Bupati Solok Jon Firman Pandu Tancap Gas di Apkasi Otonomi Expo 2026, Bawa “Raso Nan Elok” Kabupaten Solok ke Panggung Nasional
*Tangerang, 27 Agustus 2026* –
Dengan semangat “Mambangkik Batang Tarandam”, Bupati Solok Jon Firman Pandu, SH hadir langsung di ajang bergengsi *Apkasi Otonomi Expo 2026* yang digelar 27-29 Agustus 2026 di Hall 3 & 3A, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten.
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Solok ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah langkah nyata Pemkab Solok untuk menaikkan kelas daerah di mata nasional dan dunia.
Bawa Potensi Solok, Bukan Cuma Pameran
Di stand Kabupaten Solok, pengunjung AOE 2026 disuguhkan kekayaan “Raso Nan Elok” dari Tanah Baralek Gadang. Mulai dari:
1. *Produk Unggulan*: Kopi Solok, Gula Aren, Kerajinan Sulam Benang Emas, hingga produk UMKM pangan lokal
2. *Destinasi Wisata*: Danau Singkarak, Geopark Ranah Minang Silokek, Panorama Alam Nagari, dan wisata religi
3. *Peluang Investasi*: Sektor pertanian, perkebunan, pariwisata, dan ekonomi kreatif yang siap dikerjasamakan
“AOE ini bukan sekadar pamer. Ini etalase kita. Kita datang untuk menawarkan, menawarkan Solok yang aman, ramah investasi, dan punya SDM hebat,” tegas Bupati Jon Firman Pandu di sela pembukaan.
Buka Pintu Kolaborasi, Kejar Investasi untuk Kesejahteraan
Bupati Jon Firman Pandu menegaskan, di tengah tantangan ekonomi global, daerah harus berani keluar dan menjemput peluang.
“Kabupaten Solok punya segalanya. Alamnya subur, masyarakatnya pekerja keras, budayanya kuat. Tugas kami pemerintah adalah membuka pintu selebar-lebarnya untuk investor, pelaku usaha, dan mitra daerah lain. Tujuannya satu: lapangan kerja baru dan kesejahteraan masyarakat Solok meningkat,” ujarnya.
Menurut beliau, kolaborasi antardaerah adalah kunci. Melalui AOE, Pemkab Solok juga menjajaki kerja sama G2G dan B2G dengan puluhan kabupaten/kota lain di Indonesia.
Komitmen di Hadapan 480 Kepala Daerah
AOE 2026 diikuti oleh ratusan pemerintah kabupaten se-Indonesia. Dengan hadir langsung, Jon Firman Pandu menunjukkan komitmen serius Pemkab Solok untuk tidak tertinggal dalam kompetisi pembangunan nasional.
“Kita harus keluar dari zona nyaman. ASN harus jadi pelayan, bukan dilayani. Potensi daerah harus kita jual dengan bangga. Kalau bukan kita yang memperkenalkan Solok, siapa lagi?” tambah Bupati.
Selama 3 hari ke depan, tim Kabupaten Solok juga akan melakukan business matching, talkshow potensi daerah, dan live cooking produk khas Solok untuk menarik minat pengunjung.
Target: Solok Semakin Dikenal, Investasi Semakin Masuk
Dengan partisipasi di Apkasi Otonomi Expo 2026, Pemerintah Kabupaten Solok menargetkan 3 hal:
1. *Branding*: Menguatkan citra Kabupaten Solok sebagai daerah investasi dan wisata berkelas
2. *Jejaring*: Membangun koneksi dengan investor, BUMN, BUMD, dan pemda lain
3. *Dampak*: Menciptakan multiplier effect bagi UMKM dan ekonomi masyarakat Solok
“Harapan kami, setelah pulang dari Tangerang ini, ada investor yang datang ke Solok. Ada wisatawan yang penasaran ke Danau Singkarak. Ada produk Solok yang masuk pasar nasional. Itu kemenangan kita bersama,” tutup Bupati.
—
*Tentang Apkasi Otonomi Expo 2026*
Apkasi Otonomi Expo merupakan ajang tahunan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia. Tahun ini mengusung tema “Penguatan Ekonomi Lokal untuk Indonesia Maju” dan menjadi wadah promosi terbesar bagi 480 kabupaten di Indonesia.



















