RAPIMNAS PERDANA PARTAI INDONESIA DAMAI DIGELAR DI JAKARTA

0
697

 

RAPIMNAS PERDANA PARTAI INDONESIA DAMAI DIGELAR DI JAKARTA

Jakarta, Gramediapost.com

Untuk pertama kalinya, Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) Partai Indonesia damai digelar dengan kesederhanaan di Golden Boutique Hotel, Jl. Angkasa Jakarta, setelah bulan Oktober 2020 menggelar deklarasi nasional. PID memang menggebu untuk persiapan meraih kursi parlenen tahun 2024. RAPIMNAS yang dilangsungkan mulai tanggal 29-30 Mei 2021 ini dicanangkan untuk meyatukan langkah dan strategi partai sehingga lolos verifikasi dan masuk sebagai peserta Pemilu 2024.

Dalam pidato pembukaannya, Ketua Umum PID, Ir. Apri Hananto Sukandar M.Pd, mengajak untuk menyimak dasar-dasar partai pada pertama Kebenaran Alkitab sebagai dasar iman orang percaya; kedua Kebenaran Pancasila sebagai haluan dan ideologi berbangsa dan bernegara, dan Kontitusi atau UUD 1945 yang diwarnai kebinnekaan dalam persatuan nasional; serta ketiga ketertiban organisasi yang termakna dan tersurat dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

Kebenaran Alkitab harus kita wujudkan dalam kehidupan pribadi, umat, masyarakat, negara dan bangsa, karena kebenaran itu yang membimbing kita dalam berkarya di bidang apapun, termasuk dalam kehidupan politik dan berpolitik. Barusan kita melantukan Marcia PID yang mengamanatkan PID untuk mengibarkan Panji Kristus, Panji Kebenaran iman yang kita ikuti dan hayati. Kita percaya bahwa Panji Tuhan Yesus pasti menang.

*Saya berkeyakinan, inilah yang mendorong kehadiran kita semua berkumpul dalam RAPIMNAS Perdana ini untuk menyatukan tekad mewujudkan visi dan misi bersama kita. Demikian ditambahkan Ir. Apri Sukandar.

Beliau menunjuk pada kehidupan bangsa yang hingga saat ini masih menghadapi kekuatan negatif yang ditujukan untuk menghancurkan NKRI yang kita cintai bersama, yang terang-terangan bukan saja untuk mengganti haluan dan dasar negara Pancasila, tapi juga untuk memecah-mecah negara menjadi puing-puing tak berharga. Contohnya aktivis khilafah dengan aksi-aksi terornya secara keji dan tak berperi kemanusiaan memenggal murid-murid Tuhan, berkali-kali menjadi tontonan dunia. PID dengan konsisten menyerukan terus Pemerintah khususnya aparat keamanan dan TNI untuk mengejar, menumpas sampai ke akar-akarnya gerakan makar ini. Bertentangan dengan NKRI Pancasila, usaha mendirikan negara khilapah masih berlanjut dengan membaiat para pengikut Negara Islam Indonesia seperti beberapa hari lalu terjadi di kawasan Lampung. Sekalipun telah dinyatakan sebagai illegal, pengibaran dalam arak-arakan bendera khilafah masih terjadi seperti di Jawa Barat.

Baca juga  Kabaharkam Polri Kirim Bantuan 5 Ton Beras dan 15 Ribu Masker untuk Pengungsi Erupsi Gunung Semeru

Kebebasan dan kenyamanan beribadah bagi umat kristiani masih merupakan barang mahal untuk banyak tempat. Menurut Ir. Apri, penutupan-penutupan illegal rumah-rumah ibadah masih sering terjadi, yang bermakna bahwa implementasi sepenuhnya dari UUD 1945 belum tercapai. PID telah berulang-ulang mendesak Pemerintah untuk mencegah dan menangani serius hal-hal ini.

Ketum PID menyeroti pemicu timbulnya gerakan separatis di tanah air seperti di tanah Papua yang tentu harus diatasi dengan melihat akar permasalahan. Pembangunan ekonomi yang kurang menjangkau Warga Asli Papua menimbulkan disparitas dengan warga pendatang yang lebih mapan kehidupan sosial-ekonominya. Salah urus menjadi sumber kecemburuan sosial yang menjadi lahan subur separatisme. Karena itu PID mendesak Pemerintah untuk mempercepat pembangunan yang berimbang dengan mengangkat kehidupan sosial-ekonomi Warga Asli Papua dari keterpurukan.

Selain itu Ketum PID menunjuk fakta lapangan bahwa daerah-daerah tertinggal dalam kemiskinan di Republik ini kebanyakan adalah kawasan berpenduduk kristiani. Jadi jajaran PID dituntut bukan hanya tekun berdoa tapi juga berkarya nyata membawa solusi bagi pengentasan kemiskinan material dan immaterial. Propinsi dengan angka kemiskinan yang masih tinggi tercatat di NTT 21,21 persen dari penduduk, Sulteng 13,06, Sulbar 11,50, Maluku 17,99, Papua Barat 21,70, Papua 26,80.

Hal-hal tersebut diatas merupakan ilustrasi saja akan permasalahan besar dan mendasar bagi bangsa dan negara yang harus ditangani dengan konsisten dan konsekwen sebagaimana mestinya. Untuk itulah PID hadir dalam kancah perpolitikan nasional. PID percaya hanya dengan kehadiran kader-kader tangguh PID dalam lembaga-lembaga legislatif dan seksekutif penanganan masalah-masalah besar tadi dapat diatasi. Karena itu Ketum PID mengajak para kader partai memanfaatkan RAPIMNAS ini membahas langkah-langkah strategis dan teknis dalam mewujudkan sasaran dan target-target yang akan ditetapkan bersama.

Baca juga  DPP GMNI: Banjir Bukan Semata Bencana Alam, Tapi Soal Kebijakan

Selain itu, Ketum PID menggaris-bawahi bahwa kehadiran PID dalam NKRI merupakan kebutuhan untuk mewakili suara kristiani dalam menjaga kesatuan dan persatuan serta mensejahterakan masyarakat. Untuk itu ditekankan perlu kerja keras dan menjaga unity dan trust diantara pengurus dalam semua tingkatan, karena itulah penting berkonsolidasi untuk membawa PID menjadi P4 tahun 2024. Mengakhiri sambutannya, Ketum PID mengingatkan bahwa seusai RAPIMNAS program VERAFID atau Verifikasi Administrasi dan Faktual Partai Indonesia Damai akan langsung digulirkan, dimana Panitia pelaksana telah dibentuk di DPP.

Tampak hadir dalam acara Rapimnas ini adalah Pdt. Dr. Jerry Rumahlatu dan Dominikus Daby, Ketua DPC Partai Indonesia Damai Kota Jayapura, Papua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here