Traveloka: Teknologi Memerdekakan Masyarakat Indonesia untuk Bebas Mengatur Rencana Perjalanan dengan Mudah dalam Genggaman  

0
58

Jakarta, Gramediapost.com

Dalam arti yang sederhana, kebebasan adalah kemampuan manusia untuk menentukan dirinya sendiri. Dalam kata lain, manusia memiliki kesanggupan memilih untuk menyempurnakan diri menjadi lebih baik. Memaknai kebebasan bisa diartikan ke berbagai hal. Beruntung, saat ini banyak cara untuk merayakan kebebasan. Kebebasan dalam berpendapat, kebebasan dalam menentukan pilihan karir, hingga yang tak kalah penting kebebasan memilih destinasi liburan atau mencoba pengalaman baru.

Bepergian atau traveling dapat memperkaya jiwa dan pengalaman. Apalagi, kita sangat beruntung menjadi Warga Negara Indonesia karena negeri ini telah menyediakan ribuan tempat wisata alam nan menakjubkan, yang memberikan petualangan seru untuk diraih. Terlebih saat ini, kemajuan teknologi membuat layanan pemesanan untuk perjalanan dan gaya hidup begitu mudah untuk dilakukan. Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, kita dapat lebih bebas dalam merencanakan perjalanan dan menunjang gaya hidup. Segala kebutuhan dapat dengan mudah diakses hanya dalam genggaman.

Bebas menentukan pilihan moda transportasi dan akomodasi

Transportasi dan akomodasi menjadi hal utama yang paling penting dalam bepergian. Pilihan transportasi pun beragam, mulai dari pesawat, kereta api, maupun bus. Setelah menentukan transportasi, pengguna juga seringkali dihadapkan dengan pilihan akomodasi yang semakin bervariasi. Mulai dari hotel, homestay, guest house, vila, resort dan lain-lain. Kemudahan dan kebebasan menentukan transportasi dan akomodasi untuk bepergian semakin terasa dengan adanya teknologi dan hadirnya aplikasi penyedia jasa booking.

Melansir data dari Inventure (2017)[1], setidaknya 65.77% konsumen saat ini lebih memilih melakukan pemesanan lewat aplikasi. Keberagaman pilihan transportasi dan akomodasi menjadikan aplikasi seperti Traveloka populer digunakan oleh konsumen saat ini.

Bebas menentukan budget

Budget atau anggaran merupakan sebuah elemen yang tidak dapat dipungkiri dalam merencanakan perjalanan. Setiap orang memiliki porsi anggaran yang berbeda untuk dapat mewujudkan rencana traveling-nya. Penentuan anggaran tentunya berdampak pada pilihan harga transportasi dan akomodasi.  Kapanpun dan kemanapun, tentunya masyarakat ingin pergi liburan dengan cara yang mudah dan anggaran yang murah.

Baca juga  ECPAT Indonesia: Pemerintah Indonesia Belum Membuat Laporan Kepada Komite Hak Anak PBB

Fenomena ini dapat terlihat dari kian menjamurnya jumlah hotel budget dan maskapai penerbangan bertarif rendah (Low Cost Carrier). Data Centre for Aviation (2012), menunjukkan bahwa maskapai LCC menduduki posisi paling pertama dengan peningkatan hampir 30 juta. Tidak hanya maskapai pesawat, perkembangan hotel budget  pun semakin menjamur.  Melansir data dari Inventure (2017), jumlah hotel budget telah melampaui hotel bintang 4 dan 5, di mana jumlahnya hampir mencapai 50 persen pada tahun 2018 dan diprediksi akan terus meningkat di tahun 2019.

Untuk membantu traveler mengatur perjalanan tanpa khawatir dengan anggaran, konsumen dapat menggunakan fitur unggulan dari penyedia platform booking seperti Traveloka yang menyediakan fitur Price Alert, guna mendapatkan notifikasi instan saat harga tiket sesuai budget, sehingga Anda dapat pesan penerbangan di waktu yang tepat. Fitur ini bisa membantu Anda mendapatkan tiket pesawat dengan harga termurah sesuai tanggal keberangkatan dan destinasi keinginan. Begitu Anda memasukkan batasan harga untuk sebuah penerbangan, Anda akan memperoleh pemberitahuan jika ada tiket pesawat dengan harga yang sesuai anggaran.

Bebas menentukan rencana perjalanan (itinerary)

Jika melihat kembali kepada waktu lima hingga 10 tahun lalu, di mana menentukan perjalanan belum semudah saat ini. Untuk mengatur perjalanan (membeli tiket transportasi dan akomodasi), masih menggunakan cara konvensional dan rencana perjalanan telah diatur oleh biro perjalanan. Seiring dengan berkembangnya teknologi dan pertumbuhan penggunaan smartphone yang pesat, pengguna semakin dimanjakan dengan adanya aplikasi yang memudahkan proses pemesanan tiket perjalanan bahkan hingga kebutuhan penunjang kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan estimasi yang dilakukan International Monetary Fund (IMF), pada 2016, perekonomian dunia dikuasai oleh 10 negara, termasuk Indonesia. Di hari jadi Indonesia yang ke-73, tentu masyarakat Indonesia berharap perekonomian Indonesia dapat terus bertumbuh dan membaik. Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang diharapkan dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian Indonesia apalagi dengan adanya fenomena leisure economy. Pergeseran konsumsi masyarakat dari goods ke experience menunjukkan bahwa peran teknologi memiliki dampak yang signifikan dalam hal mengubah pola konsumsi masyarakat. Hal ini tentunya diharapkan dapat membawa laju industri pariwisata Indonesia semakin meningkat.

Baca juga  Bidik Generasi Milenial, AXA Financial Indonesia Resmikan Kantor Pemasaran yang Modern dan Relevan dengan Kelompok Muda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here