Mengajarkan Hukum Allah

0
33

 

 

Bacaan : *Ulangan 31:9-13; Ibrani 4:12*

 

_“Seluruh bangsa itu berkumpul, laki-laki, perempuan dan anak-anak, dan orang asing yang diam di dalam tempatmu, supaya mereka mendengarnya dan belajar takut akan TUHAN, Allahmu, dan mereka melakukan dengan setia segala perkataan hukum Taurat ini” (Ulangan 31:12)._

 

Kisah ini disebutkan berkali-kali, namun kisah ini adalah nyata. Itu terjadi terhadap Joseph Parker, pendeta dari City Temple di London. Seorang wanita tua menunggu Paker sesuai pendeta itu berkhotbah. Wanita itu mengucapkan terima kasih karena khotbahnya menjadi berkat.

 

“Anda telah memberikan terang yang indah mengenai Alkitab, Pak Pendeta,” katanya. “Tahukah Pak Pendeta kalau sampai pagi ini saya selalu mengira bahwa Sodom dan Gomora itu adalah suami istri?”

 

Anda mungkin tersenyum geli. Tapi itulah fakta yang berbicara bahwa pengetahuan orang Kristen tentang Alkitabnya itu sungguh dangkal. Sedihnya, anak-anak kita juga tidak mendapatkan bekal yang memadai mengenai Alkitab, buku yang membawa manusia mengalami kemuliaan Allah. Anak-anak terbentuk oleh segala media yang disodorkan oleh dunia. Televisi adalah orang tua sekaligus guru bagi mereka! Anda tidak percaya? Coba saja tanyakan kepada mereka siapakah idola mereka? Siapakah pahlawan mereka? Mereka dengan lancar akan menyebutkan tokoh-tokoh fiksi yang sering mereka saksikan melalui “gurunya” (baca: televisi).

 

Tuhan mengajarkan disiplin kepada bangsa Israel supaya secara serentak mereka mendengarkan kitab Taurat yang dibacakan. Tujuannya? Supaya mereka belajar takut akan Allah dan dengan setia melakukan segala ketetapan Allah. Kepada generasi yang sudah tererosi oleh dunia ini kita harus mengajarkan hukum Allah. Kita tetapkan lagi standar yang benar. Jangan turunkan standar itu. Akitab berkata, _“Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita” (Ibrani 4:12). Ya, firman Tuhan sangat hebat.

Baca juga  Relakah Kita Membasuh Kaki Orang Lain?

 

Renungan:

Generasi yang sudah terkontaminasi begitu parah ini wajib kita selamatkan. Limbah dunia yang beracun itu telah menewaskan jutaan manusia. Kita yang masih bersih wajib menolong mereka dengan mengajarkan firman Tuhan yang murni.

 

“Anak-anak menjadi nakal karena mereka tidak mengenal firman Allah yang kekal”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here