Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

Film “Sosok Ketiga” yang Disutradarai oleh Dedy Mercy, Siap Ditayang di Bioskop Indonesia pada tanggal 22 Juni 2023

×

Film “Sosok Ketiga” yang Disutradarai oleh Dedy Mercy, Siap Ditayang di Bioskop Indonesia pada tanggal 22 Juni 2023

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Example 300x600

 

Film “Sosok Ketiga” yang Disutradarai oleh Dedy Mercy, Siap Ditayang di Bioskop Indonesia pada tanggal 22 Juni 2023

 

Jakarta 12 Juni 2023 –

 

Leo Pictures mekbmproduksi film “Sosok Ketiga” yang disutradarai oleh Dedy Mercy, yang jadwal penayangannya serentak di Bioskop Indonesia pada tanggal 22 Juni 2023.
Film “Sosok Ketiga” diperankan oleh Celine Evangelista sebagai Yuni, Erika Carlina sebagai Nuri dan Samuel Rizal sebagai Anton. Film ini menceritakan Yuni dan Nuri bersahabat dibangku perkuliahan yang sama-sama tertarik atau menyukai Anton, tetapi Nuri sudah berpacaran dengan Anton hingga mereka menikah dengan tidak dikaruniai keturunan, dengan kondisi seperti itu Nuri pun mengijinkan Anton menikah dengan Yuni hingga hamil muda tetapi sayangnya Yuni melakukan ritual pelet untuk mendapatkan Hati Anton sebagai suami walaupun mereka pernah mengikat janji untuk tidak merebut pasangan masing-masing.
Akibat dengan adanya ritual pelet yang dilakukan oleh Yuni dari pernikahan poligami antara Yuni dengan Anton dan Nuri terjadilah hal-hal gaib yang menyerang Yuni itu sendiri baik dalam kandungannya maupun kehidupan sehari-harinya. Maka dari itu Sosok Ketika yang mengganggu kehidupan pernikahan Yuni dan Anton bisa disaksikan di bioskop tanggal 22 Juni 2023.

Sutradara Dedy Mercy memberikan wawancara kepada media elektronik sesuai Press Screening di Metropole XXI Cikini (12/06), bahwa “Yang paling pertama ketika kita development story kita harus melihat satu content yang berbeda. Di film “Sosok Ketiga” ini tidak terlalu mengedepankan jump scare tetapi lebih kepada psikologis antara Istri Pertama dan Istri Kedua, lebih ke persoalan keluarga. Sebenarnya salah satu highlight yang ingin kita sampaikan lewat Sosok Ketiga adalah kehidupan itu bergulir kedepan tidak ada yang tahu, akan tetapi apapun situasinya perempuan yang berada di level itu tentu berbicara soal keikhlasan yang berbeda. Film “Sosok Ketiga” misalnya berbicara perdukunan dia menyantet jangan sampai menjadi solusi untuk hubungan mereka dengan keluarga. Tetapi semua akan berjalan dengan baik apakah Istri pertama maupun Istri kedua kalau ada level keikhlasan didalam mereka berbagi suami itu yang kami sampaikan. Meskipun sebenarnya di film “Sosok Ketiga” lebih mengedepankan eksekusi secara fisik yang tidak terima istrinya menikah lagi dengan sahabatnya.

Waktu kita mendevelop dengan Mas Agung, Mbak Lele Laila, dan Mbak Vidia selaku Scriptwriter, hal yang paling cukup butuh waktu didalam meriset itu adalah kedalaman psikologis dari kedua belah pihak. Bukan bagaimana kita membuat visual, script, jump scare karena jump scare itu ada sebagai medium pendukung dari situasi personal kedua karakter ini atau meriset lebih ke psikologi mereka.

Menarik juga kalau kita bikin antitesis, kalau selama ini banyak yang menceritakan tidak ada kedamaian dan keakuran antara pertama dan kedua meskipun ada persaingan secara diam-diam. Kalau ada kesempatan kedepan saya mau bikin film satu, dua, tiga atau empat atau berapapun itu tapi mereka akur di satu frekuensi itu juga menarik. Sebenarnya itu fitrah didalam agama Islam sendiri berbicara tentang satu atau dua perempuan, tetapi bicara lebih dalamnya bagaimana si Perempuan itu juga ikhlas untuk berbagi ini makomnya beda. Level ikhlas sebatas mana ini yang kita perlu gali, bahkan kalau kita lihat di beberapa negara kisah nyata jangankan 4 bahkan ada yang saya baca 60 istrinya sampai 90 kalau tidak salah. Anaknya itu sudah ratusan mereka tinggal dalam satu tempat tinggal mereka rukun, saya tidak tahu formulanya seperti apa. Saya pernah baca kisah nyata di Banten itu mereka pertama kali menikah bahkan dengan 4 orang sekaligus tapi tidak ada pertikaian dan sampai ketahap itu perlu spiritual yang mendalam. Suami dari kesiapan menafkahi secara finansial juga, keadilan dia yang merata. Kalau mereka damai-damai saja berarti ada satu pemikiran yang membuat mereka itu sabarnya diluar dari kelaziman.

Kalau ide cerita ini berangkat dari Mbak Vidia, sebenarnya sebelum Sosok Ketiga kita ada satu story yang didevelop itu cuman sosok ketiga ini lahir karena memang ada riset dan fakta dilapangan seperti ini. Makanya ini sebuah kisah yang kita samarkan meskipun ada penambahan di beberapa elemen. Ketika kita membangun storytelling kita bertanya, apakah ini pure sebagai karangan walaupun dia memberikan referensi-referensinya. Saya kepikiran juga diawal kita full mendatangkan narasumber asli cuman beliau keberatan,” tutupnya.

Agung Saputra sebagai Produser Leo Pictures juga menyampaikan wawancara di Metropole XXI Cikini (12/7) bahwa “Awalnya dalam pemilihan pemain dilihat karakter-karakternya itu kita baca dulu ceritanya kira-kira siapa yang cocok memerankan masing-masing karakternya, setelah itu kita buka casting dan bersama Leo Pictures mencari siapa yang cocok hingga terpilihlah mereka. Terus kalau ceritanya kenapa bukan film drama karena ceritanya Sosok Ketiga untuk saat ini tentang poligami, rumah tangga rata-rata kalau ada orang ketiga biasanya berbalut mistis itu yang kita angkat.

Untuk lama Shootingnya adalah 16 hari dengan lokasi shootingnya di Yogyakarta. Memamg dalam shooting itu ada kejadian-kejadian karena dihari pertama kita mau take itu monitor tidak mau nyala, sampai harus dipindahin dulu keluar baru nyala, terus banyak banget hal-hal mistis yang kejadian misalnya ada yang mengalami kesurupan karena memang tempatnya rumah tua yang kita pakai. Target penjualan tiket setinggi-tingginya saja, sedikasihnya sama uang diatas.

Didalam kehidupan masyarakat sekarang orang-orang sosok ketiga itu banyak banget, kita mau mengangkat disitu biar dekat sama penonton. Makanya harus nonton film “Sosok Ketiga” biar relate sama penonton di Indonesia dimana ini pelakor dibalut sama santet, pelet. Kalau kehadiran tokoh agama dilokasi memang selalu ada Ustadz yang jagain kita, nanti kalau disini ada diperankan oleh Dani Alamsyah yang berperan sebagai Ustadz.
Jangan lupa Tanggal 22 Juni 2023 tontonlah film “Sosok Ketiga” ini di bioskop kesayangan anda!,” tutupnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…