Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

Peternakan Anjing Ilegal di Komplek Perumahan, Perlukah Diatur lewat Perda?

×

Peternakan Anjing Ilegal di Komplek Perumahan, Perlukah Diatur lewat Perda?

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Peternakan Anjing Ilegal di Komplek Perumahan, Perlukah Diatur lewat Perda?

 

Example 300x600

Tangsel, Banten 02 Desember 2020

 

Saya dan warga lainnya terganggu dengan adanya peternakan anjing ilegal karena tidak ada ijin tetangga sekitar dikawasan perumahan demikian bunyi surat pembaca di salah satu harian ternama di Ibukota.
Ternyata hal ini terjadi bukan hanya di sebuah komplek perumahan Tangsel saja.

Padahal, warga telah berulang kali mengeluhkan masalah ini kepada Pengurus RT, RW, dan Kelurahan setempat, tetapi tidak pernah ada tanggapan.

Yang didapat, setiap hari warga hanya mencium bau kotoran anjing yang menyengat dan suara gonggongan yang berisik pada pagi sampai malam hari yang mengusik ketenangan warga. Terlebih lagi banyak anak-anak usia sekolah dan anak balita yang kerap kali terbangun dan harus menghirup udara kotor dan bau anjing.

Warga telah berusaha berulang kali melaporkan hal ini, tetapi tidak pernah ada tanggapan. Setiap kali mengajukan keberatan peternakan anjing, pemilik peternakan selalu tidak menghiraukannya.
Bahkan jumlah anjing bertambah banyak.

Mohon kepada instansi dinas peternakan, dinas kesehatan dan instansi terkait menindaklanjuti hal ini demi kesehatan dan kebersihan pemukiman. Demikian bunyi surat pembaca di koran nasional yang ditulis oleh seorang warga komplek sebuah perumahan.

Membaca tulisan diatas yang berasal dari “Redaksi YTH” harian umum nasional sungguh membuat hati menjadi miris. Terutama jika dibaca oleh seorang penggemar anjing. Saya berpikir, bagaimana kalau saya memposisikan diri sebagai penulis surat pembaca tersebut walaupun saya juga sangat menyukai dan memelihara anjing, pastinya juga akan merasa terganggu jika memiliki tetangga seperti itu.

Sebagai pecinta dan pemelihara anjing, sudah seharusnya kita memperhatikan masalah ini. Bukan hanya peternak atau breeder yang memiliki anjing dalam jumlah banyak saja tetapi juga perorangan yang hanya memiliki 1 ekor anjing untuk memperhatikan apakah anjing yang kita pelihara mengganggu ketenangan warga sekitar kita.

Tanpa memandang SARA, tidak semua orang disekitar kita menyukai anjing. Sebagai manusia, kita harus belajar menghormati hak orang lain agar hak kita juga dihormati.

Untuk menghindari hal-hal yang merugikan orang lain sebaiknya :

1. Untuk para breeder sebaiknya mencari lokasi kennel yang jauh dari pemukiman.

2. Jika lokasi kennel berada di daerah padat penduduk maka sebaiknya jumlah anjing tidak terlalu banyak, menghindari datangnya tamu dimalam hari agar anjing tidak berisik/menggonggong dan menjaga kebersihan kennel.

3. Melatih anjing agar mudah dikontrol. Hal ini berlaku pada kennel atau perorangan agar jika anjing menggonggong dapat diperintah untuk diam jika diperlukan.

4. Mempelajari karakter anjing yang akan dipelihara agar cocok dengan lingkungan.

5. Memperhatikan kebutuhan gizi, kesehatan dan kebersihan anjing agar tidak terjangkit penyakit yang dapat menular kepada manusia atau sesama anjing.

6. Sosialisasikan anjing anda agar tidak “kuper” dan mudah curiga. Anjing yang kurang sosialisasi maka akan mudah menggonggong sehingga dapat mengganggu ketenangan warga sekitarnya.

7. Jangan memaksakan kehendak, jika tempat tinggal dan lingkungan anda tidak memadai atau tidak cocok untuk memelihara anjing sebaiknya keinginan untuk memelihara anjing ditunda sampai waktu yang tepat.

Semoga hal-hal seperti ini tidak akan terjadi lagi dimasa yang akan datang.

Alangkah indahnya jika hal tersebut memperoleh solusi yang tepat, namun faktanya jauh panggang dari api.

Di masa pandemi ada 1001 alasan untuk para pemilik peternakan anjing mempertahankan hewan peliharaannya untuk tetap tinggal bersama di satu rumah bahkan berhimpitan dengan rumah warga sekitarnya. Bahkan dengan jelas memperjualbelikan secara online hewan peliharaannya. Karena berpikir tak ada aturan yang melarangnya.

Perlukah Perda untuk mengatur hal tersebut?
Ini PR bagi para Bupati/Walikota, Dewan terpilih yang akan datang untuk mengatur ketenangan, ketentraman bagi para warga yang bermukim khususnya di masa Pandemi ini agar tidak sampai terjadi konflik terkait hal tersebut.

(Lili Judiarti)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…