Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

Peningkatan Kemampuan Berjejaring Rumah Sakit Dukung Kemajuan Ekosistem Wisata Medis Dalam Negeri

×

Peningkatan Kemampuan Berjejaring Rumah Sakit Dukung Kemajuan Ekosistem Wisata Medis Dalam Negeri

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Example 300x600

 

Peningkatan Kemampuan Berjejaring Rumah Sakit Dukung Kemajuan Ekosistem Wisata Medis Dalam Negeri

 

 

Jakarta, Gramediapost.com

 

Setidaknya ada 2 juta warga negara Indonesia yang saat ini masih berobat keluar negeri dengan tujuan negara Wisata medis favorit seperti Malaysia,  Singapura,  Jepang,  Amerika,  jerman dan lainnya. Presiden joko Widodo menegaskan untuk tidak membiarkan hal tersebut terus terjadi karena hingga saat ini telah menyebabkan potensi Rp 165 triliun devisa negara hilang diakibatkan aliran modal yang keluar negeri terus menerus (“2 Juta WNI Berobat ke Luar Negeri, Jokowi: Rp 165 Triliun Devisa Kita Hilang.” Kompas.com).

Persepsi kualitas pelayanan medis lebih baik, jenis layanan lebih lengkap didukung teknologi informasi dan teknologi medis terkini, serta harga yang lebih kompetitif adalah beberapa alasan WNI berobat ke luar negeri. Padahal Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan industri wisata medis karena telah memiliki 374 rumah sakit kelas A dan B yang paripurna/internasional serta memiliki destinasi wisata kelas dunia.

Bapak dr. Ediansyah, M.A.R.S, M,M.,  Seorang Direktur Rumah Sakit An-Nisa di Cibodas, Tangerang, menjadikan persoalan di ataS Sebagai bahan penelitian yang dituangkan dalam disertasi berjudul “Pengaruh dan Anteseden Kemampuan Berjejaring terhadap Kinerja Rumah Sakit yang Dimoderasi oleh Ekosistem Wisata Medis dan Dinamika Lingkungan Eksternal” dan dipaparkan dalam Sidang Promosi Doctor of Research in Management (DRM) BINUS Business School pada Sabtu, 11 Maret 2023 di Auditorium Kampus Anggrek, BINUS @Kemanggisan,
Jakarta.

Promovendus Bahas Faktor yang Pengaruhi Kinerja Rumah Sakit

Dalam disertasinya, dr. Ediansyah sebagai promovendus mengkaji bagaimana kinerja rumah sakit dipengaruhi oleh berbagai faktor melalu pengembangan kemampuan networking serta peran dari ekosistem dalam wisata medis. Untuk mendukung penelitiannya,  promovendus mengumpulkan data secara online melalui kuesioner yang dibagikan kepada direktur rumah sakit kelas A dan B yang terakreditasi, baik nasional maupun internasional. Menurut dr. Ediansyah, hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kemampuan berjejaring, orientasi pasar, serta integrasi sumber daya berpengaruh positif terhadap kinerja rumah sakit.

Penelitian ini juga membuktikan adanya hubungan dari tiap faktor kepada satu sama lain, dibantu dengan beberapa faktor lainnya. Salah satunya adalah bagaimana ekosistem wisata medis dapat memperkuat hubungan antara kinerja rumah sakit dengan kemampuan berjejaring.

Promovendus juga memberikan saran agar pemerintah dapat membentuk wadah bagi stakeholder ekosistem wisata medis dan memberikan insentif kepada rumah sakit. Selain itu, dr. Ediansyah menyampaikan beberapa saran untuk rumah sakit, misalnya saja bagaimana rumah sakit harus menyediakan sumber daya manusia dengan kemampuan komunikasi yang baik.

Undang Pakar yang Ahli di bidangnya Sebagai Narasumber

Dalam Sidang Promosi DRM ini hadir Sebagai Ketua Sidang sekaligus Rektor BINUS University Prof, Harjanto Prabowo, S.E, MM: Promotor  promovendus  Prof. Dr. Mts. Arief, MBA., CPM.,, Ko-promotor Prof. Dr. Ir. MohamMad Hamsal, MSE., MOM., MBA, CISCP,  CPOD, dan Dr. Sri t Bramantoro Abdinagoro, STMM: serta Dewan Penguji Prof. Idris Gautama So, SE., S.Kom.,  M.M, Ph.D, Dr. Asnan Furinto,S,T., M.M., MBA, dan Dr. dr. Sutoto, M.Kes.

Selain itu, dalam Sidang Promosi DRM ini juga dihadirkan narasumber ahli, yaitu Prof. Dr. Laksono Trisnantoro, M.SCPh.D, Guru Besar ilmu  Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada dan Staf Khusus Menteri Kesehatan RI. Beliaw memberi tanggapan terhadap hasil disertaSl dari promovendus dr. Ediansyah.

Keberlanjutan dalam Pendidikan Doktorai Apa yang dilakukan oleh Dr. dr. Ediansyah ini bisa dikatakan sebagai salah satu usaha untuk mendukung keberlanjutan atau sustainability. Keberlanjutan sendiri bisa diartikan sebagai sebuah perkembangan yang dapat memenuhi kebutuhan di masa sekarang tanpa memberikan nce kompromi terhadap pemenuhan kebutuhan di generasi mendatang. Dalam hal ini, keberlanjutan dapat dikaitkan pada tiga bidang yang berbeda, yaitu bidang kesejahteraan ekonomi, sosial, serta lingkungan.

“Seorang doktor, selain mengkaji dan paham akan bidang keilmuannya dalam hal ini ilmu manajemen, pada umumnya memang dibutuhkan untuk mengembangkan solusi yang inovatif terhadap berbagai permasalahan di masyarakat dalam ketiga bidang tersebut. Dengan menempuh pendidikan doktor, penelitian Dr. dr. Ediansyah dapat memberikan kontribusi dalam keberlanjutan pembangunan di bidang sosial yang tidak hanya berguna di masa sekarang, tapi hingga puluhan tahun ke depan atau bahkan selamanya,” ujar Dr. Sri Bramantoro Abdinagoro, S.T., M.M, selaku ko-promotor dan Deputy Head of Doctor of Research in Management BINUS Business School.

Sejalan dengan Semangat Fostering dan Empowering BINUS University

Dalam menjalankan setiap kegiatannya, BINUS University selalu berpegang teguh pada visi mereka sebagai “World-class university fostering and empowering the society in building and serving the nation”. Artinya, BINUS University akan terus berusaha untuk membina serta memberdayakan masyarakat dalam membangun dan mengabdi pada negara.

Melalui semangatnya untuk menempuh pendidikan doktor, Dr. dr. Ediansyah berhasil mencerminkan semangat fostering dan empowering yang selalu dipegang teguh oleh BINUS University. Sebagai seorang doktor, diharapkan Dr. dr. Ediansyah akan terus mengabdi kepada masyarakat sebagai bentuk usaha terhadap keberlanjutan pembangunan sosial di Indonesia.

“Tujuan utama dari disertasi ini adalah mengkaji secara empiris dan memberikan solusi bagi peningkatan kinerja rumah sakit dalam layanan wisata medis melalui pengembangan kemampuan berjejaring dan peranan dari ekosistem sehingga mampu menahan masyarakat Indonesia tidak berobat ke luar negeri,” tulis Dr. dr Ediansyah, M.A.R.S., M.M., pada bab akhir disertasinya mengungkapkan harapan dari penelitian ini.

Penelitian yang dihasilkan oleh Dr. dr. Ediansyah adalah salah satu bukti bahwa BINUS University akan terus mendukung BINUSIAN untuk membangun negara, serta memberikan kontribusi terhadap perkembangan komunitas global. Dengan begitu, BINUSIAN diharapkan bisa terus berkontribusi pada keberlanjutan pembangunan, serta terus berusaha untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat, baik Indonesia maupun komunitas global.

Tentang BINUS BUSINESS SCHOOL BINUS Business School sebagai salah satu fakultas unggulan di BINUS University yang memiliki jumlah mahasiswa terbanyak di antara fakultas lainnya, untuk jenjang S1, S2 dan S3, yang tersebar di kota Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Malang dan Semarang. BINUS Business School telah memperoleh akreditasi internasional AACSB (The Association to Advance Collegiate Schools of Business) pada tahun 2019 dan menjadi satu-satunya universitas swasta di Indonesia yang meraih pengakuan bergengsi ini. Selain itu, program Magister Manajemen BINUS Business School masuk dalam jajaran Top 250 OS Global MBA Rankings di peringkat #201-250 dunia selama dua tahun berturut-turut di OS Global MBA Rankings 2022 dan 2023 dan saat ini menjadi program MBA #1 di Indonesia.

(Hotben)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…