FAILURES ARE DIVIDED INTO TWO CLASSES :THOSE WHO THOUGHT AND NEVER DID, AND THOSE WHO DID AND NEVER THOUGHT (John Charles Salak)

0
76

Oleh: Pdt. Weinata Sairin

Beradasarkan pengalaman empirik, ternyata hidup itu tidak pernah monoton. Hidup selalu penuh dengan dinamika, ada tawa ria, suka duka didalamnya. Ada saat kita sama sekali terpuruk dalam hidup ini, ada saat kita bangkit dan berjaya dalam kehidupan. Mengingat bahwa dalam kehidupan ini dua aspek itu selalu muncul baik bergantian maupun berbarengan maka kita menjalani kehidupan ini secara normatif dan standar saja. Artinya pada saat kita mengalami sehat, senang, sukacita kita tak usah meresponsnya secara luar biasa, over dan lebay. Kita tetap mengungkap sikap yang biasa, rendah hati bersyukur kepada Tuhan.

Pada saat kita mengalami kondisi duka, kita kuat dan tetap berserah diri kepada Tuhan, tidak usah larut dalam peristiwa kedukaan itu sehingga kita tegar berhadapan dengan duka yang meliliti kehidupan kita. Dualitas kehidupan manusia, sisi gelap, dukacita, dan sisi terang , sukacita, adalah masa introspeksi dan pembelajaran yang amat berharga bagi manusia.

Hanya mereka yang cerdas dan berfikir ke masa depan dengan baik, yang mau terus belajar dari episode-episode kehidupan yang pernah ia lalui. Mereka tidak pesimis tatkala ada awan duka yang menggantung dalam langit kehidupan mereka, mereka juga tidak mengungkapkan optimisme yang terlalu over tatkala ada simfoni sukacita mengalun dalam konser kehidupan mereka.

Sebagai bangsa yang beragama maka kita diajarkan oleh agama kita untuk selalu siap menjalankan kehidupan ini sebagaimana adanya. Dengan.iman yang teguh kita menjalani kehidupan yang Tuhan anugerahkan itu dengan sukacita dan penuh rasa syukur. Suka atau duka dalam kehidupan, kita sambut dengan iman teguh. Dan kita mohon kepada Tuhan agar Ia mendampingi kita untuk menjalani kehidupan dalam dualitasnya itu.

Baca juga  Jangan Pernah Ragu Kepada Tuhan!

Hal yang menarik diungkap dalam pepatah yang dikutip dibagian awal tulisan ini adalah bahwa sebuah kegagalan seseorang itu bisa dibagi dalam 2 bagian : ia yang berfikir tanpa melakukan sesuatu, ia yang melakukan sesuatu tanpa berfikir. Sebenarnya kedua hal itu yaitu berfikir dan berbuat mesti dikombinasikan, tidak bisa dipisahkan. Pemisahan keduanya bukan hanya program yang tak bisa berjalan, tetapi juga akan menimbulkan dampak yang lebih luas. Mari berfikir dan berbuat bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Selamat berjuang. God bless You.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here