Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

DPD PIKI DKI Jakarta Mendukung Perppu No. 2 Tahun 2017 tentang Ormas Dengan Kasih dan Kebenaran. 

×

DPD PIKI DKI Jakarta Mendukung Perppu No. 2 Tahun 2017 tentang Ormas Dengan Kasih dan Kebenaran. 

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Sandi Situngkir, S.H.,M.H., Sekretaris DPD PIKI DKI Jakarta

 

 

Example 300x600

Jakarta, Suarakristen.com

 

Presiden Jokowi sekali lagi menjadi Pelopor untuk menata kehidupan berorganisasi bagi rakyat Indonesia. Kepeloporan Presiden Jokowi tentu saja berdasarkan kasih dan kebenaran kemanusian ( Caritas in Veritas). Presiden Jokowi sudah melakukan komunikasi dengan segenap komponen berbangsa dan bernegara,  supaya tiap komponen bangsa tetap menjaga Pancasila,  UUD 1945, NKRI dan Kebhinnekaan sebagai kesepakatan sudah final.  Sehingga tidak ada alasan bagi kelompok masyarakat untuk berjuang menegakkan Kilafah salah satu agama sebagai dasar NKRI hari ini dan masa yang akan datang.  Tidak ada juga alasan ormas tertentu melakukan kekerasan sosial baik vandalisme politik maupun vandalisme lain berlandaskan ekonomi maupun agama.  Presiden Jokowi menginginkan Negara yang berdaulat dan rakyat yang bermartabat.

Ketika Presiden Jokowi sudah melakukan pendekatan dengan kasih,  melakukan dialog dan pendekatan sosial serta ekonomi tidak direspon dengan baik,  maka Jokowi melakukan pendekatan “kebenaran” dengan cara menegakkan hukum seadil-adilnya.  Presiden Jokowi sangat memilih mekanisme penerbitan Perppu untuk membubarkan Ormas anti Pancasila, ormas radikal dan ormas vandalis. Perppu tentu saja dapat diuji di DPR sebagai mekanisme check and balances.  Tentu saja DPR memiliki kwalitas sebagai lembaga perwakilan akan menilai apakah Perppu sudah sesuai dengan undang-undang.

Pada sisi lain,  kepada masyarakat yang merasa dirugikan hak hak konstitusionalnya dapat mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi. Sehingga terbitnya Perppu tidak dimaknai sebagai absolutisme kekuasaan Presiden untuk memberangus Ormas.

 

Penerbitan Perppu juga sudah sesuai dengan Putusan Mahkamah Konstitusi yang membuat regulasi penerbitan Perppu sesuai keadaan memaksa berdasarkan adanya kekosongan hukum dan mengatur secara imperatif pelaksanaan undang-undang.

 

PIKI DPD Jakarta tentu saja mendukung diterbitkannya Perppu dan mengajak seluruh masyarakat untuk patuh dan tunduk kepada Perppu tersebut. Sekarang waktunya bagi kita untuk melakukan identifikasi siapa-siapa yang anti Pancasila dan kelompok lain yang melakukan vandalisme di masyarakat. PIKI sebagai organisasi intelektual di Indonesia berkewajiban melakukan pencerahan, penyadaran termasuk didalamnya memberikan definisi ke Indonesiaan,  Pancasila dan UUD 1945. Jalan menyimpang yang ditempuh oleh sekelompok kecil masyarakat yang anti Pancasila harus didekati dengan kasih dan kebenaran.

 

PIKI DKI Jakarta juga mendesak DPR RI dalam menguji Perppu 2 Tahun 2017 tentang Ormas supaya menjadi negarawan, berdiri diatas semua golongan untuk kepentingan Nasional. DPR harus mendukung Presiden Jokowi yang menerbitkan Perppu tersebut. DPD PIKI  Jakarta juga meminta Mahkamah Konstitusi yang sudah dapat dipastikan akan menerima Gugatan Perppu dari masyarakat, harus menunjukkan kepatuhan kepada UUD 1945 tidak tunduk kepada kepentingan dirinya sendiri.

PIKI DKI Jakarta meminta kelompok menengah masyarakat, kelompok intelektual, politisi dan perguruan tinggi serta aktifis mahasiswa dari semua angkatan berdiri bersama Presiden Jokowi dan melakukan pendekatan kepada masyarakat yang kontra Perppu.

Pada akhirnya menurut PIKI DKI Jakarta,  Perppu ini tidak cukup sebagai solusi akan tetapi Presiden Jokowi harus mewujudkan Nawacita untuk mencapai kesejahteraan bersama dengan prinsip keadilan,  kesetaraan dan kepastian hukum.

Syalom

Pengurus DPD PIKI Provinsi DKI Jakarta

 

Ivanhoe Semen,  SH

Ketua

 

Sandi E. Situngkir. SH,  MH

Sekretaris.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…