung jawab, dapat ditelusuri hingga sumbernya, dan mengurangi tekanan iklim dan lingkungan. Bagi petani rakyat, ekspektasi ini dapat menciptakan peluang baru, namun juga tantangan baru, mulai dari akses ke pembiayaan dan teknologi hingga perubahan persyaratan pasar yang harus dipenuhi. “Forum ini berfokus pada dua komoditas penting yang strategis tidak hanya untuk Indonesia tetapi juga untuk kawasan ini, yaitu kakao dan minyak sawit. Pertanyaan utamanya adalah bagaimana kedua komoditas ini dapat dikembangkan secara berkelanjutan,” kata Nani Hendiarti, Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan, Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

“Pertemuan ini mengemukakan pengalaman dan pembelajaran dari proyek-proyek yang dilaksanakan melalui kolaborasi yang ada, sehingga dapat menjadi acuan untuk pengembangan di masa mendatang. Bahkan jika inisiatif tersebut tidak berskala besar, diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Forum ini juga menggarisbawahi pentingnya pelibatan petani rakyat, termasuk petani dan masyarakat lokal yang berkontribusi pada pengembangan komoditas berkelanjutan. Pengalaman dari Malaysia dan Papua Nugini juga akan dibagikan di sini. Itulah mengapa Forum ini merupakan bagian dari pembelajaran regional, wadah untuk bertukar informasi, pengetahuan, dan pengalaman guna mencapai praktik terbaik, khususnya melalui pendekatan yang melibatkan masyarakat secara langsung,” pungkasnya.

Pasar global berkembang pesat, dan pada saat yang sama, petani rakyat dan pelaku usaha membutuhkan dukungan untuk beradaptasi, meningkatkan produktivitas, dan tetap berdaya saing. Indonesia, Malaysia, dan Papua Nugini memiliki banyak tantangan yang sama. Hal ini menciptakan kesempatan untuk belajar dari satu sama lain, mengidentifikasi apa yang dapat direplikasi, dan membangun kemitraan regional yang lebih kuat.

“Produksi komoditas berkelanjutan bukan lagi hanya masalah lingkungan, tetapi semakin berkaitan dengan daya saing ekonomi, akses pasar, dan apakah petani dan pelaku usaha dapat beradaptasi dengan arah perkembangan pasar,” kata Sara Ferrer Olivella, Kepala Perwakilan UNDP Indonesia.

“Melalui berbagai inisiatif komoditas berkelanjutan kami, UNDP mendukung pemerintah dan para mitra untuk memperkuat kebijakan, kelembagaan, pembiayaan, dan kemitraan yang dibutuhkan untuk mewujudkan transisi ini. Kerja sama regional memberi kita kesempatan untuk belajar dari satu sama lain, menghindari kesalahan yang berulang, dan mengubah tantangan bersama menjadi solusi yang praktikal.”

Diskusi berfokus pada produksi dan perdagangan komoditas berkelanjutan, termasuk pengalaman negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, dan Papua Nugini. Peserta juga akan mengeksplorasi berbagai pendekatan lanskap dan ekosistem, mata pencaharian petani rakyat, ketelusuran, pembiayaan berkelanjutan, kemitraan publik-badan usaha, dan peran perempuan dan pemuda dalam memajukan komoditas berkelanjutan.

Forum ini dirancang untuk mengubah pembelajaran regional menjadi peluang praktikal. Pada hari kedua, perwakilan dari ketiga negara akan mengidentifikasi area kerja sama Selatan-Selatan, sementara sesi jejaring dengan perwakilan sektor swasta akan menyediakan ruang untuk bertukar perspektif, mengeksplorasi potensi area kolaborasi, dan membahas peluang untuk memperkuat sistem komoditas yang lebih berkelanjutan.

Para peserta juga akan mengeksplorasi bagaimana pendekatan berbasis lanskap dapat memastikan produksi komoditas berkelanjutan, perlindungan keanekaragaman hayati, ketahanan iklim, dan mata pencaharian masyarakat, serta membantu mengatasi tantangan yang tidak dapat diselesaikan oleh produsen, pelaku usaha, atau pemerintah jika bekerja sendiri-sendiri.

“Transformasi sistem komoditas membutuhkan lebih dari sekadar proyek individual atau intervensi terisolasi. Hal ini membutuhkan negara dan mitra untuk bekerja lintas sektor, menyelaraskan investasi, dan menciptakan kondisi agar praktik berkelanjutan menjadi norma,” kata Erik Teguh Primiantoro, Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional dan Diplomasi Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup, dan GEF Operational Focal Point untuk Indonesia. “GEF bangga mendukung FOLUR sebagai platform yang mempertemukan pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan mitra pembangunan untuk menunjukkan bagaimana produksi komoditas berkelanjutan dapat memberikan manfaat bagi manusia dan planet ini.”

Forum ini diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan UNDP, serta melibatkan proyek-proyek UNDP terkait komoditas dan lanskap berkelanjutan, seperti:

Food Systems, Land Use and Restoration (FOLUR),
Sustainable Landscape Program Indonesia (SLPI),
Forests, Agriculture and Sustainable Trade (FAST), dan
Green Commodities Programme (GCP).

Proyek-proyek ini didukung Global Environment Facility (GEF), Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO), dan UK Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO).

Pertemuan ini pada akhirnya bertujuan untuk mengubah pengalaman bersama menjadi aksi bersama, membangun hubungan yang lebih kuat lintas negara dan sektor, membuka peluang baru bagi petani dan pelaku usaha, serta menemukan cara-cara praktikal agar komoditas berkelanjutan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, perekonomian, dan alam.
***

Tentang UNDP

UNDP adalah organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terdepan yang berjuang untuk mengakhiri ketidakadilan akibat kemiskinan, ketimpangan, dan perubahan iklim. Melalui kerja sama dengan jaringan luas para ahli dan mitra di 170 negara, kami membantu berbagai negara mengembangkan solusi terintegrasi dan berkelanjutan bagi masyarakat dan planet ini. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di undp.org atau melalui akun @UNDP.

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *