CIC Tegaskan Dan Dukung Polri Tetap Dibawah Presiden
Jakarta, Gramediapost.com
Dewan Pimpinan Pusat Corruption Investigation Committee (CIC) menyatakan sikap tegas mendukung Polri terhadap 8 poin pelaksanaan reformasi Polri.
Ketua Umum DPP CIC Raden Bambang.SS, dengan sikap tegas, bahwa Polri tetap dibawah Presiden sebagai lembaga penyidik utama dalam penegakan hukum di Negara tercinta ini.
“Posisi Polri dibawah Presiden merupakan amanat yang harus kita jaga, tidak bisa dirubah rubah sesuai konstitusi dan peraturan yang sudah di sahkan sejak jaman orientasi lama dan tetap netral dalam penegakan hukum yang ada,” tegas R.Bambang.SS Kamis (29/1/2026) di trunojoyo Jakarta kepada Wartawan.
R.Bambang.SS menambahkan, DPP CIC menolak keras Polri dibawah kementerian, Polri tetap dibawah Presiden dalam upaya penegakan hukum di NKRI.
Ketua Umum CIC Raden Bambang.SS mengungkapkan,” Sejarah Polri resmi dibentuk pada 1 Juli 1946 (diperingati sebagai Hari Bhayangkara) melalui Penetapan Pemerintah No. 11/S.D. 1946, setelah sebelumnya merupakan bagian dari Kepolisian Indonesia bentukan PPKI pada 19 Agustus 1945. R.S. Soekanto merupakan Kapolri pertama, dengan sejarah yang berakar dari zaman Majapahit (pasukan Bhayangkara) hingga modernisasi kepolisian Hindia Belanda. Polri sempat berada dalam ABRI sebelum terpisah pada 1 April 1999 dan bertransformasi menjadi lembaga mandiri di bawah Presiden yang bertugas memelihara keamanan, ketertiban, dan menegakkan hukum,” ujar R.Bambang.SS.
CIC menilai,Era Orde Lama & Baru: Polri sempat terintegrasi ke dalam ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia). Sedangkan Era Reformasi Polri dipisahkan dari ABRI (menjadi TNI) pada 1 April 1999 dan ditegaskan melalui TAP MPR No. VI/2000 serta UU No. 2 Tahun 2002 dan menjadi penyidik utama.
Raden Bambang.SS mengatakan,”Saat ini, Polri dipimpin oleh Kapolri dan berfokus pada pendekatan humanis serta restorative justice di bawah kepemimpinan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Yang jelas kita harus mendukung Polri terkait tugas dan keberadaan Polri harus tetap dibawah Presiden,” pungkas Ketua Umum CIC Raden Bambang.SS.



















