Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

DIASPORA SIKKA MENGGUGAT: MENANTI PEMBUKTIAN “NOMOR HP MENTERI” DI TENGAH KETERPURUKAN INFRASTRUKTUR MAUMERE

×

DIASPORA SIKKA MENGGUGAT: MENANTI PEMBUKTIAN “NOMOR HP MENTERI” DI TENGAH KETERPURUKAN INFRASTRUKTUR MAUMERE

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

DIASPORA SIKKA MENGGUGAT: MENANTI PEMBUKTIAN “NOMOR HP MENTERI” DI TENGAH KETERPURUKAN INFRASTRUKTUR MAUMERE

Oleh: Aliansi Diaspora Maumere Jakarta

Example 300x600

 

Setahun sudah Kabupaten Sikka berada di bawah kepemimpinan Bupati Juventus Prima Yoris Kago. Namun, bagi masyarakat Sikka, waktu setahun ini terasa seperti perjalanan di atas janji-janji palsu. Narasi “Maumere Baru” yang didengungkan saat kampanye kini berganti menjadi “Maumere yang Terabaikan”.

Sebagai putra daerah yang berada di Ibu Kota, kami merasa perlu untuk membongkar kontradiksi antara gimik politik dan realitas pahit di lapangan.

Antara “KEDEKATAN DENGAN MENTERI” dan PENGAKUAN ANAK ANGKAT JOKOWI

Masih segar di ingatan kita, saat kampanye Bupati dengan percaya diri menyatakan bahwa ia mengantongi hampir semua nomor HP menteri di kabinet Presiden Prabowo Subianto. Sebuah narasi yang menjanjikan “jalan tol” birokrasi dan anggaran pusat.

Namun, fakta bicara lain. Kenyataannya di Desa Ojang, Kecamatan Talibura guru dan murid harus bertaruh nyawa setiap hari, menerjang arus sungai karena jembatan yang tak kunjung dibangun. Di mana nomor HP para menteri itu saat nyawa anak bangsa di Sikka terancam demi pendidikan?

Kondisi pendidikan di Sikka juga berada di titik nadir. Di SMPN 48 Sa Ate Gaikiu, Desa Bu Utara Kabupaten Sikka siswa terpaksa belajar dengan duduk melingkar beralaskan tanah di bangunan sekolah yang hampir roboh.

Inikah hasil dari “Jaringan Nasional” yang dibanggakan itu? Ataukah jaringan tersebut hanya berfungsi untuk mempermudah perjalanan dinas pejabat ke Jakarta tanpa membawa pulang hasil konkret?

Kekacauan Tata Kota dan Tragedi Pasar Wuring

Kebijakan penutupan Pasar PNPM Wuring menjadi bukti nyata kegagalan eksekusi solusi. Janji untuk memindahkan pedagang ke Pasar Alok berakhir tragis; para pedagang justru terlunta-lunta di pinggir jalan Wuring. Ironisnya, akses jalan yang dijanjikan akan dibangun saat kampanye kini justru menjadi lahan darurat bagi pedagang yang ditertibkan.

Wajah Kota Maumere pun kian kusam. Janji kota yang bersih dan terang benderang kini hanyalah isapan jempol. Sampah berserakan di sudut-sudut kota, dan setiap kali hujan turun, banjir menggenangi titik-titik utama jalan kota karena sistem drainase yang buruk.

Maumere bukan lagi kota yang ramah, melainkan kota yang penuh dengan genangan dan kekotoran.
Infrastruktur yang “Mati Suri”
Sangat memprihatinkan melihat pintu masuk daerah kita, akses menuju Bandara Frans Seda, dalam kondisi yang tidak layak dilalui. Begitu pula dengan jalan di depan Rumah Jabatan Bupati yang kasar dan penuh lubang, serta jalan masuk Pasar Alok yang rusak parah. Bagaimana mungkin seorang pemimpin bicara tentang kemajuan jika jalan di depan matanya sendiri dibiarkan hancur?
Kesimpulan: Pemimpin Amanat atau Pemain Narasi?

Kami melihat kepemimpinan saat ini lebih sibuk di depan kamera (konten) dan sibuk mengurus kepentingan pribadi serta tim suksesnya. Anggaran daerah yang terbatas justru habis dipakai untuk biaya pulang-pergi Jakarta-Maumere yang tidak jelas manfaatnya bagi rakyat kecil.

Rakyat Sikka tidak butuh pemimpin yang hanya jago melakukan framing dan menggiring opini di media sosial. Rakyat butuh pemimpin yang bekerja nyata.

Kami menuntut Bupati Sikka untuk:

1. Segera membuktikan “Jaringan Pusat” tersebut dengan pembangunan infrastruktur jembatan dan sekolah yang layak.

2. Hentikan gimik politik di media sosial dan turunlah ke jalan-jalan berlubang di Maumere.

3. Audit Transparansi Anggaran perjalanan dinas dan penggunaan tim sukses yang membebani daerah.

Jika dalam sisa masa jabatan ini tidak ada perubahan signifikan, maka sejarah akan mencatat kepemimpinan ini sebagai rezim manipulasi narasi terbesar dalam sejarah Kabupaten Sikka.

Jakarta, 2 April 2026
Aliansi Diaspora Maumere Jakarta

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *