El Shaddai Ministry Sukses Menggelar “Blue Fire Praise Concert” di Jakarta

0
54
Penyanyi-penyanyi dari El Shaddai Ministry Menyanyikan kidung-kidung pujian dan penyembahan
Penyanyi-penyanyi dari El Shaddai Ministry Menyanyikan kidung-kidung pujian dan penyembahan

Jakarta, SuaraKristen.com

Visi Blue Fire merupakan suatu panggilan untuk generasi akhir jaman untuk menemukan dan memenuhi destini yang diberikan Tuhan melalui keintiman dalam pujian dan penyembahan. Ini merupakan pemulihan Pondok Daud (hadirat Tuhan melalui pujian dan penyembahan), mempersiapkan jalan bagiTuhan yang tidak hanya secara individual tetapi secara kelompok dalam tubuh Kristus bagi generasi akhir zaman sebelum kedatangan Yesus yang kedua kalinya. Tuhan bertahta di atas pujian umat-Nya.

Yesaya 42: 10-13 mengatakan, “10 Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya. 11. Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung! 12. Baiklah mereka memberi penghormatan kepada TUHAN, dan memberitakan pujian yang kepada-Nya di pulau-pulau. 13. TUHAN keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangat-Nya untuk bertempur; Ia bertempik sorak, ya, Ia memekik, terhadap musuh-musuh-Nya Ia membuktikan kepahlawanan-Nya.”

HadiratNYA membawa perubahan pada tujuan hidup, karena banyak orang tidak mnegetahui mengapa mereka hidup di bumi ini, apakah arti tujuan hidup atau destini mereka di bumi yang menjadi takdir mereka.

Keintiman dan mengalami hadirat-Nya, membawa Surga turun ke bumi melalui pujian dan penyembahan yang akan membawa kita ke tujuan kita saat kita belajar untuk mendengar suara-Nya dan diarahkan oleh-Nya sepanjang hidup kita. Keintiman dengan Tuhan adalah suatu ekspresi cinta dan kita bisa melakukan itu karena “Kita mengasihi Dia, karena Dia terlebih dulu mengasihi kita.” (1 Yohanes 4:19).

Kami tidak diciptakan di bumi oleh Tuhan kita hanya untuk menjadi manusia yang hidup dalam rutinitas: seperti lahir, pergi ke sekolah, bekerja, menikah, punya anak, dan
mati.

Baca juga  Pemimpin Kristen Harus Berjiwa Visioner, Progresif dan Revolusioner

Tuhan menciptakan kita untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri; untuk tujuan-Nya yaitu panggilan dan rencanaNYA untuk hidup kita. Dia memiliki suatu tujuan pilihanNYA untuk semua orang termasuk siapa orang yang harus kita nikahi, karena keduanya harus menjadi satu visi untuk tujuan melayani rencanaNya yang menjadi tujuan kita. Kita harus menemukan destini Tuhan untuk memenuhi rencana kita waktu kita di bumi.

Kita harus membuat dampak besar di dunia termasuk tujuh gunung kehidupan ya itu di keluarga, gereja, pemerintah, ekonomi, pendidikan, media, dan seni.

Masalahnya, banyak orang diajarkan untuk hidup secara duniawi, yaitu hanya hidup untuk dirinya sendiri untuk fokus pada tiga orang: saya, diri sendiri, dan aku, yang pada akhirnya akan membawa kebinasaan, sebab ini adalah ke-egoisan.

Kita diciptakan untuk hidup bagi Tuhan dan menjadi berkat bukan untuk diri sendiri. Tetapi saat kita menanggalkan fokus pada diri kita dan beralih fokus kepada-Nya, kita akan diberkati. Kita telah dibeli dengan harga yang mahal, jadi kita bukan lagi milik kita sendiri, “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (1 Korintus 6: 19-20).

Mengapa tujuan hidup begitu penting? Sebagai contoh jika burung diciptakan untuk terbang bagaimana ia bisa menjadi ikan? Ini tidak akan berhasil dan terpenuhi dalam maksudnya. Sama halnya dengan kita, jika kita diciptakan untuk menjadi penyembah yang ilahi namun kita ingin menjadi politisi, kita akan bergumul.

Baca juga  Catrien Worang : Bangga Menjadi Murid Kristus dan Selalu Antusias Melayani Tuhan.

Apa yang dimaksud dengan restorasi Pondok Daud? Pondok (tabernakel) adalah tempat dimana ada hadirat Tuhan. Daud, adalah seorang yang mengejar hatinya Tuhan. Dia memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan yang membawanya sampai ke destini-Nya sebagai raja.

Dalam 33 tahun pemerintahannya sebagai Raja di Yerusalem, Daud memiliki musisi dan para penyembah penuh waktu 24/7 untuk melayani hadirat Tuhan dan tidak ada invasi dan penyembahan berhala di Yerusalem selama pemerintahan-Nya.

Restorasi pondok Daud ini adalah gerakan generasi akhir zaman yang mempersiapkan jalan bagi Tuhan kita. Ini terjadi melalui keintiman kita dengan Yesus dalam pujian dan penyembahan kepada Tuhan, menghubungkan surga dengan bumi, surga terbuka dan membiarkan Tuhan meresponi kita dan kita meresponi kembali dengan lagu-lagu surgawi dan nubuatan, maka hasilnya adalah suatu ledakan dan perubahan hidup, membawa berkat berkat surgawi turun seperti mujizat, tanda-tanda heran & ajaib, kesembuhan, pemulihan, kemenangan, terobosan, nubuatan, keselamatan, perubahan atmosfir, dan segala kebaikannya Tuhan termasuk destini Tuhan.

Dan mengapa BLUE FIRE (api biru)? Api biru adalah bagian api terbaik yang terpanas dan paling intens. Ini ada di dalam hubungan intensitas kita, mengarahkan mata kita pada-Nya dan memberikan hidup kita sepenuhnya, akan membawa kita lebih dalam dan pewahyuan dan hikmat Tuhan akan dinyatakan untuk memenuhi destini Tuhan dan berhasil dalam hidup kita.

Di hadirat-Nya yang terus menerus kita dibawa ke tingkat baru dari pemurnian dan penyucian untuk berdampak pada dunia dan menjadi generasi akhir zaman pembawa BLUE FIRE (Api Biru).

Ketika kita berjumpa dengan Tuhan, maka kita bisa membawa dampak buat dunia untuk membawa kasih-Nya dalam tujuan individual kita. Ada Surga yang terbuka di hadirat-Nya dan setiap hal yang baik terjadi di dalam Surga yang terbuka. “Mari kita sambut BLUE FIRE ini dan mengijinkan Dia untuk membakarnya kuat dalam hati kita. Semoga kita benar-benar dikenal sebagai orang yang Dia buat menjadi pelayanNYA – kobaran apiNYA..” (Mazmur 104: 4). Kita sebagai generasi akhir zaman seharusnya menjadi pembawa BLUE FIRE/Api Biru.

Baca juga  PIKI Bangkit Kembali: Baktinendra Prawiro dan Audy Wuisang Pimpin PIKI Periode 2015-2020

Bagi generasi akir zaman yang tertarik untuk datang dan bergabung dan ingin tahu lebih banyak tentang bagaimana untuk mendengar dan mengalami hadiratNYA lebih lagi melalui pujian dan penyembahan dapat menghubungi kami di email Api Biru bluefiregen@gmail.com dan kami akan menghubungi Anda.

Bangkitlah generasi akhir zaman! Tuhan Yesus biarlah tujuanMU terjadi dalam hidup ku dan jadikan aku pembawa Api Biru MU.

Chitra Effendi
15 Februari 2016

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here