Indahnya Hidup Ini

0
90

Oleh: Pdt. Jacobus Manuputty.

 

 

Kalau hidup ini bisa dibeli dengan uang, maka hanya orang kaya dan ber-uang sajalah yang bisa menikmati kebahagiaan. Tetapi itulah indahnya hidup ini, semua orang dapat menikmati kebahagiaan dan siapa saja dapat meraih sukacita, kegembiraan dari hidup yang indah itu. Disinilah Tuhan memberi peluang dan kesempatan bagi siapa saja untuk mengatur, menata dan mengusahakan kehidupan itu sebaik mungkin, agar kebahagiaan itu bisa menjadi bagiannya. Artinya Tuhan itu Allah yang Maha Baik, Pemurah dan penuh Rahmat, Pemelihara yang peduli dan penuh Kasih, Penyayang yang murah hati.

 

Dalam kesadaran inilah, kita mau menjalani hidup ini dengan lebih sungguh-sungguh, lebih bertanggung-jawab dan lebih mengasihi sebagaimana Tuhan juga sudah mengasihi kita. Dengan hati yang gembira kita akan menikmati indahnya hidup ini, karena kita sendiri tidak bisa menciptakannya. Kita mau mengisi hari-hari ini dengan sikap yang lebih mengasihi dan peduli, sebagaimana Tuhan juga selalu perhatian dan peduli kepada kita. Jauhkan segala resah dihati karena indahnya hidup, hilangkan duka lara karena bahagianya kehidupan ini. Karena Tuhan ingin melihat kita bahagia, mengapa kita sendiri membuat hidup ini tidak bahagia.

 

Tuhan tidak mencurahkan keindahan itu dari langit, tetapi kita yang harus menciptakan keindahan itu. Tuhan juga tidak menuangkan berkat itu langsung dari sorga, tetapi kita yang harus mengusahakan dan meraihnya. Tuhan tidk menghembuskan Kasih itu dari mulut-Nya, tetapi kitalah yang harus membagi-bagi Kasih itu diantara kita. Ini bukan lagi saatnya dimana Tuhan berdiri dan bicara tentang Kasih, Sukacita, Kebaikan, Kebenaran dan Pengampunan, tetapi Tuhan ingin melihat semua itu dari hidup kita setiap hari.

Baca juga  Ketika Pada Posisi Puncak Kesuksesan

 

Lantas mengapa banyak orang tidak mengalami kebahagiaan dan tidak ada keindahan didalam hidupnya. Tentu ada berbagai faktor penyebabnya yang bisa membuat sesorang tidak bisa menikmati indahnya hidup ini. Salah satunya ialah ambisi yang terlalu berlebihan, sehingga orang menjadi tidak rasional dan tidak dapat mengendalikan diri sendiri dan sulit menguasai diri. Dalam posisi ini, orang terus merasa tidak puas, tidak cukup cukup, karena hasrat hatinya tidak bisa lagi dikuasai. Disinilah hidup itu menjadi tidak lagi indah, karena kebahagiaan itu semu.

 

Bagi orang-orang beriman, mereka sadar persis bahwa keindahan hidup itu bukan semata adalah iniasatif manusia untuk mengusahakannya. Tetapi itu adalah bagaimana manusia mau mengikuti maunya Tuhan, bukan mau-maunya sendiri. Menyesuaikan diri dengan kehendak dan keinginan Tuhan, bukan kehendak dan keinginannya semata. Disinilah peran kuasa Roh Kudus untuk membantu, menopang dan membimbing agar manusia berpikir, bersikap selaras dengan rencana-rencana Tuhan.

 

Happy Week End my friends! Gb.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here