Keuskupan Agung Jakarta Gelar Jakarta Eucharistic Revival 2026 (JER 2026)
Jakarta, Gramediapost.com
Pada hari Sabtu yang berwarna pada tanggal 28 Februari 2026 bertempat di JICC Senayan diadakan sebuah acara bernama JER (Jakarta Eucharistic Revival) yang di hadiri 5000 umat katolik seluruh Indonesia.
Jakarta Eucharistic Revival 2026 (JER 2026) adalah gerakan rohani Keuskupan Agung Jakarta yang bertujuan memperdalam penghayatan iman umat katolik akan Ekaristi sebagai sumber dan puncak kehidupan Gereja.
Dalam Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta,Gereja di pahami sebagai persekutuan umat beriman dan gerakan Kerajaan Allah di tengah masyarakat.Melalui pendalaman spiritualitas Ekaristi,umat di ajak untuk menghidupi iman secara nyata dan tidak hanya dalam perayaan liturgi,tetapi juga dalam tanggung jawab sosial,kepedulian terhadap sesama,dan kontribusi kebaikan bersama.Jakarta Eucharistic Revival 2026 di harapkan menjadi momentum pembaharuan iman yang memperkuat karakter,solidaritas,dan komitmen kebangsaan dalam semangat persaudaraan.
Kegiatan ini terdiri dari sesi pembukaan,seminar umum dengan beberapa narasumber, Adorasi Sakramen Mahakudus dan Perayaan Ekaristi.
Peserta kegiatan adalah umat katolik dari wilayah Keuskupan Agung Jakarta dan sekitarnya,bersama para imam,biarawan-biarawati,dan tokoh awam.Jakarta Eucharistic Revival 2026 di harapkan menjadi momentum pembaruan iman yang memperkuat integritas pribadi,solidaritas sosial,dan semangat persaudaraan dalam kehidupan berbangsa.
Sebagai bentuk perwujudan iman yang inklusif,JER menghadirkan ruang dialog dan pemberdayaan bagi seluruh lapisan umat.Seminar Utama akan menghadirkan perspektif mendalam dan tokoh-tokoh inspiratif seperti Bapak Ignasius Jonan,bersama Romo Yus,Romo Jo,dan Romo Eko,yang akan mengupas relevansi iman di dunia modern.
Selain itu,terdapat berbagai rangkaian workshop kreatif,layanan Sakramen Rekonsiliasi,serta pameran produk ekonomi kreatif melalui booth UMKM paroki.Kaum muda juga di tantang untuk peduli pada kelestarian alam melalui program “Laudato Si Challenge”,sebuah ajakan konkret untuk mencintai bumi sebagai rumah kita bersama.
Ekaristi (bahasa Indonesia) berasal dari bahasa Latin, eucharistein. Eucharistein berarti “ucapan terima kasih”.
Dengan demikian, Ekaristi adalah kurban pujian dan syukur kepada Allah Bapa, di mana Gereja menyatakan terima kasihnya kepada Allah Bapa untuk segala kebaikan-Nya di dalam segala sesuatu: untuk penciptaan, penebusan oleh Kristus, dan pengudusan.
Dalam Ekaristi, Yesus Kristus, Sang Sumber Keselamatan kita, Hadir secara langsung. Karena Ekaristi itu sungguh Yesus, dan Ia Adalah sumber dari segala sesuatu, maka dengan otomatis Ia Adalah sumber dari segala sesuatu, maka dengan otomatis Ia Menjadi sumber kehidupan Gereja. Kenyataan Yesus sebagai Sumber kehidupan Gereja, maka dengan sendiri pula hidup mereka yang mengimani-Nya sebagai sumber kehidupan.Menjadikan Kristus sebagai pusat hidup.
Hidup umat beriman tidak lagi berpusat pada diri sendiri, tetapi pada Sang Sumber Hidup itu sendiri. Kita berjuang untuk semakin dekat dengan Sang Hidup itu sendiri. Kita berjuang untuk semakin dekat dengan Sang Hidup.Ekaristi ucapan terima kasih kepada Allah (“eucharistier”).Orang Yahudi memuliakan karya Allah pada waktu makan Ekaristi di sebut juga Perjamuan Tuhan,karena Ekaristi di tetapkan pada saat perjamuan malam terakhir.
Ada yang melihat Ekaristi sebagai Pernikahan Anak Domba.Pernikahan itu terjadi di Yerusalem surgawi. Ekaristi adalah Kurban kudus, karena menghadirkan kurban tunggal Kristus. Kurban Kristus melebihi semua kurban Perjanjian Lama. Dari segi liturgi, Ekaristi disebut Liturgi kudus dan ilahi, karena seluruh liturgi Gereja berpusat dalam Sakramen Ekaristi. Ekaristi juga disebut Sakramen Mahakudus, karena Ekaristi adalah Sakramen Kristus, dan pengudusan.
Dalam Ekaristi, Yesus Kristus, Sang Sumber Keselamatan kita, Hadir secara langsung. Karena Ekaristi itu sungguh Yesus, dan Ia Adalah sumber dari segala sesuatu, maka dengan otomatis Ia Adalah sumber dari segala sesuatu, maka dengan otomatis Ia Menjadi sumber kehidupan Gereja. Kenyataan Yesus sebagai Sumber kehidupan Gereja, maka dengan sendiri pula hidup mereka yang mengimani-Nya sebagai sumber kehidupan.Menjadikan Kristus sebagai pusat hidup. Hidup umat beriman tidak lagi berpusat pada diri sendiri, tetapi pada Sang Sumber Hidup itu sendiri. Kita berjuang untuk semakin dekat dengan Sang Hidup itu sendiri. Kita berjuang untuk semakin dekat dengan Sang Hidup.Ekaristi ucapan terima kasih kepada Allah (“eucharistier”).Orang Yahudi memuliakan karya Allah pada waktu makan Ekaristi di sebut juga Perjamuan Tuhan,karena Ekaristi di tetapkan pada saat perjamuan malam terakhir.Ada yang melihat Ekaristi sebagai Pernikahan Anak Domba.Pernikahan itu terjadi di Yerusalem surgawi. Ekaristi adalah Kurban kudus, karena menghadirkan kurban tunggal Kristus. Kurban Kristus melebihi semua kurban Perjanjian Lama. Dari segi liturgi, Ekaristi disebut Liturgi kudus dan ilahi, karena seluruh liturgi Gereja berpusat dalam Sakramen Ekaristi. Ekaristi juga disebut Sakramen Mahakudus, karena Ekaristi adalah Sakramen dari segala sakramen.Melkisedek membawa “roti dan anggur” sebagai persembahan. Roti dan anggur dipersembahkan di antara buah-buah sulung,sebagai tanda terima kasih kepada Pencipta. Dalam Paskah Israel, roti tak beragi mengingatkan ketergesaan, juga manna di padang gurun.
Bapak Kasianus Budi dari Paroki Sathora Bojong Indah menceritakan ia kurang memahami iman katolik.pada watu kelas 2 SMA ia berpindah denominasi agama lain selama 35 tahun.Ia balik ke katolik pada waktu covid-19 mengalami kekeringan dan mengikuti zoom pendalaman agama.Ia belajar agama denominasi agama lain dan mengikuti kursus-kursus dan ia menemukan benang merah.Tuhan tidak pernah meninggalkan gerejanya sampai akhir zaman dan ia bangga menjadi katolik karena firman Tuhan sendiri.Ekaristi mengajarkan simbol atau lambang.Menjadi serupa dengan Tuhan itu yaitu mengikuti ekaristi.Istrinya ikut ia menjadi katolik di katetikasesikan pada tahun 2002 dan dibaptis pada tahun 2003.Anaknya tinggal di Australia.Anak 1 jadi guru sekolah minggu dan anak ke-2 jadi singer.Anak 1 ia dibaptis pada tahun 2023.Anak ke-2 ia mengalami kekeringan dan mengikuti pelajaran Alkitab dan ia ikut katetisasi pada tahun 2024 paskah ini akan dibaptis.Ekaristi menjamin kekudusan kita.Ekaristi Tuhan benar-benar hadir didalam kehidupan kita dan berkorban menghormati Tuhan.
(Susan Sandy)




















