OLEH OLEH RENUNGAN DARI GUNUNG SINAI “10 PERINTAH ALLAH”

0
116

Oleh : Pdt. Natan Jurnawan

Tanggal 23 Desember 2016. Setelah menempuh perjalanan panjang selama lebih dari 8 jam. Akhirnya kami sampai di daerah gunung Sinai. Kami menginap di sebuah losmen bernama “Modernland”.

Meskipun losmen ini sederhana tetapi nuansa pemandangannya cukup menakjubkan. Sekeliling losmen dikelilingi oleh jajaran perbukitan yg terbentang luas. Bukit batu ini benar-benar gersang tanpa satupun pohon yang tumbuh di atasnya. Jika di Indonesia pasti kondisi demikian sangat mengerikan karena berpotensi terjadinya longsor. Namun di sini tidak perlu kuatir longsor, karena gunung itu terdiri dari bebatuan padat yang tersambung satu dengan yang lainnya.

Suhu udara di losmen ini sangat dingin. Karena itu begitu masuk losmen, pegawai losmen langsung menyalakan AC Heather untuk menghangatkan diri kami. Rata-rata AC di Palestina ini punya 2 fungsi, ada tombol setelan untuk mengeluarkan hawa panas / hangat jika waktu musim dingin; dan hawa dingin jika musim panas.

Setelah beristirahat sejenak. Akhirnya sekitar jam 4 sore, rombongan yang rindu mendaki gunung Sinai sudah bersiap-siap menuju kaki gunung, lokasi awal start menuju ke atas gunung Sinai.

Tidak semua rombongan tour ikut naik ke gunung Sinai. Sebagian tetap tinggal di losmen dengan alasan kesehatan. Tentu semua peserta rindu naik, namun kesehatan dan kekuatan fisik juga menjadi pertimbangan tersendiri.

Perjalanan ke atas gunung Sinai ditempuh dengan waktu pergi dan pulang sekitar 7 jam. Ketika naik rombongan menggunakan kendaraan onta dengan dipandu oleh orang-orang Badui, yang memang khusus memandu para turis yg rindu menjajaki Napak Tilas nabi Musa ketika menghadap Tuhan di atas puncak gunung itu.

Sekitar jam 01.00 para rombongan ysang mendaki gunung Sinai telah kembaliang dengan selamat semua. Walaupun sangat melelahkan, namun ada kepuasan tersendiri yang terpancar di wajah mereka, seakan-akan naik ke gunung Sinai adalah sebuah garis finish yang ditargetkan untuk dicapai.

10 HUKUM ALLAH DIBERIKAN PADA MUSA

Dari seluruh rangkaian peristiwa Alkitab yang terjadi di gunung Sinai, yang paling penting dan terkenal adalah diberikannya 2 loh batu berisi 10 Hukum Allah kepada nabi Musa.

Mungkin Anda menyangka untuk mendapatkan 2 loh batu yang berisi 10 Hukum Allah itu sangat mudah. Saudara keliru besar. Demi mendapatkan barang yang sangat berharga itu, nabi Musa harus berdoa puasa dan menantikan Allah selama 40 hari.

Keluaran 24:12-18 (TB)  TUHAN berfirman kepada Musa: “Naiklah menghadap Aku, ke atas gunung, dan tinggallah di sana, maka Aku akan memberikan kepadamu loh batu, yakni hukum dan perintah, yang telah Kutuliskan untuk diajarkan kepada mereka.” 
Lalu bangunlah Musa dengan Yosua, abdinya, maka naiklah Musa ke atas gunung Allah itu. 
Tetapi kepada para tua-tua itu ia berkata: “Tinggallah di sini menunggu kami, sampai kami kembali lagi kepadamu; bukankah Harun dan Hur ada bersama-sama dengan kamu, siapa yang ada perkaranya datanglah kepada mereka.” 
Maka Musa mendaki gunung dan awan itu menutupinya. 
Kemuliaan TUHAN diam di atas gunung Sinai, dan awan itu menutupinya enam hari lamanya; pada hari ketujuh dipanggil-Nyalah Musa dari tengah-tengah awan itu.
Tampaknya kemuliaan TUHAN sebagai api yang menghanguskan di puncak gunung itu pada pemandangan orang Israel. 
Masuklah Musa ke tengah-tengah awan itu dengan mendaki gunung itu. Lalu tinggallah ia di atas gunung itu empat puluh hari dan empat puluh malam lamanya.

Baca juga  Sucinya Sebuah Pernikahan

Keluaran 34:28 (TB)  Dan Musa ada di sana bersama-sama dengan TUHAN empat puluh hari empat puluh malam lamanya, tidak makan roti dan tidak minum air, dan ia menuliskan pada loh itu segala perkataan perjanjian, yakni Kesepuluh Firman.

Kita tidak tahu persis ketika Musa naik gunung Sinai, saat itu terjadi musim apa? Mengingat di Timur Tengah ada 4 musim. Jika itu terjadi pada musim dingin, maka Musa pasti kedinginan di atas gunung itu.

Karena rombongan yang mendaki gunung Sinai tadi malam juga sangat kedinginan.
Dan jika saat itu sedang musim panas. Maka betapa kepanasannya Musa. Selain panas ia juga akan sangat kehausan. 
Jadi, musim dingin atau pun musim panas, Musa harus hadapi tantangan alam yang begitu berat. Bukan hanya menahan lapar, Musa juga harus kuat menahan haus selama 40 hari 40 malam. Luar biasa!

NILAI DARI 10 HUKUM ALLAH

Alkitab yang bgtu tebal ditulis oleh manusia. Ada sekitar 40 orang yang dipakai Allah untuk menulis seluruh rangkaian Alkitab dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru. Rentang waktu penulisan kitab-kitab itu juga memakan waktu ratusan, bahkan ribuan tahun. Terutama antara kitab-kitab Perjanjian Lama dan kitab-kitab Perjanjian Baru.

Namun 10 HUKUM ALLAH bukan ditulis oleh manusia. Bukan pula Musa yang menulisnya. 10 Hukum itu ditulis oleh jari Allah sendiri. Diukir dalam 2 lempengan loh batu.

Keluaran 31:18 (TB)  Dan TUHAN memberikan kepada Musa, setelah Ia selesai berbicara dengan dia di gunung Sinai, kedua loh hukum Allah, loh batu, yang ditulisi oleh jari Allah.

Keluaran 32:15-16 (TB)  Setelah itu berpalinglah Musa, lalu turun dari gunung dengan kedua loh hukum Allah dalam tangannya, loh-loh yang bertulis pada kedua sisinya; bertulis sebelah-menyebelah.
Kedua loh itu ialah pekerjaan Allah dan tulisan itu ialah tulisan Allah, ditukik pada loh-loh itu.

Baca juga  Memudarnya Integritas Diri

Selanjutnya ketika Musa menulis ke – 5 kitabnya (Taurat Musa), isi dari 10 Hukum Allah itu dimasukkan ke dalam 2 kitab yang dia tulis, yakni:
Kitab Keluaran 20:1-17
Kitab Ulangan 5:1-22

Jarang ada bagian dari firman Tuhan yang disalin secara utuh sampai 2 kali. Kecuali bagian firman itu sangat penting di mata Tuhan.

10 HUKUM ALLAH ADALAH INTISARI KESELURUHAN ALKITAB.

Alkitab yang begitu tebal, yang berisi ribuan ayat firman Tuhan, adalah penjabaran atau penguraian dari 10 HUKUM ALLAH. Inti dari 10 Hukum Allah itu hanya ada 2, yakni:

1). Mengasihi Allah (Hukum 1-4)
(Keluaran 20:3-11)

HUKUM 1: Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.

HUKUM 2: Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.

Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.

HUKUM 3: Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.

HUKUM 4: Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: 
enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.
Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

Baca juga  Bersandar Kepada Tuhan

2). Mengasihi Manusia (Hukum 5-10)
(Keluaran 20:12-17) 

HUKUM 5: Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

HUKUM 6: Jangan membunuh.

HUKUM 7: Jangan berzinah.

HUKUM 8: Jangan mencuri.

HUKUM 9: Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.

HUKUM 10: Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu.”

INTISARI ALKITAB adalah KASIH.
Dan kasih itu dibagi atas 2 bagian, yakni: “Mengasihi Allah” dan “Mengasihi manusia”. Seluruh ayat Alkitab, disimpulkan dalam 2 segi kasih itu.
Untuk memahaminya lebih jauh kita lihat bagaimana sang Guru Agung kita, Yesus Kristus, merangkumkan seluruh isi Alkitab ini:

Matius 22:36-40 (TB)  “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” 
Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 
Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Dari ayat di atas, sangat jelas Yesus menekan INTISARI dari keseluruhan firman Tuhan. Dan Central atau titik pusat dari seluruh KASIH, berfokus pada diri Yesus Kristus, yang diutus oleh Allah untuk menyelamatkan umat manusia.

Yohanes 3:16 (TB)  Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Bagaimana kasih kepada Allah dan sesama manusia itu diwujudkan? Yakni, melalui kematian Yesus Kristus di atas KAYU SALIB. Karena itu SALIB adalah simbol dan lambang dari seluruh KASIH.

Salib tidak akan terbentuk jika hanya ada satu batang kayu dan berdiri sendiri. Salib akan terbentuk jika ada 2 Batang kayu yg disilangkan secara horizontal dan vertikal.

Kayu horizontal adalah simbol hubungan atau kasih antara Allah dan Manusia.
Sedangkan kayu vertikal adalah simbol hubungan antara sesama manusia.

Kesimpulan:

SALIB adalah simbol dari KASIH.

10 HUKUM ALLAH adalah INTISARI dari KASIH.

Seluruh AYAT-AYAT ALKITAB adalah penguraian atau penjelasan dari 10 Hukum Allah.

Amin.

Yerusalem, 24 Desember 2016.

Gembala GBP Yesus Kristus

Pdt. Natan Jurnawan S.Th., M.Si.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here