Endless Indonesia Dorong Akses Teknologi Terjangkau untuk Kemajuan Pendidikan Indonesia

0
19

 

Jakarta, Gramediapost.com

 

Dalam rangka menyambut Hari Guru Nasional, Endless Indonesia, penyedia solusi teknologi informasi dan komunikasi, bekerja sama dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI), hari ini menggelar Diskusi Sesi BERBAGI (Bersama Bahas Pendidikan Bagi Negeri) dengan topik “Integrasi Teknologi untuk Kemajuan Pendidikan” di Hotel Harris, fX Sudirman. Diskusi santai dan interaktif ini menghadirkan tiga narasumber dari tiga komunitas pendidikan berbasis teknologi, yaitu Wilita Putrinda (Inibudi.org), Rizky Muhammad (Youth Manual), dan Sulasmo Sudharno, (Aksaramaya), serta dipandu oleh moderator Novita Angie.

Pesatnya perkembangan teknologi telah memberikan dampak positif bagi pendidikan Indonesia. Lewat kehadiran teknologi, proses belajar mengajar dapat berlangsung di manapun dan kapanpun melalui komputer, laptop atau gawai lain. Namun, ketersediaan, akses, dan penguasaan teknologi – bukan hanya yang sifatnya perangkat keras namun juga piranti lunak – masih menjadi pekerjaan rumah prioritas, utamanya di daerah terdepan, terluar dan tertinggal Indonesia.

“Ada tiga tantangan terbesar bagi dunia pendidikan khususnya bagi guru Indonesia di era pendidikan 4.0 ini, yaitu inovasi, adaptasi, dan budaya. Pemanfaatan teknologi untuk kegiatan belajar mengajar yang terintegrasi dengan Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics (STEAM) saat ini semakin dibutuhkan. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, Ikatan Guru Indonesia (IGI) telah memberikan pelatihan pembelajaran digital berbasis teknologi kepada lebih dari satu juta guru di Indonesia. Kendala yang dihadapi oleh para pelatih IGI antara lain koneksi internet yang belum optimal, khususnya di luar Pulau Jawa. Inilah tantangan besar yang harus disikapi,” jelas Danang Hidayatullah, Pengurus dan Direktur School To School Training (STST) Program Ikatan Guru Indonesia (IGI) DKI Jakarta.

Berkaca pada hal tersebut, Paul Soegianto, Country Manager Endless Indonesia, mengatakan bahwa teknologi sebagai sarana penunjang untuk pendidikan harus dapat diakses oleh semua kalangan masyarakat. “Teknologi edukasi tidak boleh eksklusif hanya untuk kalangan tertentu. Untuk itu, kita memerlukan perangkat teknologi edukasi yang efisien, efektif, terjangkau, serta dapat bekerja tanpa infrastruktur internet, terutama untuk wilayah-wilayah, di mana infrastruktur internet masih sangat terbatas,” katanya.

Baca juga  Dukung Program Cetak Pengusaha Sebanyak-banyaknya, Kemristekdikti Terbitkan Ijin Sekolah Tinggi Kewirausahaan Selamat Pagi Indonesia di Malang

Paul menambahkan, “Endless memberikan solusi yang tepat untuk tantangan tersebut. Sebagai komputer edukasi, Endless mempunyai all-in-one solution yang tidak hanya mempunyai operating system yang mudah digunakan, ringkas dan tidak memerlukan komputer mahal, tetapi juga mempunyai aplikasi untuk belajar dan bekerja, seperti aplikasi office, ensiklopedia offline, buku teks, video, hingga games edukasi untuk pembelajaran coding.”

Di luar kebutuhan bagi peningkatan infrastruktur, kolaborasi pemerintah dan swasta dengan para pegiat dan komunitas pendidikan untuk menyediakan konten yang bermanfaat melalui medium teknologi, menjadi kunci penting bagi peningkatan kualitas pendidikan Indonesia.
Saat ini geliat komunitas dan model bisnis berbasis teknologi yang membangun platform bagi dunia pendidikan makin besar. Sulasmo Sudharno, CEO Aksaramaya dan pengembang iLibrary, aplikasi perpustakaan digital berbasis media sosial pertama di Indonesia, mengatakan, “Teknologi dapat membantu peserta didik dalam belajar berbagai hal secara luas, menjadikan kegiatan belajar menjadi lebih personal dan dilakukan secara mandiri, serta tidak terpaku pada medium-medium yang klasik seperti buku teks, alat peraga, dan sebagainya.

Alternatif buku dalam bentuk digital inilah yang kami tawarkan melalui Aksaramaya.”

Wilita Putrinda penggagas Inibudi.org, penyedia konten pendidikan dalam bentuk video pembelajaran, menjelaskan, “Salah satu masalah besar di dunia pendidikan di Indonesia adalah kurangnya fasilitas dan kesempatan untuk mengadaptasi serta mempraktikkan materi pelajaran atau bekal pendidikan dalam konteks nyata di lapangan. Peluang ini merupakan salah satu hal yang dapat diisi oleh para pegiat dan komunitas pendidikan dengan menciptakan inovasi pada berbagai macam platform, dengan memanfaatkan teknologi. Kami di Inibudi.org mencoba membuka wawasan pelajar dan pemuda melalui konten pembelajaran digital dan video-video tentang berbagai profesi di dunia kerja.”

Baca juga  Siaran Pers Peluncuran Kajian Kebijakan Penyikapan Konflik Selama 20 Tahun Reformasi untuk Pemajuan dan Pemenuhan HAM Perempuan serta Pembangunan Perdamaian di Indonesia

Senada dengan hal tersebut, Rizky Muhammad penggagas Youthmanual.com, platform persiapan kuliah dan karier online berbasis data, , mengungkapkan, “Terdapat kesempatan yang begitu besar bagi berbagai pihak di bidang pendidikan untuk bekerjasama dalam membuka peluang, meningkatkan produktivitas, menciptakan lapangan kerja dan memberikan layanan publik yang lebih efektif – dengan bantuan teknologi, seperti yang dilakukan oleh Youthmanual.com.”

Novita Angie menutup sesi dengan menegaskan, “Berbagai pihak dapat berbagi pengetahuan secara cepat dan tepat kepada mereka yang membutuhkan, mewujudkan kolaborasi antara komunitas, sektor swasta dan pemerintah, serta mengambil langkah-langkah inovatif lainnya demi pembelajaran yang lebih baik.”

Para narasumber sepakat bahwa pemanfaatan teknologi di dunia pendidikan harus selaras dengan tujuan pendidikan itu sendiri. Teknologi perlu digunakan secara piawai sebagai alat bantu, untuk mengelola berbagai informasi dan khazanah pengetahuan, serta untuk saling terkoneksi satu sama lain secara lebih erat.

Peran guru juga harus semakin kokoh, bukan sebagai figur yang tergantikan oleh teknologi, namun tetap sebagai pendidik sejati. Pemanfaatan teknologi akan menjadi sia-sia apabila peserta didik tidak dibekali dengan keterampilan kognisi dan berpikir tingkat tinggi, keterampilan interpersonal, kolaborasi dan sosioemosional yang baik, serta adaptasi yang positif.

***

Tentang Endless Indonesia

Endless Indonesia merupakan cabang perusahaan dari Endless Computers yang menciptakan sistem operasi Endless (Endless OS), sebuah sistem operasi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan para pengguna di negara berkembang. Endless Indonesia mempunyai misi untuk mendorong perkembangan dunia pendidikan dengan membuka akses ke pengetahuan tanpa batas lewat teknologi dan konten pendidikan yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Saat ini, 80% penduduk Indonesia tidak memiliki kemampuan dalam membeli komputer. Untuk itu, Endless Indonesia fokus untuk membuka akses untuk memiliki komputer bagi 50% dari jumlah tersebut. Sistem operasi Endless dilengkapi aplikasi bawaan untuk browsing, mengakses media sosial, pekerjaan kantor, dan game. Ada pula kumpulan artikel dan literatur yang bisa diakses langsung tanpa dukungan koneksi internet sekalipun. Dengan demikian, konten dapat diakses, baik secara online dan offline. Dalam sistem operasinya, Endless menggabungkan banyak perangkat lunak dan telah menciptakan sejumlah proyek dan merilisnya di bawah lisensi bebas dan terbuka.

Baca juga  Taiwan Tampilkan Solusi Pengembangan Smart City di Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here