Merayakan HUT ke-8; Vineyard Indonesia Mengadakan Seminar Penelitian Teologi dan PAK

0
114

Oleh: Samuel Endharmoko

vineyard-logo_full

JAKARTA, 14 Maret 2015, Sudah saatnya Gereja khususnya STT sebagai lembaga yang “mencetak” teolog melakukan berbagai penelitian dalam rangka mengembangkan diri. Salah satu Metode Penelitian adalah dengan Statistika. Pentingnya Ilmu statistik bagi studi teologi terungkap dalam Seminar Penelitian Teologi dan PAK bertajuk “Mengembangkan Penelitian Pendidikan Kristen dan Teologi dalam konteks Indonesia”. Seminar yang diadakan di Graha Oikoumene, Salemba Raya, Jakarta diseleggarakan oleh STT Pokok Anggur, Vineyard Institute Indonesia bersama Penerbit Kalam Hidup ini “membedah” buku Statistika yang ditulis oleh Dr. Mikha Agus Widiyanto. Buku ini telah diluncurkan bulan November 2014 oleh penerbit Kalam Hidup. Hadir sebagai keynote speaker Pdt. DR. Nus Reimas, Ketua umum Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII). Selain itu juga sebagai pembicara adalah Direktur Penerbitan Kalam Hidup Robby Repi.

Pdt. DR Nus Reimas mengatakan “penelitian statistika itu penting di STT”. Ia mengungkapkan ada 4 (empat) hal prinsipil yang harus menjiwai suatu penelitian, yaitu: 1. God is Divine Resources, artinya Tuhan adalah sumber dari segala sumber ilmu pengetahuan, pencipta segala sesuatu di alam semesta ini, yang tidak terbatas kuasa, hikmat dan pengetahuanNya. Manusia diciptakan setelah seluruh bumi dan isinya diciptakan sehingga manusia tinggal memanfaatkan yang sudah Tuhan sediakan. 2. The loving Channel, artinya Saluran yang bersih. Setiap kita diharapkan bisa menjadi saluran yang bersih dan baik. 3. The Real Need, artinya kebutuhan yang sesungguhnya. Penelitian dilakukan untuk menjawab kebutuhan yang sesungguhnya. Dan ke 4, All Glory to Him (Jesus). Apa yang dilakukan dalam penelitian hanya untuk kemuliaan Tuhan Saja.

“Riset atau penelitian merupakan proses investigasi/penyelidikan yang dilakukan secara komprehensif, kritis, aktif, tekun, empiris, terkontrol, metodis dan sistematis, yang bertujuan untuk menemukan, menginterpretasikan, merevisi dan merekonstruksi fakta-fakta. Setiap penelitian dan penyelidikan akademis menghasilkan suatu pengetahuan yang lebih mendalam mengenai suatu peristiwa, tingkah laku, teori, dan hukum, serta membuka peluang bagi penerapan praktis dari pengetahuan tersebut. Penelitian dilakukan untuk mencari jawaban suatu permasalahan dan metode yang dilakukan pun tergantung pada masalah yang akan dicari jawabannya,”ungkap Dr Mikha Agus.

Baca juga  Panitia FKA 21: Allah Ingin UmatNya Hidup dan Berjalan dengan Kuasa dan KasihNya

Buku Statistika ini diharapkan bisa membantu mahasiswa STT dan Litbang gereja dalam melakukan Penelitian. Direktur Penerbitan Kalam Hidup, Pdt. Robby Repi, M.Th. mengungkapkan bahwa buku ini lebih lengkap dari buku yang statistik yang pernah ada. Meskipun penelitian dengan Statistika tidak mudah tapi mahasiswa STT diharapkan bisa memiliki buku ini sebagai panduan penelitian.

Sementara itu, Ketua STT Pokok Anggur, Pdt. Yohanis Henukh S.Th, M.A., M.Pd.K, dalam kata sambutannya, menyatakan, “Para pemimpin Gereja, pendeta dan teolog harus mampu membaca dan memahami tantangan zaman secara global maupun lokal. Medan pelayanan dan kesaksian Kristen di Indonesia saat ini semakin kompleks, berat dan dinamis. Merupakan tugas dan tanggung-jawab para pemimpin Gereja, pendeta-pendeta dan teolog-teolog Kristen untuk mengantisipasi dan menggumuli semua permasalahan kemanusiaan yang sedang terjadi. Para pemimpin Gereja harus bisa mengantisipasi tanda-tanda zaman, membaca perubahan-perubahan sosial yang sedang terjadi dengan sangat cepat dan radikal, sehingga bisa memberi jawaban-jawaban dan solusi-solusi biblikal atas semua krisis kemanusiaan yang sedang terjadi. Karena itu, kemampuan meneliti dan melakukan analisa dan refleksi sosial para pendeta dan mahasiswa teologia harus terus ditingkatkan. Kemampuan meneliti harus menjadi bagian integral dalam intelektualitas seorang (calon) hamba Tuhan dan teolog. Jadikan penelitian sebagai budaya teologis kita”.

 

Hadir dalam perayaan HUT ke-8 Vineyard Indonesia tersebut adalah para mahasiswa dan dosen dari STT Pokok Anggur, para pendeta yang melayani di Vineyard Community Indonesia dari pelbagai daerah dan para tamu undangan dari STT Ekumene dan lembaga-lembaga mitra pelayanan Vineyard Indonesia. HUT ke-8 Vineyard Indonesia dimeriahkan oleh paduan suara mahasiswa STT Pokok Anggur, paduan suara anak-anak sekolah minggu, drama musikal dan pelbagai hiburan yang lain. Pdt. Freddy Thomas dari AS menjadi pembawa Firman Tuhan dalam HUT Vineyard Indonesia tersebut.

Baca juga  Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) Yeremia Jakarta Menyatukan Warga Manado dan Wilayah Lain di Indonesia

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here