Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

HADAPI KEJAHATAN RANSOMWARE DENGAN BANGUN KERJA KOLABORATIF ANTAR PERUSAHAAN DAN LEMBAGA

×

HADAPI KEJAHATAN RANSOMWARE DENGAN BANGUN KERJA KOLABORATIF ANTAR PERUSAHAAN DAN LEMBAGA

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

 

Example 300x600

HADAPI KEJAHATAN RANSOMWARE DENGAN BANGUN KERJA KOLABORATIF ANTAR PERUSAHAAN DAN LEMBAGA

 

Jakarta, Gramediapost.com

 

Banyak perusahaan dan lembaga kita terkena serangan kejahatan Ransomware. Pelbagai data dibobol untuk kepentingan pelaku. Pelakupun berbalik melakukan ancaman dengan meminta bayaran bila tak mau data dirusak. Sayang, kita tak memiliki sistem keamanan siber yang kuat. Kerugian yang dialami institusi dan korporasi sangat besar.

Indonesia menjadi target tertinggi ransomware di dunia oleh pelaku kejahatan siber. Mengapa, karena semua orang tahu, sistem keamanan siber Indonesia sangat lemah. Pertanyaan kita, kenapa hal itu bisa terjadi dan bagaimana kita mengatasinya.

Pada kenyataan, begitu gampang pelaku kejahatan meretas sistem keamanan siber kita di Indonesia. Mereka mengobrak-abrik sistem kita dengan pelbagai tujuan. Sistem keuangan negara kita pun dibobol dan membuat kita kebingungan dan merugi secara besar-besaran.

“Sistem keamanan siber kita masih sangat lemah, mudah diterobos orang. Kita sudah saatnya membenahi sistem kita. Untuk itu, sudah tak boleh lagi kita kerja sendiri-sendiri, apalagi menutup-tutupi kasus Ransomware yang menimpa sistem keuangan dan data kita di tiap lembaga dan perusahaan,” ujar Dr. Pratama D. Persadha, Pakar Siber dan Chairman CISSRec dalam webinar bertajuk “Fighting Ransomware In Digital Economic Era” yang digelar oleh Infobank dan provider solusi IT Akamai Technologies di Hotel Ayana MidPlaza, Jakarta, Selasa (18/10/2022).

Menghadapi persoalan ini, menurut Pratama Persadha, tak mungkin kita bekerja sendiri-sendiri dalam menghadapi serangan siber. Dia mengingatkan hal itu, karena belum tentu sistem keamanan kita steril.

Sebaliknya, mungkin saja sister keamanan siber kita lemah. Itu terbukti dari banyak pengalaman kita dan data kita yang dibobol, seperti terlihat pada peringkat keamanan siber Indonesia yang masuk dalam kategori lemah.

Kegagalan kita adalah kita masih suka bekerja sendiri-sendiri. Masalah yang kita alami dianggap tabu bila diinformasikan kepada sesama kita. Akibatnya, kita menderita sendirian dan secara keseluruhan sistem keamanan siber kita terus diserang sehingga terjadi anomali.

Selama kita masih bekerja sendiri-sendiri, selama itu pula kita selalu menghadapi persoalan terancam oleh heker. Jalan terbaik adalah kita membangun kerja sama, kolaboratif, membangun forum untuk mendiskusikan pelbagai masalah ransomware, dan mencari solusi bersama. Sudah lama orang tahu sistem keamanan siber kita lemah.

Sistem keuangan kita harus bisa dibuat kolaboratif. Bila yang satu kena ransomware, informasi itu harus bisa dibagikan kepada perusahaan lain. Tidak bisa lagi kita menutup-tutupi kasus seperti itu, dengan maksud apapun. Semakin lama kita bekerja sendirian, semakin banyak kasus ransomware menimpa perusahaan dan lembaga kita.

“Belum tentu sistem kita ini steril. Kita harus saling komunikasi kalau ada anomali,” tutur Pratama Persadha.

Kebocoran data telah banyak terjadi. Namun ada banyak cara untuk mengamankan sistem keuangan kita dari kejahatan siber. Tak cukup masalah ini dihadapi dengan solusi teknologi.

Selain teknologi, dua faktor lain yang perlu diperhatikan adalah “people” dan proses. Kita sering mengeluarkan banyak uang untuk beli teknologi, sementara upaya untuk upgrade tenaga kita masih kurang diperhatikan. Ini sisi lemah korporasi dan institusi kita.

Menurut Pratama, minimal kita semua harus sadar dulu bahwa sistem keamanan siber kita di Indonesia menjadi incaran pelaku kejahatan siber karena sistem kita belum aman.

Pilihan menggunakan teknologi yang baik dalam membangun keamanan siber, bukan karena harganya mahal, melainkan sistem yang tepat dan kuat menghadapi ancaman ransomware. * (Rika)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*Kapolda Pimpin Sertijab 3 Pejabat Utama PMJ, Pesan Tegas: Tunjukkan Kinerja Terbaik* Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri memimpin serah terima jabatan (sertijab) tiga pejabat utama, yakni Karorena, Dirreskrimsus, dan Dirressiber di Lobby Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Senin (6/4/2026) pukul 11.00 WIB. Dalam arahannya, Kapolda menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus upaya memperkuat kinerja institusi di tengah tantangan yang semakin kompleks. “Pengabdian itu tidak pernah berhenti, hanya berpindah tempat. Apa yang telah dilakukan menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi,” ujarnya. Ia mengapresiasi kinerja pejabat lama yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata dan fondasi kuat bagi Polda Metro Jaya. Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan kinerja organisasi. Kepada pejabat baru, Kapolda memberikan pesan tegas agar segera beradaptasi dan menunjukkan kinerja terbaik. Ia mengingatkan bahwa setiap personel yang pernah bertugas di Polda Metro Jaya akan selalu menjadi perhatian dalam perjalanan kariernya. “Setiap yang keluar dari Polda Metro Jaya pasti akan dilihat kualitasnya. Maka tunjukkan kinerja terbaik,” tegasnya. Kapolda juga menekankan pentingnya menjaga integritas, soliditas, dan loyalitas dalam pelaksanaan tugas. Ia meminta seluruh jajaran terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Dalam sertijab tersebut, jabatan Karorena Polda Metro Jaya diserahterimakan dari Brigjen Pol. I Bagus Rai Elryanto kepada Kombes Pol. Teguh Tri Sasongko. Kemudian jabatan Dirreskrimsus Polda Metro Jaya diserahterimakan dari Brigjen Pol. Edy Suranta Sitepu kepada Kombes Pol. Dr. Victor Dean Mackbon. Selanjutnya, jabatan Dirressiber Polda Metro Jaya diserahterimakan dari Brigjen Pol. Roberto G.M. Pasaribu kepada Kombes Pol. R. Bagoes Wibisono. Pergantian pejabat ini diharapkan dapat memperkuat kinerja satuan serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Nasional

Kapolda Pimpin Sertijab 3 Pejabat Utama PMJ, Pesan…