Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

BSI Maslahat Menggelar Grand Launching & Public Expose

×

BSI Maslahat Menggelar Grand Launching & Public Expose

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

 

Example 300x600

 

BSI Maslahat Menggelar Grand Launching & Public Expose

 

Resmi Bertransformasi Menjadi BSI Maslahat

 

Jakarta, Gramediapost.com

 

BSI Maslahat Menggelar Grand Launching & Public Expose

kepada seluruh stakeholder dengan tema “Maslahat Membangun Negeri”. Kegiatan ini berturuan untuk memperkenalkan BSM Umat yang telah bertransformasi menjadi BSI Masiahat sebagai mitra utama dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk dalam syiar sebagai sahabat Sosial di ekosistem ekonomi syariah.

Dalam Grand Launching & Public Expose ini akan ada beberapa rangkaian acara diantaranya pemberian penghargaan kepada tokoh, komunitas atau lembaga: penandatangan MoU dengan 10 tembaga mitra, MoU BSI Maslahat dan BSI terkait Griya dan Mitraguna Maslahat dan PKS kerja sama wakaf antara BSI Masiahat dengan Muwakif dan taiskhow terkait ZISWAF dan Wakaf Uang.

Hadir dalam acara yang berlangsung di Ruang Nareswara Convention Hall, Gedung SMESCO, Ketua Dewan Pembina BSI Maslahat Sekaligus Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk Hery Gunardi, Ketua Pengurus BSI Maslahat, Riko Wardhana: Direktur Eksekutif BSI Maslahat, Sukoriyanto Saputro: Komisaris, Direksi SEVP dan perwakilan talkshow, penerima penghargaan serta penandatangan MoU dan PKS.

Ketua Dewan Pembina BSI Maslahat yang juga Direktur Utama BSI, Hery Gunardi menyampaikan transformasi yang dilakuan BSI Maslahat ini tidak hanya bersifat penyatuan organisasi, namun juga penyamaan visi dan misi sebagai Lembaga yang “Terdepan dalam menguatkan ekosistem ekonomi syariah”.

“Pada tahun ini BSI Maslahat berkomitmen pada tiga hal diantaranya pertama adalah melibatkan ekosistem ekonomi syariah untuk bergerak mendinamisasi dan saling memberikan dampak signifikan dalam kemajuan ZISWAF dan keuangan syariah,” kata Hery Gunardi.

Kedua adalah menciptakan produk pemberdayaan yang bersaing pasar serta menjembatani ekonomi umat untuk memenuhi kebutuhan. Sedangkan ketiga adalah menciptakan sumber daya baru untuk sustainability lembaga.

Dengan tema besar yaitu “Maslahat Membangun Negeri”, BSI Maslahat ingin terus bergerak, membangun negeri dari Desa untuk Indonesia. Diharapkan dengan ini BSI Maslahat tidak hanya sebagai katalisator perubahan kebaikan untuk umat namun juga simpul-simpul pusat ekonomi keumatan yang saling menguatkan.

Ketua Pengurus BSI Maslahat Bapak Riko Wardhana menyampaikan BSI Maslahat hadir sebagai mitra strategis BSI dan sebagai lembaga pengelola dana ZISWAF, CSR dan dana sosial yang Amanah dan Profesional.

“Dengan tagline baru yaitu bertumbuh bersama meluaskan maslahat, hal ini mendiskripsikan BSI Maslahat mendorong kebersamaan didalam ekonomi syariah untuk terus tumbuh dan berkembang untuk membangun kemaslahatan umat,” kata Riko.

Direktur Eksekutif BSI Maslahat, Sukoriyanto Saputro mengatakan BSI Maslahat siap bertransformasi dan bertumbuh menjadi lembaga zakat terpercaya, modern serta dinamis.

“Semoga rangkaian acara hari ini bisa menumbuhkan doa yang baik bagi para hadirin untuk keberlangsungan BSI Maslahat di masa depan dan memudahkan perjalanan untuk membangun Indonesia,” kata Suko.

Dalam Grand Launching & Public Expose ini juga dilakukan Performance Art, dan pameran yang menampilkan produk produk binaan BSI Maslahat.

BSI Masiahat merupakan mitra strategis dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dalam melakukan penyaluran dan penghimpunan dana ZISWAF, CSR dan Dana Sosial yang berpacu pada indikator sustainability. Sehingga pemanfaatan programnya dapat berdampak luas.

Pada tahun ini, BSI Maslahat mempunyai campaign dan produk baru diantaranya Give 20k dan goamal.org. Untuk program campaign Give 20k meliputi, ekonomi, pendidikan, kemanusiaan, masjid dan lain sebagainya.

Sedangkan goamal.org adalah platform sedekah online penghimpun dana zakat, infak, dan wakaf yang dikelola oleh BSI Maslahat. dengan goamal.org, sahabat bisa berdonasi semudah scan Oris. selain itu, pembayaran donasi sahabat bisa berapa saja, dimana saja, dan kapan saja.

Tentang BSI Maslahat

Didirikan pada tanggal 21 November 2001 dengan nama Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (Yayasan BSMU) lalu secara resmi berganti logo dan nama pada tahun 2022 menjadi Yayasan Bangun Sejahtera Indonesia Maslahat (BSI Maslahat) sebagai upaya memperkuat kemitraan dengan mitra strategis PT Bank Syariah Indonesia Tbk dalam mengoptimaikan potensi dan menghimpun dana ZISWAF (Zakat,Infag,Sedekah dan Wakaf) serta donasi sosial dan CSR dengan sasaran muzakki (donatur) perorangan maupun perusahaan,

Dalam aktifitas pengelolaan dan penyaluran dana kepada ashnaf mustahik, BSI Maslahat mendasari programnya untuk menyantuni dan memberdayakan potensi para mustahik (penerima manfaat), sehingga mustahik memiliki peluang dan mampu bersaing mengangkat derajat kehidupan yang lebih baik lagi.

Di bidang pendidikan, BSI Maslahat mempunyai pilar Didik Umat dengan program unggulan yaitu BSI Sociopreneur: BSI Scholarship, Sahabat Pelajar BSI Masiahat. BSI Masiahat juga mempunyai pilar Mitra Umat yang memiliki program unggulan diantaranya Desa Berdaya Sejahtera Indonesia (Desa BSI) dan berbagi program lainnya, seperti Warteg Mobile. Sedangkan

untuk pilar Simpati Umat, BSI Maslahat mempunyai program terkait dengan kebencanaan dan pelayanan kesehatan, yaitu BSI Masiahat Care.

Untuk Informasi lebih lanjut dapat menghubungi: Corporate Communication Department BS! Maslahat

Info@bsimaslahat.org Media social: Facebook: BSI Maslahat: Instagram: BSI Masiahat: Youtube: BSI Masiahat

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…