Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

LMND Jakarta Gelar Konferensi Wilayah, Angkat Isu Penggusuran dan Perampasan Ruang Hidup

×

LMND Jakarta Gelar Konferensi Wilayah, Angkat Isu Penggusuran dan Perampasan Ruang Hidup

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

LMND Jakarta Gelar Konferensi Wilayah, Angkat Isu Penggusuran dan Perampasan Ruang Hidup

 

Example 300x600

Jakarta, Gramediapost.com

 

Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Daerah Khusus Jakarta periode 2026–2028 menggelar Konferensi Wilayah (Konferwil) dengan mengusung tema “Gotong Royong Wujudkan Jakarta untuk Semua” dan subtema “Perampasan Ruang Hidup vs Kota Global, Pembangunan Jakarta untuk Siapa?”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di salah satu hotel di Jakarta Timur, Kamis (13/02/2026).

 

Ketua LMND DKJ Betran Sulani menyampaikan bahwa Konferwil merupakan forum tertinggi di tingkat wilayah yang menjadi ruang konsolidasi kader sekaligus perumusan kembali arah perjuangan organisasi dalam merespons situasi sosial di Jakarta.

“Konferensi wilayah ini menjadi momentum untuk merumuskan program-program perjuangan kami, khususnya terkait persoalan penggusuran dan perampasan ruang hidup yang masih sering terjadi di Jakarta,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, LMND Jakarta menyoroti sejumlah kasus penggusuran yang dinilai berdampak langsung pada masyarakat kecil.
Selama satu tahun delapan bulan terakhir, organisasi ini mengaku telah melakukan advokasi terhadap warga Menteng Pulo II yang direlokasi ke Rusun Jagakarsa pada 2 Desember 2025. Selain itu, LMND juga tengah mendampingi warga Kelurahan Guntur, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, yang menghadapi persoalan klaim dan penguasaan lahan di wilayah tempat tinggal mereka.

Menurut Betran penggusuran bukan hanya soal pemindahan tempat tinggal, tetapi juga menyangkut hilangnya ruang hidup, akses ekonomi, serta jaringan sosial masyarakat. “Yang digusur bukan hanya rumah, tetapi juga kehidupan mereka. Ini yang menjadi perhatian serius kami,” tegasnya.

Melalui Konferwil ini, LMND Jakarta mendorong pemerintah daerah untuk lebih mengedepankan dialog dan pendekatan humanis dalam setiap kebijakan penataan kota. Organisasi tersebut berharap adanya sinergi antara masyarakat dan pemerintah agar kebijakan pembangunan tidak mengorbankan hak-hak warga, terutama kelompok rentan.

Ke depan, kami berharap pemerintah dapat mempertimbangkan secara matang setiap upaya penertiban atau pembangunan yang berpotensi menggusur warga. Pembangunan harus berorientasi pada keadilan sosial dan benar-benar menghadirkan Jakarta untuk semua,” pungkasnya.

Konferensi Wilayah ini juga menjadi ajang pemilihan kepengurusan baru LMND Jakarta periode 2026–2028 serta penegasan sikap organisasi dalam mengawal isu-isu kerakyatan di ibu kota.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *