PT. Bayer Indonesia Selenggarakan Diskusi Media: ”Your Body, Your Life, Your Choice” – Kenali Jerawat Hiperandrogen dan Dampaknya bagi Perempuan”

0
58
Para Narasumber dan Tim Panitia Bayer berfoto sesudah acara Diskusi Selesai
Para Narasumber dan Tim Panitia Bayer berfoto sesudah acara Diskusi Selesai

Jakarta, Suarakristen.com.

Dikenal sebagai perusahaan berbasis Life Science, Bayer Indonesia kembali menunjukkan komitmennya terhadap kesehatan masyarakat di Indonesia terutama akses informasi masyarakat untuk kesehatannya. Pada tanggal 31 Agustus 2016, Bayer Indonesia mengadakan diskusi media bertajuk “Your Body, Your Life, Your Choice : Kenali Jerawat Hiperandrogen dan Dampaknya bagi Perempuan”. Pada diskusi media kali ini, Bayer Indonesia ingin mengajak masyarakat Indonesia mengenali jerawat hiperandrogen dan dampaknya bagi perempuan serta terapi yang tepat untuk mengatasi sumber masalahnya.

Perempuan memilki hormon estrogen, progesteron dan androgen yang masing-masing memiliki fungsi berbeda bagi tubuhnya. Hormon yang mempengaruhi penampilan kulit dan pertumbuhan rambut adalah hormon androgen. Penelitian menunjukkan bahwa hiperandrogen atau kelebihan hormon androgen (hormon khas laki-laki), dapat mempengaruhi 10-20% perempuan pada usia produktif6. Dalam tubuh perempuan terdapat hanya 1 persen androgen bebas7. Jika kadar ini meningkat maka dapat menimbulkan masalah bagi perempuan, salah satunya yang nampak jelas adalah gangguan jerawat dengan derajat sedang hingga berat.

Menurut dr. Suksmagita Pratidina, Sp.KK,“Penyebab munculnya jerawat adalah karena tersumbatnya folikel kulit yang mana paling banyak disebabkan oleh produksi sebum / minyak yang berlebih. Berlebihnya produksi minyak di kulit wajah dapat dipengaruhi oleh tingginya kadar androgen bebas yang akan memicu aktivitas kelenjar minyak dan sebum. Sehingga kulit wajah yang semula lembut dan mulus, bisa tampak sangat berminyak serta tumbuh jerawat dan komedo. Jerawat dapat terbagi tiga tingkatan yaitu jerawat ringan, sedang dan berat / parah. Jenis jerawat yang disebabkan oleh hiperandrogen dapat dikelompokkan sebagai jerawat dengan derajat sedang hingga berat / parah.”

Dr.dr. Budi Wiweko,Sp.OG(K) mengatakan, “Hiperandrogen pada perempuan merupakan salah satu kelainan hormonal. Salah satunya dampaknya yang paling nampak adalah timbulnya jerawat. Penelitian juga menunjukkan bahwa perempuan dengan hiperandrogen akan mengalami gejala-gejala klinis hiperandrogen dengan karakteristik gejala seperti, Seborrhea (peradangan kulit bagian atas), Acne (Jerawat), Hirsutism (munculnya rambut pada bagian tubuh perempuan yang biasanya tidak ditumbuhi rambut), Alopecia (Kebotakan) atau siklus menstruasi yang tidak teratur, yang lebih dikenal dengan SAHA syndrome. Dalam memberikan terapi pengobatan untuk jerawat hiperandrogen, sangat penting untuk diketahui sumber masalahnya serta kondisi pasien. Pengobatan jerawat hiperandrogen dapat menggunakan pil kontrasepsi kombinasi yang memiliki sifat antiandrogenik yang kuat yaitu dengan cyproterone acetate.”

Baca juga  KRISMASTOLOGY: 5th ANNIVERSARY KUNINGAN CITY   15 - 17 Desember 2017

Dr. Suksmagita Pratidina, Sp.KK menambahkan,”Masalah kulit yang disebabkan oleh faktor kebersihan lebih mudah diobati karena selama pasien dapat menjaga kebersihan diri, jerawat akan hilang atau sembuh dengan mudah. Berbeda dengan jerawat hiperandrogen, banyak pasien mencoba berbagai pengobatan atau perawatan namun tetap saja jerawat muncul kembali. Oleh sebab itu penting diketahui apa yang menjadi sumber masalahnya.”

Jerawat dapat berdampak gangguan emosi pada perempuan seperti rasa malu, rendahnya tingkat percaya diri, kegelisahan, serta dampak psikologis lain. 18% mengalami kegelisahandan 44% mengalami kecemasan8, dan bahkan dilaporkan 6% pasien berkeinginan melakukan bunuh diri9. Selain itu 18% dari total biaya perawatan penyakit kulit di dunia adalah untuk terapi jerawat10.

Setiap perempuan berhak mendapatkan edukasi atau informasi yang tepat untuk mengenali dampak hiperandrogen khususnya pada kesehatan kulit perempuan. Bayer Indonesia telah berpengalaman selama 25 tahun dalam membantu perempuan di Indonesia memperoleh kualitas hidup yang lebih baik dengan kulit sehat dan bebas jerawat hiperandrogen.

• Hormon yang tidak seimbang dalam tubuh perempuan dapat menyebabkan masalah kesehatan serius. Salah satunya kelebihan hormon androgen (hormon khas laki-laki) yang dikenal dengan hiperandrogen yang dapat terjadi pada sekitar 10 – 20% perempuan usia produktif1.
• Hanya terdapat 1% hormon androgen bebas pada tubuh perempuan2. Jika meningkat maka terjadi masalah pada perempuan salah satunya adalah jerawat dengan derajat sedang sampai berat.
• Pengobatan jerawat hiperandrogen dapat menggunakan pil kontrasepsi kombinasi yang memiliki sifat antiandrogenik yang kuat3.
• Dilaporkan pasien dengan masalah jerawat akan mengalami depresi klinis sebesar 18% dan kecemasan sebesar 44%4.
• Selain itu 18% dari total biaya perawatan penyakit kulit di dunia adalah untuk terapi jerawat.

Baca juga  Langkah Lanjut Kolaborasi Ekosistem Tekfin Indonesia dan Australia

Dr. Suksmagita Pratidina merupakan seorang Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin yang memiliki pengalaman selama 10 tahun di bidangnya. Dengan latar belakang dan pengalamannya tersebut, dokter yang akrab dipanggil dengan dr. Gita ini, kerap kali menjadi narasumber di berbagai acara dan media massa, khususnya membahas seputar kesehatan kecantikan dan kulit wajah. Saat ini, beliau menjalani praktek sehari-harinya di salah satu klinik kecantikan di daerah Jakarta Barat dan beberapa rumah sakit swasta di Jakarta. Selain aktif menjalani kesibukannya sebagai dokter, beliau juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia. Sebagai seorang dokter, beliau mengenyam pendidikan di Universitas Indonesia.

DR. dr. Budi Wiweko, Sp.OG (K) adalah dokter spesialis bidang obstetri dan ginekologi di Jakarta. Beliau adalah dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan memperoleh pendidikan Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi pada tahun 2005.Di samping itu, beliau juga telah mengenyam berbagai pendidikan informal di bidang reproduksi, obstetri, dan ginekologi baik dari dalam negeri maupun dari pelatihan bertaraf internasional.Di tengah kesibukannya sebagai dokter, beliau juga berperan aktif dalam berbagai organisasi di bidang kesehatan, termasuk menjadi Ketua dari Indonesian Association for In Vitro Fertilization (IA-IVF) periode 2016-2020, serta pada berbagai organisasi regional seperti Presiden Elect Asia Pasific Iniative on Reproduction (ASPIRE)2018-2020, Pacific Rim Fertility Society (PRFS), dan lain-lain.

Tidak hanya aktif berperan di berbagai organisasi kesehatan, dokter yang akrab disapa dengan Dr.Iko ini juga pernah mendapatkan berbagai penghargaan seputar obsetri dan ginekologi. Beberapa diantaranya ialah1st Outstanding Lecture Award dari Universitas Indonesia (2015), Pemenang Pertama Dospres Tingkat Nasional 2015, Best Scientific Paper olehThe 5th Congress of Asia Pacific Initiave on Reproduction, Brisbane, Australia (2014), Peneliti Terbaik oleh FKUI (2009, 2010,
2011), dan masih banyak lagi. Beliau juga telah menelurkan belasan publikasi ilmiah yang telah mendapat pengakuan standar internasional, serta menjadi pembicara di berbagai seminar dan talk-show kesehatan. Beliau kini menetap di Jakarta bersama keluarganya.

Baca juga  Patriot Garuda Nusantara (PGN): Siap Membela dan Merevitalisasi Pancasila; dan Melawan Kelompok-Kelompok Yang Ingin Merongrong Pemerintah Yang Syah

Bayer: Science For A Better Life
Bayer adalah perusahaan global dengan kompetensi di bidang Life Science terkait kesehatan dan pertanian. Produk serta layanan Bayer dirancang untuk memberikan manfaat serta meningkatkan kualitas hidup manusia. Group Bayer bertujuan untuk menciptakan nilai melalui inovasi, pertumbuhan dan daya penghasilan tinggi. Sebagai korporasi, Bayer memegang teguh prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan serta tanggung jawab sosial dan etika. Pada tahun fiskal 2015, Bayer mempekerjakan 117.000 orang dengan penjualan senilai Euro 46,3 miliar. Belanja modal sebesar Euro 2,6 miliar dengan biaya R&D senilai Euro 4,3 miliar. Nilai-nilai tersebut termasuk bisnis polimer berteknologi tinggi yang telah ditawarkan ke bursa saham sebagai perusahaan independen bernama Covestro pada tanggal 6 Oktober 2016. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi www.bayer.com atau www.bayer.co.id.

Media Contact:
Anton Susanto
Head of Communications PT Bayer Indonesia
Phone: +62-21-30491506
E-mail: anton.susanto@bayer.com

Pernyataan Perkiraan Kedepan
Rilis ini mungkin berisi pernyataan berdasarkan asumsi saat ini dan perkiraan yang dibuat oleh Grup Bayer atau manajemen subkelompok ke depan. Berbagai resiko, ketidakpastian dan faktor-faktor lain dapat menyebabkan perbedaan materi antara hasil aktual di masa depan, situasi keuangan, pengembangan atau kinerja perusahaan dan perkiraan yang diberikan di sini. Faktor-faktor ini termasuk yang dibahas dalam laporan publik Bayer yang tersedia di situs web Bayer di www.bayer.com. Perusahaan tidak bertanggung jawab apa pun atas perubahan pernyataan berwawasan ke depan atau kejadian masa depan atau perkembangan.

(Hotben Lingga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here