Tegas, Bijak Tangani Papua

0
115

*EDITORIAL MEDIA INDONESIA*

 

*ESKALASI gangguan keamanan di Papua oleh kelompok kriminal separatis bersenjata mulai terlihat di sekitar penutupan 2018.* Gangguan itu cenderung terus meningkat dan membayangi perjalanan tahun ini.

*Para pemberontak itu melancarkan serangan demi serangan secara sporadis yang diklaim hanya menyasar aparat keamanan*. Kenyataannya, serangan itu banyak menelan korban dari kalangan pekerja sipil.

*Di sela-sela serangan, pemimpin Persatuan Gerakan Pembebasan Papua Barat yang tengah mengasingkan diri, Benny Wenda, menyusup ke delegasi pemerintah Vanuatu yang mengadakan audiensi di hadapan Dewan HAM PBB*. Benny menyerahkan petisi yang diklaimnya telah ditandatangani 1,8 juta rakyat Papua. *Petisi tersebut menuntut penyelidikan PBB terhadap dugaan pelanggaran HAM dan mengadakan referendum.*

*Terang saja, tindakan itu sama sekali tidak bisa kita terima. Kita pun mengapresiasi sikap pemerintah yang mengajukan protes keras terhadap tindakan Vanuatu*. Dengan mendukung langkah Benny, negara kecil di Pasifik itu jelas-jelas meludahi kedaulatan Indonesia. *Pemerintah dengan tegas menyatakan tidak akan tunduk menghadapi gerakan separatis di Papua. *
*Di lain pihak, harus disadari kelompok kriminal separatis bersenjata berhasil mencuri perhatian PBB*. Kendati Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia PBB keberatan dengan perilaku pemerintah Vanuatu yang menyusupkan Benny, badan dunia tersebut meminta akses ke wilayah RI yang menjadi lokasi persoalan HAM. *Pemerintah Indonesia menyanggupi, tinggal menentukan waktunya.*

*Bukan kebetulan, di saat yang sama, serangan kelompok separatis terus berlanjut*. Ketika perhatian PBB mulai mengarah ke Papua, mereka berusaha memprovokasi aparat keamanan. *Harapan para pemberontak tentu aparat terpancing dan menggelar serangan militer terbuka yang bakal diklaim sebagai bukti pelanggaran HAM di Papua.*

*Pemerintah tidak boleh lengah. Kelompok separatis sudah kerap memanipulasi informasi dan menyebarkan kabar bohong tentang kondisi di Papua ke dunia internasional*. Bukan tidak mungkin banyak yang termakan oleh disinformasi tersebut.

Baca juga  PGI dan Aktivis se Asia Menggumuli isu Pekerja Migran, Pengungsi dan Orang-orang Terusir

*Pemerintah Indonesia perlu selalu sigap dan tepat melakukan klarifikasi seperti halnya ketika merespons hoaks di dalam negeri*. Jangan sampai ada isu yang dianggap remeh kemudian dibiarkan begitu saja hingga menjadi bola salju.

*Separatisme di Papua merupakan masalah pelik*. Namun, setidaknya kita sudah bisa memetik dari pengalaman bahwa pendekatan yang mengedepankan kekerasan melalui operasi militer terbukti tidak berhasil. *Pemerintah mulai merintis pendekatan kesejahteraan dengan menggencarkan pembangunan infrastruktur yang cenderung terabaikan di masa lalu itu.*

*Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pun telah mencanangkan operasi nontempur untuk menyikapi eskalasi gangguan keamanan*. Operasi itu sekaligus menghilangkan ketakutan warga setempat jika melihat prajurit berseragam. *Pelibatan warga lokal dalam setiap sendi pembangunan perlu terus ditingkatkan sehingga mereka turut merasa memiliki dan dengan sendirinya menolak gerakan separatisme.*

*Tidak ada jalan pintas*. Pendekatan nontempur disertai pembangunan ekonomi memerlukan kesabaran dan konsistensi. *Aparat keamanan harus selalu membuka opsi pengampunan, tetapi tanpa menghilangkan ketegasan.* Menindak pelaku kriminal dan separatisme dengan senantiasa diiringi kebijaksanaan diharapkan mampu menggugah kesadaran masyarakat Papua lebih luas. *Papua ialah bagian tidak terpisahkan dari NKRI yang semestinya ikut mereka bela.*

*BACA NASKAH LENGKAP:*
http://m.mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/1601-tegas-bijak-tangani-papua

*LIVE STREAMING:*
http://m.mediaindonesia.com/streaming

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here