Peace Train Indonesia 7 Jakarta – Rangkasbitung – Baduy – Banten, 28 – 30 September 2018: “Mengalami Toleransi, Merasakan Pedamaian”

0
78

 

Jakarta, Gramediapost.com

 

 

“Toleransi tak cukup hanya dengan dipelajari dan diwacanakan,tapi perlu dipraktikan dan dirasakan”.

 

Demikian dikatakan oleh Ahmad Nurcholish, salah satu penggagas Peace Train Indonesia. Aktivis Kebinekaan dan Perdamaian ini  menambahkan bahwa tak akan banyak berdampak bagi harmoni kehidupan jika toleransi hanya dimaknai dan diimplementasikan secara pasif. “Perlu toleransi aktif. Salah satunya dengan cara bertemu, berinteraksi dan berbagi pengalaman spiritual dengan banyak orang yang berbeda latar belakang suku, ras maupun agama,” tandas penulis buku Merajut Damai dalam Kebinekaan (Elex Media, 2017) ini.

 

Oleh sebab itu Peace Train Indonesia ke-7 dihelat sebagai wahana mempraktikkan dan merasakan toleransi secara aktif tersebut. Helatan kali ini sekalgus  juga bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Perdamaian Internasional yang jatuh pada 21 September lalu. Tiga puluh lima peserta dari berbagai daerah dengan latar agama atau keyakinan berbeda turut serta dalam program ini.

 

Peace Train Indonesia adalah program traveling lintas agama dengan menggunakan kereta api, menuju ke satu kota yang telah ditentukan. Kali ini tujuannya adalah Rangkasbitung dan  Baduy Luar, Banten. Di wilayah ujung kulon pulau Jawa ini peserta akan mengunjungi komunitas agama-agama, komunitas penggerak perdamaian, rumah-rumah ibadah, dan tokoh-tokoh yang dianggap sebagai actor penting toleransi dan perdamaian antar agama. Mereka juga akan berproses untuk saling belajar, berbagi cerita, berdialog, bekerjasama, mengelola perbedaan, berkampanye, dan menuliskan pengalaman perjumpaan dalam semangat kebersamaan dan persaudaraan.

 

Sementara itu, Anick HT, penggagas PTI lainnya menambahkan bahwa tiap peserta nantinya “wajib” menyuarakan pengalamannya mengikuti program ini melalui media social mereka masing-masing. “Mereka harus update status melalui medsos masing-masing, baik dalam bentuk tulisan, foto maupun video. Dengan begitu narasi toleransi dan ikhtiar mewujudkan perdamaian senantiasa menyeruak di ruang public melalui dunia maya,” papar direktur demokrasi.id ini.

Baca juga  Semarak, Tasyakuran Kemenangan Dunsanak Anies-Sandi dalam Pilgub DKI Jakarta

 

Penggagas PTI lainnya, Pdt. Frangky Tampubolon juga memberikan penguatan atas diselenggarakannya PTI 7 di Banten ini. “Para peserta yang berasal dari Jabodetabek, Cirebon, Temangggung dan Madura, Jawa Timur ini akan menginap dua malam di Goa Maria, Rangkasbitung dan Baduy Luar, Banten. Ini tak sekedar menginap, melainkan live in bersama, belajar mengenal “yang lain” yang berbeda secara langsung serta menggali kearifan local masyarakat Baduy yang kerap diabaikan,” tutur pendeta Gereja Kristen Nusantara ini.

 

Dalam rangkaian program PTI kali ini juga dihelat forum dialog khusus dalam rangka memperingati Hari Perdamaian Internasional. Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain: KH. Dr. Abdul Moqsith Ghazali (dosen UIN Jakarta & anggota MUI Pusat), Romo Johanes Hariyanto, SJ (sekretaris Yayasan ICRP), Neng Dara Afiah (aktivis perempuan Banten), dan KH. Dr. Nurul Huda, pengasuh pondok pesantren Quratul Falah,  Banten.

 

“Dalam diskusi tersebut kita tak hanya mendengar paparan persepektif toleransi dan perdamaian dari para narasumber, tapi juga mendengar suara anak-anak muda millennial yang mengikuti program ini,” tandas fasilitator PTI, Khoirul Anam.

 

Program ini juga merupakan bagian dari program nasional kami bertajuk “Narasi Damai Nusantara” yang digagas oleh sejumlah aktivis lintas-agama dan beberapa lembaga yang bergiat dalam isu kebinekaan dan perdamaian.

 

Acara pelepasan Peace Train Indonesia 5 akan dibuka pada:

 

*Jumat, 28 September 2018, Pkl 15.00 & 20.00 WIB*

• Di Stasiun Tanang Abang,  Jakarta Pusat

 

Acara akan dihadiri oleh sejumlah tokoh agama dari berbagai agama di Jakarta dan sekitarnya serta sejumlah aktivis muda lintas agama dan alumni Peace Train Indonesia sebelumnya.

 

Baca juga  KontraS Surabaya Kecam Kasus Diskriminasi Pemakaman di Mojokerto

Jakarta, 27 September 2018

Ahmad Nurcholish (Tlp. WA: 0813 1106 8898)

Frangky Tampubolon (Tlp. WA: 0811 138 816)

Anick HT (Tlp., WA: 0818 146 354)

Khoirul Anam (Tlp., WA: 0856 9240 5768)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here