Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) Gelar Public Expose 2026: Tegaskan Komitmen Menjadi Pelopor Industri Environmental Technology Group of Companies di Indonesia melalui Pengembangan Proyek Waste-to-Energy (WtE) dan Energi Baru Terbarukan (EBT)

×

PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) Gelar Public Expose 2026: Tegaskan Komitmen Menjadi Pelopor Industri Environmental Technology Group of Companies di Indonesia melalui Pengembangan Proyek Waste-to-Energy (WtE) dan Energi Baru Terbarukan (EBT)

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) Gelar Public Expose 2026: Tegaskan Komitmen Menjadi Pelopor Industri Environmental Technology Group of Companies di Indonesia melalui Pengembangan Proyek Waste-to-Energy (WtE) dan Energi Baru Terbarukan (EBT).

 

Example 300x600

Jakarta, Gramediapost.com

 

PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) menegaskan komitmennya menjadi pelopor industri Environmental Technology Group of Companies di Indonesia melalui pengembangan proyek Waste-to-Energy (WtE) dan energi baru terbarukan (EBT). Komitmen tersebut disampaikan dalam Public Expose 2026 yang digelar di Menara Imperium, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Direktur Utama PT Maharaksa Biru Energi Tbk, Ir. Gafur Sulistyo Umar, MBA, mengatakan perseroan tengah memasuki fase transformasi bisnis dengan menjadikan proyek pengolahan sampah menjadi energi sebagai mesin pertumbuhan utama perusahaan di masa depan.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, OASA menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) lebih dari Rp100 miliar untuk mendukung pengembangan proyek-proyek Waste-to-Energy yang saat ini tengah berjalan. Perseroan juga melakukan kunjungan ke sejumlah perusahaan Waste-to-Energy terbaik di China guna memperkuat penguasaan teknologi dan implementasi proyek energi hijau di Indonesia.

Gafur menjelaskan, perubahan arah bisnis tersebut didukung oleh meningkatnya perhatian generasi muda terhadap isu lingkungan. Menurutnya, sekitar 79 persen investor pasar modal Indonesia berasal dari kelompok usia di bawah 40 tahun, sehingga isu keberlanjutan menjadi salah satu faktor penting dalam menarik minat investasi.

“Generasi muda memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan gaya hidup berkelanjutan. Karena itu, kami ingin membangun perusahaan yang tidak hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gafur juga menyoroti bergabungnya Cinta Laura Kiehl sebagai Komisaris Perseroan. Kehadiran figur publik yang aktif mengampanyekan isu lingkungan dinilai mampu memperkuat citra OASA sebagai perusahaan yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

Melalui tayangan khusus, Cinta Laura menegaskan bahwa persoalan sampah di Indonesia telah menjadi krisis yang harus segera ditangani.

“Indonesia darurat sampah, tetapi yang lebih darurat adalah ketika kita menganggap kondisi itu sebagai sesuatu yang normal. Dengan teknologi yang tepat, sampah dapat diubah menjadi energi bersih dan menjadi solusi nyata bagi masa depan,” ujarnya.

Menurutnya, investasi masa kini tidak lagi hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi juga harus mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan dan generasi mendatang.

Dalam pemaparannya, Gafur mengungkapkan bahwa proyek Waste-to-Energy kini memperoleh dukungan regulasi yang jauh lebih kuat melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. Regulasi tersebut memberikan kepastian mengenai penyediaan lahan, pasokan sampah, interkoneksi listrik hingga skema pembelian listrik oleh PLN selama 30 tahun.

Perseroan saat ini tengah mengembangkan sejumlah proyek strategis, di antaranya proyek Waste-to-Energy di Tangerang Selatan, Lampung, serta proyek di Jakarta Barat yang masih dalam proses pengembangan. Untuk proyek Lampung, OASA menggandeng SUS Environment dari China, salah satu perusahaan Waste-to-Energy terbesar di dunia yang telah mengoperasikan fasilitas dengan kapasitas sekitar 120 ribu ton sampah per hari.

Selain itu, OASA juga akan bermitra dengan Danantara dalam pengembangan proyek-proyek Waste-to-Energy nasional. Skema tersebut diyakini mampu memperkuat pendanaan sekaligus mempercepat realisasi pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi di berbagai daerah.

Meski demikian, secara kinerja keuangan perseroan masih menghadapi tantangan. Pada Kuartal I 2026, OASA membukukan rugi bersih sebesar Rp23,7 miliar, meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya akibat melemahnya bisnis jasa konstruksi. Sementara sepanjang tahun buku 2025, pendapatan perusahaan turun menjadi Rp32,58 miliar, meski rugi bersih berhasil ditekan menjadi Rp42,78 miliar.

Gafur menjelaskan penurunan pendapatan tersebut dipengaruhi berkurangnya proyek konstruksi setelah pemotongan anggaran pemerintah. Namun, ia optimistis kondisi tersebut bersifat sementara karena perseroan kini memasuki fase investasi menuju proyek-proyek Waste-to-Energy berskala besar.

“Kami sengaja menyiapkan fondasi perusahaan mulai sekarang agar siap menyambut proyek-proyek baru. Fokus kami ke depan adalah Waste-to-Energy sebagai bisnis utama yang memiliki prospek pertumbuhan sangat besar,” katanya.

Ia menambahkan, Indonesia saat ini menghadapi kondisi darurat sampah dengan ratusan tempat pembuangan akhir yang telah melebihi kapasitas. Karena itu, pembangunan fasilitas Waste-to-Energy dinilai menjadi solusi strategis untuk mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan energi bersih.

Mengacu pada perkembangan di China, Gafur memperkirakan Indonesia membutuhkan sekitar 240 fasilitas Waste-to-Energy agar mampu mengelola sampah secara optimal. Menurutnya, pembangunan 33 proyek yang saat ini dicanangkan pemerintah baru menjadi langkah awal menuju transformasi pengelolaan sampah nasional.

“Ini baru permulaan. Dalam sepuluh tahun ke depan kami meyakini industri Waste-to-Energy akan tumbuh sangat pesat. OASA ingin berada di garis depan dalam membangun ekosistem energi hijau Indonesia,” tutup Gafur.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *