Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Rayakan Harmoni Imlek dan Ramadan, CEO Indonesia dan Pengusaha Bela Bangsa Gelar Gathering Dan Networking di Belleza

×

Rayakan Harmoni Imlek dan Ramadan, CEO Indonesia dan Pengusaha Bela Bangsa Gelar Gathering Dan Networking di Belleza

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Rayakan Harmoni Imlek dan Ramadan, CEO Indonesia dan Pengusaha Bela Bangsa Gelar Gathering Dan Networking di Belleza

 

Example 300x600

Jakarta,

 

Di pertengahan Februari 2026, kalender Indonesia menghadirkan dua momen besar yang berdekatan, yakni Tahun Baru Imlek pada 17 Februari dan awal Ramadan pada 19 Februari 2026. Momentum istimewa ini dimanfaatkan oleh komunitas CEO Indonesia dan Pengusaha Bela Bangsa untuk menggelar silaturahmi dalam balutan perayaan lintas budaya.

Kegiatan bertema “Perayaan Tahun Baru Imlek dan Buka Puasa Bersama” tersebut digelar di Belleza, Suite Tower Albergo, Jakarta, pada 20 Februari 2026. Acara ini menjadi ruang temu antara pengurus CEO Indonesia dan Pengusaha Bela Bangsa dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Kegiatan yang memadukan keragaman tradisi Tionghoa dan Islam ini difasilitasi oleh Trisya Suherman, yang akrab disapa Mba Icha. Dalam keterangannya, Icha menyampaikan bahwa Harmoni Imlek dan Ramadan merupakan kesempatan untuk merawat semangat kebangsaan sekaligus memperdalam makna hidup bersama.
“Harmoni Imlek dan Ramadan adalah kesempatan merawat Indonesiaku sekaligus memperdalam makna hidup bersama. Nilai keakraban, solidaritas, dan kebahagiaan dalam kebersamaan menjadi tujuan dari kegiatan ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui interaksi positif, jalinan komunikasi yang lebih erat, serta terbukanya peluang kerja sama, perbedaan dapat diolah menjadi daya rekat yang memperkuat persatuan.
“Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk dirangkai menjadi kekuatan bersama,” tuturnya.

Acara tersebut turut dihadiri perwakilan pemerintah, pengurus KADIN Indonesia, serta tokoh-tokoh pengusaha Tionghoa dan lokal. Para peserta tampak berbaur, berbagi cerita, membangun relasi, dan memperluas jaringan bisnis. Kegiatan ditutup dengan sesi ramah tamah, bernyanyi bersama, dan foto bersama sebagai simbol kebersamaan lintas budaya dan iman.

Momentum ini menjadi refleksi nyata bahwa keberagaman Indonesia bukan sekadar identitas, melainkan kekuatan sosial yang dapat memperkokoh persatuan bangsa melalui kolaborasi dan silaturahmi.

Jurnalis

Fadillah

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *