MEMINDAHKAN IBU KOTA NEGARA SEBAGAI STRATEGI KOCOK ULANG POLITIK & EKONOMI NASIONAL ALA JOKO WIDODO

0
14

 

Oleh : Max Umbu

Bandung, 11 Mei 2019_ Rencana pemindahan ibukota negara oleh Joko Widodo adalah strategi super jitu yang bisa bukan hanya memikat tapi juga sekaligus memukat investasi jauh lebih cepat.

Dengan strategi ini otomatis para investor swasta harus membuka mata jauh lebih besar lagi, itu berarti harus siap merogoh kocek lebih dalam bersama para pemodal asing dan lokal.
Bagi saya strategi ini adalah strategi panggung besar investasi gaya Joko Widodo.

Sekaligus memadamkan potensi perlawanan sengit dari lawan politik mereka selama PILPRES.

Membangun infrastruktur Jakarta otomatis membesarkan musuh politij sendiri ( propinsi kaya suara & kaya modal). Modal politik ini harus dipangkas sejak awal dengan cara membangun model dan modal politik baru .

Hasil Pilpres 2019 cukup jelas terlihat bagaimana Jakarta dan provinsi sekitarnya Joko Widodo kalah suara atau kalah dukungan. Ini jelas bukan sekedar ancaman jangka pendek tetapi juga merupakan bentuk dari ancaman dengan panjang bagi partai besar dan pendukung Joko Widodo, terutama PDIP Perjuangan dan partai-partai berlatar nasionalis.

Membangun ibukota negara baru sama dengan membangun kekuatan baru dan itu rasional secara politik dan investasi.
Dalam bahasa politik saya mau katakan bahwa keputusan Joko Widodo ini adalah bentuk lain dari kocok ulang politik nasional.

Kalkulasi strategis teknis dan taktis oleh semua mereka yang berkepentingan dalam politik kekuasaan harus dimulai dari nol lagi.

Ekspektasi peluang politik kekuasaan jika Jakarta tetap masih menjadi ibu kota negara tentu sudah bisa dengan mudah ditebak di kemudian hari, dan kita tahu benar bahwa bukan tipikal Joko Widodo untuk diam dan berhenti berlama-lama untuk semua kondisi yang seperti itu.

Baca juga  Siaran Pers Menkopolhukam Tentang Rencana Aksi Demo Besar 2 November 2018

Dan sangat beruntung, strategi ini dimatangkan oleh fakta dan pemahaman historis : sudah menjadi target dan tujuan presiden pertama Bung Karno.

Mengawinkan semua potensi pengelolaan pembangunan dengan modal politik historikal dan futuristik adalah formulasi cerdas dan jitu yang perlu kita acungkan jempol.

Secara singkat saya mau katakan bahwa Joko Widodo bukan hanya sedang membangun infrastruktur fisik tetapi lebih jauh dari pada itu ia sedang menciptakan suatu infrastruktur politik dan ekonomi nasional baru yang berdaya saing global , modal dan model perlawanan baru terhadap arus antitese ideologi negara.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here