DPP Persatuan Cendikiawan Protestan Indonesia (PCPI) Mengecam Keras Teror Serangan Bom di Jakarta

0
48

Oleh: Olavio Lutherson PL.

Jakarta, Suarakristen.com.,

“Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Cendikiawan Protestan Indonesia (PCPI) mengutuk keras aksi teror dan serangan bom yang menewaskan beberapa orang termasuk aparat penegak hukum, yang terjadi di Jakarta (14/1/16). Kami mengecam tindakan keji kelompok teroris yang meneror masyarakat dan bangsa Indonesia. Kami menyatakan bela sungkawa dan duka yang mendalam kepada korban dalam serangan itu. Aksi teror ini sangat keji, tak berperikemanusiaan dan tak berhati-nurani.

Teror bom yang terjadi di Sarinah Thamrin, Jakarta, ini (14/1/2016) merupakan tragedi yang sangat menyayat hati, memilukan dan melukai hati kita semua di awal tahun 2016 ini. Karena peristiwa ini terjadi di tengah-tengah antusiasme seluruh masyarakat Indonesia mengawali tahun 2016 ini dengan penuh harapan, sukacita dan tekad bersama untuk membangun Indonesia yang lebih baik dan lebih sejahtera. Walaupun di awal tahun ini Indonesia diteror bom, kita harus tetap antusias dan berpengharapan, karena kita Indonesia adalah bangsa yang besar, kuat, pemberani dan tegar. Kita tidak akan pernah kalah terhadap teror, ancaman-ancaman dan provokasi-provokasi yang ingin memecah-belah, mendestruksi dan mendestabilisasi persatuan, kesatuan dan harmoni kita sebagai sebuah bangsa yang besar. Kita harus tetap bersatu-padu, bersatu hati dan berjuang bersama agar teror-teror dari para teroris ini tidak terjadi lagi.”demikian pernyataan sikap yang disampaikan salah seorang fungsionaris DPP Persatuan Cendikiawan Protestan Indonesia (PCPI), Pdt. Dr. Jerry Rumahlatu saat diminta pendapat dan sikapnya soal teror bom di Sarinah, Jakarta. (15/1/16).

Ungkap Pdt. Jerry Rumahlatu lebih lanjut,”DPP Persatuan Cendikiawan Protestan Indonesia (PCPI) mendukung pemerintah dalam menangkap para pelaku serangan teroris ini. Jaringan teroris ini harus segera diberantas.Hal ini untuk meningkatkan keamanan dan kemyamanan masyarakat dan investor di masa depan. Perlu segera diambil langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi dan mencegah aksi-aksi teror bom di waktu yang akan datang. Kita mendukung penuh usaha pemerintah dan bangsa Indonesia dalam melawan terorisme dan ideologi-ideologi radikal.”

Baca juga  Ribuan Pemuda Kristen Indonesia dari Berbagai Universitas Berkumpul di Acara Natal Bersama JPMKI

Tegas Pdt. Jerry Rumahlatu lagi,”Aksi teror di Jakarta meunjukkan pihak intelijen kita kecolongan. Pihak intelijen tidak boleh berdalih mereka konsentrasi pada pengamanan Natal dan Tahun Baru tetapi tidak mengantisipasi hari berikutnya. Juga, Pemerintah perlu mengantisipasi kepulangan WNI eks aktivis Timur Tengah. Perlu ada tindak lanjut serius pembinaan kepada mereka.”

“Indonesia saat ini sudah memasuki fase darurat terorisme. Karena itu, sudah waktunya menggunakan kekuatan penuh intel dan anti teror TNI. Strategi dan taktis teroris adalah strategi dan taktik militer. Senjata yang mereka gunakan adalah standar dan organik militer.”harap Jerry Rumahlatu.

“Kita berharap dan berdoa agar tidak ada lagi aksi-aksi teror di waktu yang akan datang. Pemerintah dan seluruh komponen bangsa harus saling bersinergi, berikhtiar, bersatu dan berjuang bersama untuk meningkatkan dan memajukan kesejahteraan, keadilan sosial, keharmonisan, kebersamaan, solidaritas dan persatuan bangsa; agar ideologi dan kelompok teroris tidak semakin berkembang di Republik tercinta ini”tegas Pdt.Jerry Rumahlatu.

Hadir menemani Pdt. Jerry Rumahlatu dalam memberikan pernyataan sikap PCPI tersebut adalah fungsionaris PCPI lainnya yaitu Hotben Lingga, M.Th.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here