Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

GMKI Apresiasi Pembangunan di Papua, Tapi Ingatkan Soal Pembangunan SDM dan Pelanggaran HAM

×

GMKI Apresiasi Pembangunan di Papua, Tapi Ingatkan Soal Pembangunan SDM dan Pelanggaran HAM

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Example 300x600

SORONG – Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Sahat Martin Philip Sinurat, mengapresiasi pemerintah pusat yang selama beberapa tahun terakhir ini meningkatkan pembangunan infrastruktur di luar Jawa, termasuk di provinsi Papua dan Papua Barat.

 

Pernyataan ini disampaikan Sahat seusai melantik Badan Pengurus GMKI Cabang Sorong, Manokwari, dan Fakfak, serta membuka kegiatan Pengkaderan GMKI, di Gereja GKI Maranatha, Kota Sorong, Maranatha, pada hari Senin, 18 Desember 2017.

 

Namun Sahat mengingatkan, pembangunan infrastruktur harus juga diimbangi dengan pembangunan sumber daya manusia dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

 

“Selama puluhan tahun, pada beberapa rezim pemerintahan sebelumnya, tanah dan masyarakat Papua telah merasakan ketidakadilan. Tindakan represif dan pendekatan kekerasan yang dilakukan bahkan hingga saat ini juga semakin menambah tugas rumah pemerintah,” ujar Sahat.

 

Menurut dia, sekarang adalah momen krusial bagi Presiden Jokowi untuk membangun lagi kepercayaan masyarakat Papua kepada pemerintah.

 

“Jokowi sudah berkali-kali, bahkan dalam waktu dekat akan datang lagi ke Tanah Papua. Ini menunjukkan Presiden memperhatikan masyarakat Papua. Namun Presiden harus juga memastikan semua bawahannya, termasuk pemerintah daerah, memiliki perhatian yang sama dan siap mengikuti irama yang sudah dibangun oleh Presiden,” tegas Sahat.

 

Sahat mencontohkan tentang penyelesaian persoalan HAM di Papua. Penyelesaian persoalan HAM merupakan agenda pemerintahan Jokowi-JK. Salah satu agenda Nawacita adalah pentingnya menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara.

 

“Pemerintah berkomitmen melindungi setiap rakyat Indonesia. Pemerintah juga menunjukkan diplomasi politik luar negeri bebas aktif, salah satunya mendukung rakyat Palestina. Sikap ini sesuai dengan sila kedua Pancasila, memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadaban baik di Palestina, Papua, juga di belahan dunia lainnya. Kami rasa Jokowi sangat ingin menyelesaikan persoalan HAM di Papua. Pertanyaannya, apakah keinginan ini dijalankan sepenuhnya oleh semua bawahannya?” ungkap dia.

 

Sahat juga mempertanyakan tentang keseriusan pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan, kesehatan, dan efektifitas pembangunan di Papua dan Papua Barat.

 

“Tahun 2016 lalu Jokowi menyampaikan bahwa alokasi anggaran untuk pembangunan provinsi Papua dan Papua Barat masih tidak sebanding dengan peningkatan kesejahteraan yang ingin dicapai. Presiden saat itu mengatakan bahwa hampir 50% program kementerian maupun daerah cenderung memilih daerah yang sudah mapan dan mudah diakses. Akibatnya Indeks Pembangunan Manusia di Papua masih jauh dari harapan,” lanjut Sahat.

 

Presiden, lanjut Sahat, harus kembali mengingatkan semua bawahannya untuk fokus pada pembangunan SDM. Pembangunan Papua harus dilakukan secara terpadu, lintas bidang, dan melibatkan peran pro aktif dari masyarakat.

 

“Kita semua harus bergerak. Selama tiga hari ini, dengan segala keterbatasan, GMKI melakukan latihan kepemimpinan untuk para mahasiswa. Saya yakin pemerintah dengan semua sumber dayanya dapat melakukan jauh lebih besar dari ini,” sambung dia.

 

Menurut Sahat, lapangan pekerjaan juga menjadi isu yang tidak bisa diremehkan.

 

“Setiap tahun di tanah Papua ada ribuan lulusan SMA, SMK, dan perguruan tinggi. Pemerintah melalui bidang terkait harus memastikan apakah para pemuda telah siap bekerja dan memiliki daya saing. Selain itu, moratorium pegawai negeri selama beberapa tahun ini semakin membatasi peluang pemuda untuk bekerja. Berdasarkan info yang kami dapat, perusahaan swasta belum membuka ruang yang luas bagi penduduk asli Papua,” ujar dia.

 

Terakhir, Sahat mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan.

 

“Sebagai contoh pembangunan trans Papua yang terindikasi dikorupsi. Namun kita teralihkan oleh persoalan lain yang tidak penting.

Jangan sampai timbul dugaan, ada kelompok tertentu yang ingin membiarkan kondisi Papua stagnan seperti ini,” kata Sahat.

Example 300250
Example 120x600
Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…