KESAN DAN HARAPAN AKHIR TAHUN 2016 DEWAN PIMPINAN PUSAT ASOSIASI PENDETA INDONESIA (API)

0
151
Pdt Drs Harsanto Adi S, M.M,M.Th Ketua Umum Asosiasi Pendeta Indonesia (API)
Pdt Drs Harsanto Adi S, M.M,M.Th
Ketua Umum Asosiasi Pendeta Indonesia (API)

Jakarta. Suarakristen.com

Dengan mengucap puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa kita bangsa Indonesia telah mampu melalui tahun 2016 dengan segala dinamikanya. Kita tetap terus bersyukur karena sebagai sesama manusia yang hidup diplanet bumi ini, kita tahu semua dibelahan yang lain sedang dan masih terus dilanda konflik dan perang saudara yang kita semua tidak tahu kapan dan dimana ujungnya. Karena itu di tengah hiruk pikuk terjadinya gesekan politik, hukum dan keamanan, kita tetap masih bisa mengendalikannya. Kami menyadari semua itu karena sebagian besar bangsa ini tetap tidak ingin Negara ini terbelah, sebagian besar bangsa ini masih tetap menginginkan Indonesia yang Bhineka ini tetap Tunggal Eka, yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada pemimpin Negara di masa yang lalu, tetapi kami melihat, merasakan betapa Pemerintahan saat ini yang dipimpin oleh Bapak Presiden Jokowi yang sudah memasuki tahun kedua, memimpin dengan penuh kesadaran sebagai abdi rakyat, memimpin dengan hati, benar benar telah menjalankan tugasnya dengan sebaik baiknya, serius, tidak kenal lelah dengan sasanti “bekerja, bekerja dan bekerja”. Dengan “ Kepemimpinan Hati “ yang mengedepankan keteladanan, maka sebagai rakyat, kita melihat dan merasakan paling tidak aparat birokrasi pemerintahan, TNI dan Polri juga telah berusaha bekerja mengikuti ritme Bapak Presiden.

Namun demikian sampai dengan penghujung 2016, kami masih tetap melihat dan merasakan bahwa ada sebagian kecil kelompok di masyarakat yang mempunyai agenda tersendiri, apakah itu di kendalikan dari unsur asing maupun dari dalam negeri sendiri. Di tangkapnya beberapa orang dengan tuduhan makar, masih dan terus dilakukan pengejaran dan penangkapan terhadap para teroris, baik yang bergerak sendiri maupun dikendalikan oleh kelompok kelompok yang menamakan ISIS. Sampai saat ini kita masih melihat adanya kelompok kelompok yang tidak mau mengakui NKRI, Nasionalisme, Bendera Merah Putih dan tidak mengakui UUD 45 dan peraturan Negara lainnya, dan hanya mengakui peraturan sesuai keyakinannya. Kami melihat dan merasakan bagaimana kelompok kelompok kecil yang mengatasnamakan kelompok besar ingin berbuat apa saja menurut kemauannya, menutup kegiatan ibadah, mengadakan swepping, melarang ini itu dengan ukuran dan maunya sendiri, tanpa mengindahkan hukum, keadaban dan etika bermasyarakat.

Baca juga  Festival Paduan Suara Penabur II, 2015 Dibuka Dengan Meriah: Jadikan Musik Sebagai Sarana Pembentuk Kepribadian, Budaya dan Karakter Bangsa!

Untuk itu kami berharap dan berdoa kiranya Pemerintah Indonesia di bawah Pimpinan Bapak Jokowi terus melaksanakan amanat rakyat, yakni membangun negeri ini demi kesejahteraan dan keadilan masyarakat. Demikian juga kiranya aparat Keamanan, Pertahanan dan Hukum, tetap teguh, tegar, dan berhikmat untuk mejadi pengayom semua anak bangsa dibawah panji konstitusi, hukum dan keadilan. Kepercayaan diri yang kuat bahwa apa yang anda kerjakan akan dicatat dalam sejarah Indonesia, dan apa yang anda kerjakan akan anda pertanggung jawabakan dihadapan Tuhan Yang Maha Esa, maka anda tidak boleh bertugas dan bekerja dalam bayang bayang ketakutan dan tekanan kelompok kelompok yang tidak bertanggung jawab.

Kami mengasihi Indonesia, sebuah negeri yang diwariskan nenek moyang kita yang kita yakini sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Untuk itu kami terus berdoa kiranya Pemerintah Indonesia di bawah Pimpinan Bapak Jokowi yang saat ini mendapat amanah untuk melaksanakan amanat rakyat, tetap dalam perlindungan dan penyertaan Tuhan Yang Maha Esa. Kiranya Tuhan Yang Maha Esa juga membuka mata hati saudara sebangsa yang saat ini tertutup hatinya, yang tidak menyadari bahwa apa yang mereka perbuat justru akan menghambat dan sekaligus dapat menghancurkan pembangunan yang saat ini sedang terus dikerjakan demi kesejahteraan dan keadilan masyarakat . Kiranya para pemimpin Umat terus mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa agar terus mendapatkan pencerahan, untuk dapat melihat dengan mata hati, dan tuntunan Tuhan sendiri.

Terakhir memasuki tahun 2017, banggalah jadi orang Indonesia, dan untuk menyatukan hati kita maka serukanlah yang pertama kali bahwa : saya orang Indonesia, saya bangga jadi orang Indonesia, baru kita sampaikan Saya Muslim, Saya Kristen, Saya Hindu, Saya Budha, Saya Konghuchu, Saya Orang Minang, Saya Orang Batak, Saya Orang Papua, Saya Orang Jawa dan seterusnya.

Baca juga  Dari FGD Persatuan Cendikiawan Protestan Indonesia (PCPI): Perkawinan Sejenis itu Destruktif dan Kontra-Produktif Bagi Keluarga, Masyarakat dan Gereja: Tolak Legalisasi Perkawinan Sejenis!!!

Tuhan Memberkati

Jakarta, 20 Desember 2016.
Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pendeta Indonesia

Pdt Drs Harsanto Adi S, M.M,M.Th
Ketua Umum

Pdt Dr Hendrik Masengi,M.Th
Sekretaris Jenderal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here