Batik Cany Khals Perkenalkan Wajah Indonesia Lewat Sarinah Jakpreneur 2020

0
669

Batik Cany Khals Perkenalkan Wajah Indonesia Lewat Sarinah Jakpreneur 2020

Jakarta, Gramediapost.com

Nama Sarinah Jakpreneur dipakai untuk menggelar produk IKM (Industri Kecil Menengah) pada tahun 2020. Dilihat dari namanya Sarinah dan Jakpreneur memiliki makna yang melegenda dan historik.

Siapa yang tak mengenal Sarinah, bangunan yang bersejarah salah satu karya monumental Bung Karno The Founding Father Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sarinah resmi terbuka bagi umum pada tanggal 15 Agustus 1966, dua hari menjelang HUT 21 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sarinah mencatatkan diri dalam sejarah sebagai pusat perbelanjaan di Indonesia. Nama Sarinah merupakan nama pengasuh Presiden Sukarno di masa kecilnya. Artinya jika dikaitkan dengan kekinian tepatlah jika Sarinah Jakpreneur menjadi “simbol” tempat yang mengasuh para pelaku industri kecil dan menengah di ibukota Jakarta sebagai ikon Indonesia dan Sarinah – Window of Indonesia (Sarinah Jendela Indonesia).

Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Propinsi DKI Jakarta, memilih Batik Cany Khals – Cany Khalid sebagai salah satu unggulan untuk tampil di Sarinah Entreprenuer 2020.

Batik Cany Khals merupakan salah satu branding terpilih, salah satu 1 dari 26 IKM untuk produk unggulan ditampilkan di Sarinah. Meski di Sarinah tidak banyak pembelinya tetapi banyak orang asing yang datang. Acara yang berlangsung sejak Selasa (25/02/2020) hingga Minggu (01/03/2020) memang yang pembelian secara retail tidak terlalu banyak tetapi orang asing yang suka datang ke pameran tersebut.

“Mereka suka memesan untuk souvenir untuk dibawa ke luar negeri jadi melalui kegiatan Sarinah Jakpreneur 2020 ini, kita lebih mempromosikan wajah Indonesia ke luar negeri melalui produk-produk industri kerajinan Indonesia,” ungkap Cany Khalid.

Terdapat 26 both/gerai yang digelar. Acara ini akan direncanakan diselenggarakan secara annual (tahunan), dimulai tahun pertama pada tahun 2020 untuk membuka pasar lebih luas lagi ke mancanegara. Ini merupakan yang pertama yang dilaunching Gubernur Propinsi DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.

Baca juga  DEWAN PIMPINAN PUSAT FORUM RELAWAN DEMOKARSI (FOREDER) MENDUKUNG POLRI DALAM MENEGAKKAN HUKUM DAN KONSTITUSI TERHADAP PIHAK-PIHAK YANG INGIN MELAKUKAN MAKAR DAN KERUSUHAN

Kegiatan ini merupakan wujud kontinuitas kepedulian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bagi peningkatan dan pengembangan pertumbuhan Industri Kecil dan Menengah yang dimulai sejak program OK OC lalu meningkat menjadi PKT (Program Pengembangan Kewirausahaan Terpadu) kini menjadi Jakpreneur.

“Mereka (Pemda DKI-red) sangat mendukung untuk skala mikro kecil. Kalau mikro yang penghasilan usahanya di bawah 200 juta, yang kecil di atas 200 juta hingga 2 M tetapi untuk dapat masuk untuk dapat mengikuti Program Jakpreneur ini adalah pengusaha yang kontuiniti produksinya rutin dan bagus,” ungkap Cany Khalid jebolan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tahun 1990 angkatan tahun 1985.

“Produk Batik Cany Khals sudah ada di Sarinah, sudah diakui Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Alhamdulilah kualitasnya untuk masuk kelas pangsa pasar market di Sarinah,” ungkap Cany Khalid.

“Kalau untuk di Sarinah minat dari pembeli lokal sangat kecil mungkin mereka ke Sarinah untuk makan tetapi tamu asing / turis / embassy banyak datang ke Sarinah untuk mencari souvenir, kebanyakan Jepang, Australia dan India. Untuk Batik Cany Khals para turis asing tersebut banyak melirik taplak dan syal,” tegas Cany Khalid.

“Produk-produk yang ada di galeri ini aneka suvenir seperti dompet dengan ondel-ondel, tas gambar Monas. Mungkin bagus untuk oleh-oleh tetapi karena terlalu banyak yang sejenis seperti itu. Para ekspatriat mencari yang baru jangan hanya ondel-ondel atau monas saja,” selorohnya

Ketika ditanya apa yang menjadi kiat Cany Khalid meningkatkan kualitas barang yang disajikan adalah dengan rajin melakukan inovasi dan melihat tren yang ada. Di samping konsumen lokal Cany justru mempersiapkan produk untuk pangsa pasar orang asing untuk market di Sarinah dan juga di JCC yang pernah ia lakukan. karena selera orang lokal dengan orang asing agak sedikit berbeda.

Baca juga  Rilis Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) & LBH Papua tentang Rencana BNPT Mengusulkan KKB dan OPM sebagai Organisasi Teroris

Jadi upaya searching di internet, atau mengikuti pameran luar negeri harus sering diikuti. Melihat produk apa yang banyak diminati orang asing/turis asing perlu terus-menerus dipelajari. Misalnya saja turis India suka akan produk IKM yang berwarna “ngejreng”, kalau orang Jepang suka akan produk yang nuansa “back to nature” misal warna tanah.

Harapan Cany Khalid selaku pelaku usaha industri IKM yang turut mempromosikan wajah Indonesia melalui produk yang bernuansa kultur Indonesia ini terhadap pemerintah Indonesia adalah, “Saya harapkan pemerintah tidak hanya memfasilitasi tempat saja tetapi juga di antara beberapa IKM yang ada hendaknya dipilih mana yang dapat dikembangkan. Tidak hanya berhenti cuma memberikan tempat kemudian selesai. Entrepreneur yang dinilai baik dan majulah yang dapat dikembangkan dan difasilitasi misal dengan mengikuti pameran ke luar negeri.

“Pemerintah kita telah banyak memberikan perhatian dengan pelatihan seperti bagaimana membuat kemasan, HAKI, membantu IKM untuk dapat meningkatkan kualitas produk dan dapat bersaing di pasar global,” ungkap Cany Khalid.

Cany Khalid juga telah mendaftarkan produk Batik Cany Khalsnya ke HAKI kini tinggal menunggu hasilnya, sehingga kepastian berusahanya senantiasa mendapat perlindungan dan kepastian hukum tidak dibajak oleh orang lain. Selamat dan sukses Batik Cany Khals dalam turut memperkenalkan wajah Indonesia di dunia internasional melalui Batik. (Johan Sopaheluwakan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here