Jaringan Relawan NKRI Serukan Pilkada Luber dan Jurdil

0
79

Jakarta, Suarakristen.com.

Pilkada serentak akan dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2017 di 101 Kabupaten/Kota dan Propinsi di Nusantara ini.

Pilkada adalah proses demokrasi untuk memilih pemimpin di Indonesia. Pilkada memberikan pendidikan politik yang mencerdaskan bangsa, memberikan kebebasan kepada setiap warganegara untuk dipilih dan memilih tanpa membedakan Agama, Suku,Ras dan Gender, sesuai konstitusi UUD 1945. Setiap tindakan yang melawan prinsip demokrasi dan konstitusi tersebut harus ditentang dan dikecam.

Dengan demikian, Pilkada harus menjadi proses kebebasan demokratis dalam memilih pemimpin terbaik tanpa tekanan, ancaman dan apalagi untuk memutus tali silaturahmi kebangsaan antar pemilih di Indonesia. Kita tidak mau kemerdekaan politik kita diambil oleh kepentingan segelintir orang dan kelompok tertentu yang bertentangan dengan demokrasi dan UUD 1945. Kita mau Indonesia damai, tentram, loh jinawi dan rahmat bagi kita semua.

Terkait Pilkada serentak 2017 di seluruh nusantara, Jaringan Relawan NKRI mengadakan konferensi pers di Rumah Makan Bumbu Desa, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/2/2017).

Yayong Waryono, dan tim dalam konferensi pers membacakan maklumat jaringan relawan NKRI untuk Pilkada luber dan jurdil sebagai berikut:

Masa kampanye Pilkada serentak tahun 2017 telah selesai. Saat ini kita memasuki hari tenang di 101 daerah yang menyelenggarakan Pilkada. Kami telah mengamati meskipun kita melakukan Pilkada di 17 provinsi, 76 Kabupaten, dan 18 kota di seluruh Indonesia, Pilgubnya DKI adalah yang paling menyita energi dan perasaan kebangsaan kita.
Pilgub DKI 2017 ini sejauh pengamatan kami telah menimbulkan gesekan yang berpotensl memecah belah bangsa. Jika tidak disikapi secara baik dan bijak, menurut hemat kami, panasnya Pilgub DKI tidak semata-mata karena Jakarta adalah lbukota Negara, tetapi lebih karena tingkah laku para elite yang memperlakukan DKI sebagai batu lompatan (step stone) menuju Pilpres 2019. Ha! Inilah yang menyebabkan eskalasi ketegangan yang begitu mencekam selama masa kampanye, seolah-olah jabatan gubernur adalah sebuah harga mati yang layak diperjuangkan dengan mengorbankan persatuan dan kesatuan, kerukunan, toleransi, dan keutuhan bangsa.
Upaya mengejar jabatan Gubernur DKI ini menjurus memecah belah anak bangsa, menghadap-hadapkan rakyat dengan mengeksploitasi isu-isu dan sentimen primordial bernuansa SARA. Kami juga menyaksikan bagaimana mesin mesin opini gerakan untuk menyeret-nyeret Presiden Jokowi ke dalam pusaran konflik, memanipulasi sentimen agama dan hukum untuk tujuan-tujuan kekuasaan.
Untuk itu, kami jejaring Relawan NKRI yang peduli terhadap tumbuhnya peradaban politik yang sehat, demokrasi yang bermartabat, penegakan hukum yang adil, menguatnya toleransi sesama warga bangsa, dengan ini menyerukan sikap di antaranya:

Baca juga  Presiden Jokowi Minta Peningkatan Ekspor Diperhatikan Agar Cadangan Devisa Negara Menguat

1. Kami berharap agar seluruh daerah yang melaksanakan Pilkada dapat berjalan dengan damai, langsung, umum, bebas, rahasia (luber), jujur dan adil (jurdil) sehingga dapat lahir pemimpin-pemimpin di daerah yang amanah, berpihak kepada rakyat, dan mampu bekerjasama dengan pemerintah di tingkat pusat. Kita harus belajar menerima kekalahan dengan lapang dada dan menang dengan tidak merasa jumawa.

2. Pilkada adalah pesta demokrasi oleh karena itu, perlu komitmen bersama seluruh elemen bangsa untuk menjaganya agar tetap kondusif.

3. Bahwasanya Pilgub DKI telah dijadikan medan pertarungan kekuatan-kekuatan politik yang merupakan kelanjutan darl Pilpres 2014. 0leh karena itu kami menyerukan kepada seluruh elemen relawan yang bersama-sama berjuang pada Pemilu Presiden 2014 untuk kembali merapatkan barisan, mencermati, dan menyikapi pola-pola manuver politik dari para musuh Tri Sakti dan Nawacita.

4. Kami menghimbau kepada seluruh pasangan calon yang bertarung dalam Pilkada, khususnya Pilgub DKI, agar berkontestasi secara ksastria dan menghindarkan praktek-praktek kejahatan Pemilu seperti manipulasi. intimidasi dan politik uang.

5. Kepada seluruh elemen relawan diminta menggunakan hak pilihnya secara hati-hati dan bertanggungjawab dengan memikirkan secara mendalam pasangan calon mana yang paling mungkin sejalan atau mendukung terlaksananya Program Nawacita.

6. Kami menyerukan agar pemerintahan Presiden Jokowi-JK tetap fokus pada upaya menjalankan pemerintahan agar Negara benar-benar hadir di tengah-tengah rakyat yang membutuhkan di seluruh penjuru negeri. Presiden dan Wakil Presiden perlu memastikan netralitas aparatur pemerintah di semua tingkatan dalam kaitannya dengan Pilkada serentak 2017.

7. Kami mengingatkan bahwa Pancasila dan NKRI sudah bersifat final dan mengikat, sehingga seluruh upaya baik yang bersifat terang-terangan maupun dengan sembunyi-sembunyi yang merongrong Negara dan membahayakan keutuhan bangsa harus dilawan demi keutuhan NKRI.

Baca juga  KRISMASTOLOGY: 5th ANNIVERSARY KUNINGAN CITY   15 - 17 Desember 2017

8. Munculnya isu TK khususnya dari China, isu kebangkitan komunisme dan PKI, isu SARA dan berbagai aksi-aksi politik belakangan ini, adalah bagian dari upaya mengganggu dan menciptakan instabilitas sosial, politik dan ekonomi.

9. Kami mendukung dan berterimakaslh kepada POLRI dan TNI yang menjaga keamanan dan kelancaran Pilkada serentak tahun 2017. Juga dalam proses hukum yang sedang berjalan, kami meminta kepada POLRI tegakan keadilan seadil-adilnya dan laksanakan secara transparan.

Demikianlah pandangan, seruan, dan sikap kami memasuki pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2017. Kami memastikan bahwa seluruh elemen relawan secara langsung akan berada di TPS-TPS di seluruh penjuru untuk memastikan pelaksanaan Pilkada yang memenuhi prinsip Luber dan Jurdil.

Wassalam,
a.n. Relawan NKRI
Rambun Tjajo
Yayong Waryono
Birgaldo Sinaga
Nazaruddin Ibrahim

Jaringan Relawan NKRI:

Buruh Sahabat Jokowi, Seknas JOKOWI, Bara JP, Almisbat, Solmate, Pospera, Arus Bawah Jokowi, Guru Sahabat Jokowi, JNIB, KAPT, Joman, Jaman, Nelayan Sahabat Jokowi, Kornas, Sekber Jokowi, GK Centre, Korni, Pos Raya Indonesia, JPKP Nasional, Repdem, RPJB, GRI, Forum Bersatu Indonesia, HAMP Indonesia, Laskar Rakyat Jokowi, Relawan Jakarta Kita, Facebooker In, Forjap Patria, Foreder Indonesia Hebat, Forum Bersatu Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here