Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

Presiden Jokowi: Pembangunan Perlu Proses dan Perjuangan

×

Presiden Jokowi: Pembangunan Perlu Proses dan Perjuangan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta, Gramediapost.com

 

Example 300x600

Pembangunan tak selamanya menyenangkan dan menuai hasil dengan segera. Semua butuh proses dan perjuangan yang terkadang terasa pahit. Demikian halnya dengan program pembangunan yang menjadi fokus perhatian pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam empat tahun ini.

Hal itu disampaikan Presiden saat menghadiri peluncuran buku “Jokowi Menuju Cahaya” yang ditulis oleh Alberthiene Endah di Hotel Mulia, Jakarta Pusat, Kamis, 13 Desember 2018.

“Kita harus sadar bahwa proses kadang pahit, proses kadang sakit. Suatu saat kita memetik buahnya. Jangan sampai kita mendidik masyarakat ini dengan yang instan, hal-hal yang menyenangkan, dan memanjakan,” ujarnya.

Dalam acara yang dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri Kabinet Kerja, Presiden mengatakan bahwa mudah saja bagi dirinya untuk membangun masyarakat secara instan dengan mengeluarkan kebijakan dan program-program yang memiliki efek dalam jangka pendek dan terasa menyenangkan.

Namun, ia yakin bahwa Indonesia bisa berdiri dengan kokoh bila dibangun dengan cara-cara yang baik dan diselingi kerja keras.

“Mudah sebetulnya kalau mau inginnya yang seperti itu. Buat saja subsidi, bantuan sosial, dan BLT (bantuan langsung tunai) sebanyak-banyaknya kepada masyarakat. Senang semuanya. Tapi membangun sebuah rumah yang kokoh memang perlu fondasi-fondasi yang kuat,” tuturnya.

Sebagai bagian dari pembangunan fondasi yang kokoh, pemerintah sudah bersiap untuk menyentuh tahap berikut dalam pembangunan nasional. Sumber daya manusia ialah aspek yang akan menjadi perhatian pemerintah bagi pembangunan bangsa mulai tahun mendatang.

“Dalam perjalanan panjang menuju sebuah negara yang besar kita memerlukan infrastruktur dalam bersaing. Yang kedua, manusianya juga menjadi syarat mutlak,” kata Presiden.

Selain itu, reformasi struktural pemerintahan juga terus dilakukan bertahap. Presiden kembali menyinggung soal kecepatan yang menjadi kunci dalam persaingan antarnegara.

“Sering saya sampaikan yang namanya negara besar belum tentu mengalahkan negara kecil. Negara yang kuat belum tentu bisa mengalahkan negara yang lemah. Tetapi negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat, itu iya. Ke depan pasti seperti itu,” ujarnya.

Dengan membangun sebuah fondasi yang kuat, Presiden yakin bahwa sekeras apapun gelombang yang nantinya menerjang, bangsa Indonesia akan tetap berdiri tegak dan menghadapinya dengan kekuatan penuh.

“Beda soal kalau kita memanjakan, terkena gelombang sedikit saja sudah langsung hilang terseret dengan gelombang tadi,” tandasnya.

Jakarta, 13 Desember 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*Kapolda Pimpin Sertijab 3 Pejabat Utama PMJ, Pesan Tegas: Tunjukkan Kinerja Terbaik* Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri memimpin serah terima jabatan (sertijab) tiga pejabat utama, yakni Karorena, Dirreskrimsus, dan Dirressiber di Lobby Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Senin (6/4/2026) pukul 11.00 WIB. Dalam arahannya, Kapolda menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus upaya memperkuat kinerja institusi di tengah tantangan yang semakin kompleks. “Pengabdian itu tidak pernah berhenti, hanya berpindah tempat. Apa yang telah dilakukan menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi,” ujarnya. Ia mengapresiasi kinerja pejabat lama yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata dan fondasi kuat bagi Polda Metro Jaya. Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan kinerja organisasi. Kepada pejabat baru, Kapolda memberikan pesan tegas agar segera beradaptasi dan menunjukkan kinerja terbaik. Ia mengingatkan bahwa setiap personel yang pernah bertugas di Polda Metro Jaya akan selalu menjadi perhatian dalam perjalanan kariernya. “Setiap yang keluar dari Polda Metro Jaya pasti akan dilihat kualitasnya. Maka tunjukkan kinerja terbaik,” tegasnya. Kapolda juga menekankan pentingnya menjaga integritas, soliditas, dan loyalitas dalam pelaksanaan tugas. Ia meminta seluruh jajaran terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Dalam sertijab tersebut, jabatan Karorena Polda Metro Jaya diserahterimakan dari Brigjen Pol. I Bagus Rai Elryanto kepada Kombes Pol. Teguh Tri Sasongko. Kemudian jabatan Dirreskrimsus Polda Metro Jaya diserahterimakan dari Brigjen Pol. Edy Suranta Sitepu kepada Kombes Pol. Dr. Victor Dean Mackbon. Selanjutnya, jabatan Dirressiber Polda Metro Jaya diserahterimakan dari Brigjen Pol. Roberto G.M. Pasaribu kepada Kombes Pol. R. Bagoes Wibisono. Pergantian pejabat ini diharapkan dapat memperkuat kinerja satuan serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Nasional

Kapolda Pimpin Sertijab 3 Pejabat Utama PMJ, Pesan…