RATUSAN PEMUDA ANTUSIAS MENGIKUTI “KONFERENSI DEWASA LAJANG TINGKAT INDONESIA” GEREJA YESUS KRISTUS DARI O

0
107

 

 

 

Bogor, Gramediapost.com

 

 

 

Gereja Yesus Kristus Dari Orang-orang Suci Akhir Zaman (OSZA) mengadakan kegiatan khusus bagi orang-orang muda GKY OSZA se-Indonesia di Camp Hulu Cai, Ciawi, Bogor ( 31/55/18).Acara yang dikemas dalam kegiatan bertajuk Konferensi Remaja Dewasa Lajang. Konferensi bertema “Search Inward, Reach Outward, Look Heavenward, diikuti oleh lebih dari seratus orang lebih pemuda gereja dari sejumlah pasak (wilayah), seperti Jakarta, Medan, Bali, bahkan ada juga dari luarnegeri seperti Malaysia, Singapura, Selandia Baru, Iran, dan Afganistan.

 

Peserta dari beberapa negara Asia dan Pasifik, antara lain, Malaysia, Iran, Afganistan, Australia dan Selandia Baru hadiri Konferensi Remaja Dewasa Lajang (Young Single Adults Multi Stakes Conference) Gereja Yesus Kristus Dari Orang–Orang Suci Zaman Akhir (Gereja Yesus Kristus Dari OSZA) di Indonesia yang digelar di Camp Hulu Cai, Ciawi Bogor, Jawa Barat, pada tanggal 31 Mei-2 Juni 2018 tampak antusias mengikuti acara ini. Konferensi yang dibuka oleh Penasehat Pasak Jakarta Hanson B. Limbong, setelah Bro Limbong, demikian sapaan akrab Pasak Jakarta, peserta menyampaikan sesi pengajaran.

 

Penasihat Kedua Presiden Pasak Jawa Barat, Presiden Handson B Limbong, membuka seluruh kegiatan acara yang dihadiri oleh ratusan pemuda-pemudi tersebut.

 

Handson B Limbong,

 

 

“Selamat datang kepada seluruh peserta. Diharapkan dapat menikmati acara demi acara dan menjadi berkat bagi kehidupan,” ujar Handson yang akrab disapa Bro (Brother) Limbong ini dalam sambutannya.

 

Melalui kegiatan ini, Bro Limbong yang juga pengawas seluruh kegiatan konferensi lajang ini mengajak seluruh peserta untuk mengembangkan potensi diri.

 

“Tetaplah fokus, berdoa dan berjaga-jaga serta memohon selalu bantuan Allah agar potensi anda dapat menjadi berkat bagi semua orang,” pungkasnya.

 

Baca juga  PDT. WEINATA SAIRIN: *TULUS BERPELUKAN DEMI HADIRNYA NKRI BERKEMAJUAN*

Sesi pengajaran disampaikan oleh Area 70 Elder Djarot Subiantoro, pria yang lazim disapa akrab dengan sebutan Elder Djorot, tentang pengajaran terkait kesiapan dewasa lajang memasuki kehidupan berumah tangga.

 

Elder Djarot mengatakan tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan iman dan kesaksian akan Allah Bapa dan Yesus Kristus.

 

 Elder Djarot Subiantoro mengajarkan agar para dewasa lajang, dapat dengan sungguh-sungguh memperhatikan dan mempertimbangkan hal memilih pasangan hidup. Subiantoro menegaskan agar memilih pasangan hidup yang mempunyai standar moral, dapat menjaga moralitas yang baik, dan mempunyai visi kekekalan.

 

Elder Djarot Subiantoro

Menurut Elder Djarot Subiantoro, remaja dewasa lajang adalah usia kritikal yang perlu banyak bimbingan dan wawasan agar mereka tidak salah arah. Dalam rangka menjangkau pelayanan kepada remaja dewasa lajang, diadakan kelas institut dimana seminggu sekali mereka datang untuk pelajaran untuk penelaahan kerohanian.

 

“Namun, itu saja tidak cukup. Sebab itu setahun sekali, masing-masing pasak adakan konferensi remaja dewasa lajang. Lalu, ada juga konferensi remaja dewasa lajang seluruh Indonesia yang digelar dua tahun sekali seperti yang diselenggarakan pada hari ini. Dan konferensi saat ini selain pesertanya berasal dari Indonesia, juga kita mengundang Malaysia Timur dan Singapura sebetulnya. Namun karena ternyata pada hari ini bukan hari libur di kedua negara tersebut,” jelas dia.Setelah sesi pengajaran dari Elder Djarot Subiantoro, jelang rehat santap siang, peserta mendapatkan penjelasan dari Bidang Pelayanan Urusan Masyarakat

 

Ketua Panitia, Sister Sesi Suryono, yang juga salah satu dewasa lajang gereja ini, menyambut kehadiran para peserta dari beberapa negara Asia dan Pasifik dan berbagai provinsi di Indonesia ini menjelaskan kegiatan lintas pasak atau wilayah ini diharapkan semua orang bahagia dan dekat satu sama lain serta saling mengenal pasak atau lingkungan lainnya.

 

Baca juga  Mewaspadai Gerakan LGBT di Dalam Gereja

Tema yang di usung adalah “Mencari Di Dalam (Search Inward), Menjangkau Keluar (Reach Outward), dan Memandang Kepada Perspektif Kekekalan (Look Heavenward)”.

 

“Search inward mengajak kita selama tiga hari ini untuk menggali dan mencari sesuatu yang selama ini belum kita ketahui. Dari apa yang kita miliki, kita bisa reach outward atau menjangkau keluar atau sekeliling kita. Dan look heavenwardmengarahkan kita selalu memandang ke Surga atau kepada kekekalan,” urai Sister Sesi Suryono.

 

“Jadi setiap hal yang kita lakukan, katakan dan rasakan, semoga itu bisa memuliakan Bapa Surgawi,” imbuh dia.

 

 

 

“Kegiatan ini selain dilakukan penelaahan rohani, juga diadakan kegiatan yang sifatnya membangun kebersamaan. Misalnya, berani berkencan, itu akan diberi pelajaran. Dan selama acara tentunya tetap ada pengawas dewasa sehingga tetap terjaga mereka dalam rangka mempersiapkan fase kehidupannya,” tambah dia.

 

Mewakili Public Affairs, Poliman Harsono, memaparkan tugas dan fungsi public affairs kepada seluruh peserta.

 

Poliman Harsono

 

“Public Affairs berusaha mengintegrasikan program-program gereja sehingga dapat menjangkau keluar dengan turut memikirkan kira-kira kebutuhan masyarakat apa yang diperlukan agar kita sebagai komunitas gereja dapat berkontribusi bersama masyarakat untuk membangun hubungan yang lebih baik,” papar dia.

 

“Brother and sister, kalian adalah para lajang yang punya peran besar dalam program public affairs ini, percayalah mulailah memikirkan hal-hal yang kecil dalam kapasitas anda yang dapat lakukan,” tambah dia

 

Bro Poli menjelaskan tentang ruang lingkup kerja Bidang Urmas. Peserta diajak Bro Poli untuk mengakses media komunikasi mormon newsroom.

 

 

Peserta setelah mendengarkan paparan Bro Poli, menikmati santap siang dalam ruangan yang penuh dengan ornamen hiasan payung, dan kerajinan kayu.

 

 

Baca juga  Pdt. Bernalto, D.Th: Gereja Harus Lebih Pro-Aktif dan Lebih Kreatif Memberdayakan Pemuda-pemuda Kristen Menjadi Pengusaha-pengusaha

Peserta berjalan menuju ruangan santap siang, menikmati alam pemandangan di Camp Hulu Cai Ciawi, yang banyak dihiasi berbagai jenis tanaman hias. Areal Camp Hulu Cai yang terletak diareal dataran tinggi, sekalipun hari siang tapi cuaca tetap terasa sejuk dengan angin yang bertiup sejuk.

 

Setelah santap siang, peserta mengikuti aktivitas outdoor yang dinamakan “Speed Exhibition”. Ajang kebersamaan yang lebih mencairkan suasana antar peserta, nampak semakin mengakrabkan peserta. Sekarang ini, peserta terbagi beberapa kelompok, mereka berada disejumlah pos dengan 10 topik pembahasan, diantaranya persepuluhan, firman kebijaksanaan, pendidikan, pekerjaan, bisnis, dan topik menarik lainnya.