Roh Kudus Bekerja Bagi Kelanjutan Karya Penyelamatan Allah

0
37

Oleh: Pdt.  Pinehas Djendjengi

 

Yoel 2:28-32

(28) “Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. (29) Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu. (30) Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. (31) Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu. (32) Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan, sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan, seperti yang telah difirmankan TUHAN; dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas.”

 

Inti syaloom adalah kehadiran Tuhan di tengah umat-Nya (lihat Yoel 2:27). Kehadiran Tuhan dimanifestasikan dalam berbagai-bagai cara, salah satunya adalah melalui pencurahan Roh Kudus. Hadirnya Roh Kudus atas manusia (umat Tuhan) adalah untuk menyanggupkan umat Tuhan menjalankan misi-Nya tanpa memandang jenis kelamin, umur dan status sosial. Roh Kudus akan berkarya di tengah-tengah umat Tuhan untuk terus mewujudkan keselamatan Allah bagi dunia ini.

Selain itu, Roh Kudus akan menyanggupkan umat Tuhan untuk berharap menanti kedatangan hari Tuhan, di mana Tuhan akan menyatakan diri sepenuhnya. Tanda-tanda alam yang mengerikan akan mendahului hari Tuhan itu. Umat Tuhan tidak perlu berputus asa atas hal-hal mengerikan itu, malah harus meneguhkan harapan mereka bahwa Tuhan, yang mereka sembah selama ini, betul-betul akan datang. Umat Tuhan yang dicurahi Roh-Nya akan mendapat keluputan karena mereka memanggil-manggil nama-Nya.

Baca juga  Apakah Kita Termasuk Orang Yang Memiliki Rasa Berterima-kasih?

Isi Yoel 2:28-32 ini mendapat arti yang lebih dalam di Perjanjian Baru, di mana Petrus pada hari Pentakosta melihat bahwa nubuat Yoel ini digenapi lewat pencurahan Roh Kudus (Kisah Para Rasul 2:16-21). Pencurahan Roh Kudus adalah peristiwa eskatologis menuju hari terkahir dan tanda dimulainya “zaman baru” sebagai bagian dari zaman akhir, di mana Yesus akan datang kembali.

Dengan firman ini, umat Tuhan sekarang dipersiapkan untuk menjadi umat yang tidak takut menghadapi segala perubahan yang terjadi. Mengapa? Karena Roh Kudus akan selalu menyertai mereka. Oh, bukan saja hanya menyertai tapi juga menjamin mereka dalam situasi-situasi yang kritis, seperti yang akan terjadi pada masa menjelang kedatangan Tuhan kembali. Roh Kudus akan meluputkan umat-Nya dari kebinasaan. Akan tetapi harus diingat bahwa penyertaan Roh Kudus itu harus sejalan dengan ketaatan umat Tuhan di mana mereka selalu bergaul dengan firman Tuhan dan terus menyapa Tuhan atau memanggil nama-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Keluputan yang diberikan oleh Roh Kudus bukanlah sesuatu yang datang tiba-tiba, melainkan seturut dengan ketaatan dan keimanan kita dalam hidup ini.

Oleh karena itu, umat Tuhan (jemaat-jemaat) harus lebih giat lagi menjalankan kehidupan berimannya karena semuanya itu tidak akan berakhir dengan sia-sia. Juga terus bertumbuh sebagai umat yang kuat berkarya bagi lingkungannya, karena dengan begitu dunia akan merasakan manfaat kepercayaan kita. Jangan ragu, gelisah dan bimbang, sebaliknya berserahlah supaya Roh Kudus hadir dan menguatkan kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here