Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Artis Bersatu Menanam Pohon : Jadikan Akhlak Terhadap Alam Sebagai Solusi Bangsa

×

Artis Bersatu Menanam Pohon : Jadikan Akhlak Terhadap Alam Sebagai Solusi Bangsa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Artis Bersatu Menanam Pohon : Jadikan Akhlak Terhadap Alam Sebagai Solusi Bangsa

 

Example 300x600

Bogor, Gramediapost.com

 

 

Sinergitas syiar kemanusiaan yang dihelat Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan dan Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW) meluas ke lahan baru, yaitu dakwah hijau.

Untuk mewujudkan dakwah semesta tersebut, dua lembaga nirlaba ini menggandeng greenbluehub.id – generasi lintas budaya- JPKP (Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan), dan sineas Akbar Bhakti, sang pemilik Villa Ab47 di Kampung Jl. Sarongge Jatisari, Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor Jawa Barat.

Dakwah hijau adalah sedekah jariyah yang dilakukan lewat cara menanam pohon. Setiap pohon yang ditanam diharapkan dapat menjadi sumber kebaikan yang memberi manfaat bagi makhluk hidup.

“Bumi bukan sekedar warisan melainkan titipan bagi generasi mendatang. Wujud sedekah lingkungan dan investasi jangka panjang. Oleh karena itu melalui aksi nyata kami mendorong terciptanya harmoni antara manusia alam dan keberagaman dalam semangat merawat bumi sebagai ciptaan Tuhan,” ujar *Raja Asdi*, selaku Ketua Hubungan Antar Lembaga JPKP saat mengunjungi Villa Ab47 di Kampung Jl. Sarongge Jatisari, Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor Jawa Barat minggu lalu.

Penanaman pohon tahap awal akan dilakukan di lahan Villa AB47 – yang dikenal sebagai Villa Lil Ubud di daerah Cileungsi Bogor Jawa Barat.

Penanaman pohon tersebut sebagai simbol peresmian dakwah hijau berkelanjutan yang akan dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia.

“Menjadikan akhlak terhadap alam sebagai solusi bangsa, di mana program ini direalisasikan melalui gerakan budaya penanaman pohon, termasuk edukasi zero-waste, dan kampanye kesejukan lingkungan yang akan kami laksanakan di berbagai daerah di Indonesia,” ujar Raja Asdi.

Ikut dalam kunjungan tersebut antara lain, *Eddie Karsito* (Ketua Umum Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan), *Agus Santosa* (Koordinator Program Jumat Berkah Wartawan), dan *Ibnu Hajar Herlambang* (wartawan senior wartabuana.com) yang juga seorang relawan.

*Artis Bersatu Menanam Pohon*
Dakwah lewat cara budaya menanam pohon ini berkolaborasi dengan sejumlah publik figur dalam kerangka “Artis Bersatu Gotong Royong Menanam Pohon.”

Sineas *Akbar Bhakti* menyambut baik dan turut mendukung gagasan ‘Artis Bersatu Menanam Pohon’ ini.

Menurutnya, para seniman dan artis ikut kampanye penghijauan sangat efektif karena popularitas mereka mampu memperluas jangkauan pesan cinta lingkungan sekaligus peran kongrit artis berkelanjutan SDGs

“Seniman dapat mengubah isu konservasi menjadi karya visual atau pertunjukan. Sementara figur publik dapat menginspirasi penggemar untuk terjun langsung menanam pohon dan menjaga alam,” tegas sineas yang sudah menyutradarai ratusan judul sinetron, diantaranya sinetron Roda-Roda Gila, Anak Langit, Anak Jalanan, dan sinetron Bayu Cinta Luna.

Akbar mengajak para seniman dan artis ikut kampanye penghijauan menanam pohon merawat bunda alam. Pihaknya ingin membuktikan bahwa seni dan aktivis lingkungan dapat berjalan beriringan.

Akbar juga mengharapkan artis dapat turun langsung ikut menanam pohon di lokasi reboisasi,konservasi,DASHL seperti di hutan kota atau daerah pesisir untuk menarik partisipasi masyarakat secara luas.

“Termasuk kita melibatkan mereka dalam pembuatan konten edukatif melalui media sosial tentang pentingnya bersatu menanam pohon,” terang Akbar.

*Bumi Titik Temu Kesadaran akan Ketuhanan*

Pada saat yang sama Ketua Umum Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan Eddie Karsito mengatakan, alam bukan sekadar objek fisik untuk dieksploitasi, melainkan jaringan kehidupan yang memiliki dimensi spiritual.

Menurut Eddie Karsito, alam semesta bukanlah entitas yang berdiri sendiri, melainkan manifestasi dari sifat, nama, dan cahaya Tuhan.

“Menanam pohon, menjaga kelestarian lingkungan, adalah manifestasi dari kesadaran kesatuan kosmis, tanggung jawab moral, dan bentuk penghormatan kita pada Sang Maha Pencipta,” tuturnya.

Sementara Agus Santosa selaku koordinator Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW) menyambut baik gagasan dakwah hijau ini, sebagai manifestasi kerakan kemanusiaan yang sudah dijalankan melalui sedekah memberi makan di agenda PJBW.

Dakwah hijau, kata Agus, adalah langkah strategis untuk memperluas jiwa filantropi dari sekadar pemenuhan kebutuhan dasar menjadi pelestarian lingkungan.

“Ini sejalan dengan spirit sedekah yang kita jalankan, di mana menjaga kelestarian alam dan ketahanan pangan adalah manifestasi nyata dari nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas dalam Islam,” tegasnya.

Setiap daun, oksigen, atau buah yang dimanfaatkan oleh manusia, burung, dan hewan, kata Agus, bernilai pahala. Bahkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir meskipun penanamnya telah tiada.

Ibnu Hajar Herlambang, yang juga salah satu pengurus Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW) menyoroti tentang pentingnya menanam pohon di Indonesia yang beriklim tropis sebagai kebutuhan ekologis yang krusial.

Kerusakan hutan, seperti penggundulan dan deforestasi, kata Ibnu, harus diimbangi dengan penanaman pohon kembali untuk memulihkan fungsi ekologis lingkungan, mencegah bencana alam, dan menyerap karbon dioksida.

“Gerakan menanam pohon ini wajib diapresiasi sebagai bentuk aksi nyata pelestarian lingkungan, investasi masa depan untuk generasi penerus, serta mitigasi perubahan iklim,” tegas Ibnu./*

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *