Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

PT Sumber Mas Konstruksi Tbk Gelar Paparan Publik 2026: Pendapatan Perusahaan 2025 Capai 69,503 Miliar.

×

PT Sumber Mas Konstruksi Tbk Gelar Paparan Publik 2026: Pendapatan Perusahaan 2025 Capai 69,503 Miliar.

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PT Sumber Mas Konstruksi Tbk Gelar Paparan Publik 2026: Pendapatan Perusahaan 2025 Capai 69,503 Miliar.

 

Example 300x600

 

Pada Rabu, 26 Juni 2026

 

PT Sumber Mas Konstruksi Tbk Menggelar Paparan Publik 2026 Di Hotel Bidakara, Jakarta. (24/06/26)

 

Paparan Publik tersebut  dihadiri oleh jajaran Direksi perseroan dan juga para awak media online.

 

Pada agenda tersebut perseroan memaparkan mengenai profil perusahaan, kegiatan usaha perusahaan, kinerja perusahaan tahun 2025 dan prospek dan rencana usaha perusahaan.

Profil Perusahaan

PT Sumber Mas Konstruksi Tbk merupakan Perusahaan Terbatas yang didirikan pada tahun 1981 dan memulai kegiatan usaha jasa konstruksi umum. Kegiatan usaha konstruksi umum Persero meliputi arsitektur, interior, jalan dan jembatan, mekanikal elektrikal yang berorientasi pada ketepatan, kecepatan dan efisiensi. Perseroan dalam kegiatan jasa konstruksi umum bekerjasama dengan Pihak Perusahaan Swasta maupun Badan Usaha milik Negara/Daerah.

Dalam beberapa tahun terakhir Perseroan lebih banyak melakukan pembangunan gedung, arsitektur gedung, jalan dan jembatan. Perseroan telah mencatatkan seluruh sahamnya di BEI pada tanggal 9 Maret 2022.

Adapun susunan Direksi dan Komisaris adalah:
* Komisaris Utama : Intan Magdalena P.
* Direktur Utama : Budi Aris P.
* Komisaris Independen : Untung Surono
* Direktur : Ruben Partogi P.

Kegiatan Usaha Perusahaan

– Konstruksi Bangunan Sipil Jalan
– Konstruksi Gedung Perkantoran
– Konstruksi Bangunan Perikanan dan Kelautan
– Konstruksi Cold Storage

Kinerja Perusahaan Tahun 2025

Aset perseroan pada 2025 mengalami sedikit kenaikan dari 210,962 miliar rupiah naik menjadi 211,266 miliar rupiah. Untuk liabilitas mengalami sedikit penurunan dari 4,860 miliar rupiah turun menjadi 4,596 miliar rupiah. Sedangkan ekuitas mengalami kenaikan dari 206,102 miliar naik menjadi 206,669 miliar rupiah. Sementara itu pendapatan perusahaan turun dari 85,229 miliar turun menjadi 69,503 miliar. Laba usaha turun dari 2,236 miliar menjadi 124 juta rupiah. Laba rugi turun dari 2,515 miliar turun menjadi 11 juta rupiah.

Prospek dan Rencana Usaha Perusahaan

Pada September 2025 Perseroan mengumumkan negosiasi rencana pengambil alihan. Disusul pada Oktober 2025 terjadi transaksi pengambil alihan saham perseroan dari PT Vina Nauli Jordania oleh Limp Shrimp Org Pte, Ltd. Pada Desember 2025 terjadi penandatanganan CSPA antara LSO dengan Panasia Aquaculture Pte, Ltd. Pada 2026 sampai kuartal pertama 2027 dilakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu.

 

Dalam paparan ini, Manajemen menjelaskan bahwa agenda RUPST tidak dapat memutuskan materi tertentu karena tidak mencapai kuorum, sehingga keputusan lanjutan akan dibawa ke rapat berikutnya.

Dari sisi operasional, bisnis inti masih berada di konstruksi, tetapi perseroan melihat penurunan signifikan pada volume pekerjaan dan memilih seleksi proyek yang lebih ketat, dengan fokus pada pekerjaan jangka pendek dan margin lebih tinggi. Di saat yang sama, perseroan menyiapkan arah baru melalui ekspansi ke budidaya atau aquaculture, termasuk peluang di sektor udang dan ekosistem terkait.

Manajemen juga menyampaikan bahwa rencana aksi korporasi 2026, termasuk potensi perubahan pengendali, masih dalam proses penjajakan dan harus mengikuti seluruh ketentuan hukum serta regulasi di Indonesia. Karena proses formal belum selesai, detail transaksinya belum bisa dibuka secara penuh. Secara strategis, perseroan ingin membangun kombinasi antara konstruksi dan bisnis baru yang saling mendukung, dengan penekanan pada disiplin, kepatuhan, dan pengembangan ekosistem yang lebih luas seperti produksi, distribusi, logistik, penyimpanan, ekspor, dan platform perdagangan.

RUPST Tidak Mencapai Kuorum

Keputusan Ditunda: Materi yang membutuhkan persetujuan formal belum bisa diputuskan dalam RUPST ini.

Dibawa ke Rapat Berikutnya: Agenda yang belum dapat dibahas akan dialihkan ke RUPS/RUPST selanjutnya.

Informasi Terbatas: Karena prosedur belum selesai, manajemen belum dapat memberi detail penuh.

Bisnis Inti Tetap Konstruksi

Fokus Utama Masih Sama: Aktivitas dasar perseroan tetap berada di bidang konstruksi.
Operasional Berjalan: Kegiatan konstruksi tetap dijalankan seperti biasa.
Basis Pendapatan Dijaga: Konstruksi masih menjadi fondasi bisnis yang dipertahankan.

Penurunan Volume Pekerjaan

Jumlah Proyek Menurun: Manajemen menilai volume kegiatan turun signifikan dibanding periode sebelumnya.
Dampak Terasa di 2025: Penurunan mulai dirasakan secara nyata sejak 2025.

Kuantitas Menjadi Sorotan: Yang paling terasa bukan hanya regulasi, tetapi berkurangnya jumlah pekerjaan.

Seleksi Proyek Lebih Ketat

Prioritas Jangka Pendek: Perseroan lebih memilih proyek yang cepat selesai.

Margin Lebih Tinggi: Kegiatan yang dipilih diarahkan ke pekerjaan dengan profitabilitas lebih baik.
Tidak Semua Proyek Diambil: Ada proses seleksi agar portofolio lebih efisien.

Ekspansi ke Budidaya

Arah Baru Usaha: Perseroan menambahkan budidaya sebagai lini pengembangan.

Fokus Ekosistem Udang: Orientasi bisnis perusahaan mengarah pada peluang akuakultur, termasuk udang.

Sinergi dengan Konstruksi: Bisnis baru diharapkan berjalan berdampingan dengan usaha lama.

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *