Perkembangan Musik Kristen Sedang Stagnan, Perlu Direvitalisasi Untuk Memajukan Gereja & Bangsa!

0
78

Annalely Hartawan, B.A

Annalely Hartawan (Founder of Cantata Music School since 1991)
Annalely Hartawan (Founder of Cantata Music School since 1991)

“Walaupun Kekristenan telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam perkembangan dunia musik dan musik dunia, dan walaupun musik Kristen telah menjadi fenomena unik, sebuah mata pelajaran/disiplin keilmuan dan bidang spesialisasi serta telah menjadi fokus penelitian dalam kancah musik di seluruh dunia, Musik Kristen saat ini justru sedang stagnan, perlu DIREVITALISASI.

 

Berdasarkan penelitian saya tentang karakter, jenis, fungsi, praktek pergelaran dan bahkan dalam sumber-sumber tematik lirik, gaya dan teknik komposisi; dalam hal gaya atau aliran (genre) musik kontemporer, musik Kristen kurang berkembang signifinan dan progresif selama 2 dasawarsa terakhir ini. Ini karena kurangnya profesionalisme dan kurangnya pendalaman secara akademis di antara mayoritas pemain musik Kristen saat ini. Para praktisi dan seniman musik Kristen kurang mengikuti dan kurang menguasai (perkembangan) teknologi permusikan kontemporer yang semakin canggih. Mereka lebih cenderung mengembangkan dan menguasai musik secara alami. Sehingga proses dan produk musiknya secara esensial dan akademis menjadi kurang berbobot. Itu yang dikenal sebagai musisi Kristen praktisi minimalis. Pemahaman dan kemampuan teologis musisi kita kebanyakan juga minimalis. Masalah lainnya adalah bahwa industri musik Kristen tidak menghadapi tingkat persaingan yang sama seperti industri musik utama lainnya. Kita jarang menemukan musisi Kristen yang inovatif.  Para musisi kita bersikap lebih reaktif daripada proaktif. Lebih banyak menunggu gaya atau aliran menjadi populer dalam pasar sekuler, dan mencoba meniru agar bisa hidup dari popularitas itu. Rata-rata hamba Tuhan hanya tahu sedikit tentang musik. Para pendeta hampir tidak pernah diajarkan suatu filsafat musik yang biblikal. Kebanyakan STT saat ini tidak mengajarkan standar-standar musik biblikal. Para hamba Tuhan mengarang berdasarkan fenomena dan kebutuhan jemaat, hamba Tuhan merangkap menjadi musisi Kristen secara spontan.

 

Musik Kristen memerlukan pelatihan dan keterampilan untuk pengembangan kreativitas dan permainan musik. Masalah utama perkembangan dan pertumbuhan musik Kristen di Indonesia adalah karena para musisi kita kurang mendapat kesempatan untuk dididik di akademi musik, sehingga kita kekurangan SDM yang terlatih dalam menerapkan pengetahuan musikal secara global. Musisi Kristen kebanyakan lahir dari pengalaman jam terbang yang ditumbuhkan berdasarkan otodidak atau meniru musisi pendahulunya. Mereka kurang didorong untuk mempelajari musik secara formal akademis. Masalah lainnya adalah pengaruh internet dan pembajakan musik membuat sebagian musisi professional kurang berantusias untuk berkarya. Sehingga, musik Kristen sebagai sebuah disiplin ilmu berkembang biasa-biasa saja. Kita perlu musik (musisi) Kristen yang professional dan secara rohani diurapi. Itu yang akan membuat musik Kristen menjadi global standard dihargai dan terhormat. Kita perlu hadir dalam situs-situs internet, mendobrak pembajakan dan secara terhormat berkarya untuk mengukir sejarah hidup di zaman serba canggih ini.”Demikian disampaikan Annalely Hartawan, B.A., Pendiri Cantata Music School, pada saat Tabloid Tritunggal mengadakan audiensi, di kantornya di daerah Kelapa Gading, Jakarta

 

Berikut petikan wawancara singkat Tritunggal dengan Annalely Hartawan sekitar “Peran, Problem dan Tantangan Musik Kristen Saat ini”

 

Tritunggal: “Mengapa umat Kristen harus semakin terlibat dalam dunia musik? Mengapa kita harus menaruh perhatian dan terlibat dalam mengembangkan dan memajukan musik?”

 

Annalely: Pertama, Sebagai bagian integral kebudayaan.

Dari dulu sampai sekarang, musik merupakan produk dari imajinasi dan keahlian. Musik merupakan media yang lebih populer, lebih berkuasa dan paling berpengaruh daripada seni yang lain. Musik memiliki getaran vibra sound, seni yang mampu secara advance mempengaruhi emosi dan fisik manusia. Musik berhubungan dengan seluruh natur manusia kita, baik secara roh, jiwa dan tubuh. Musik merangkak dan meresap ke bagian perjalanan perkembangan budaya secara terus menerus, begitu deras alirannya berboncengan dalam zaman kontemporer. Musik bisa mencerminkan persis suatu budaya dan zaman, membantu orang memahami diri mereka dan menghubungkannya dengan orang lain. Manusia tidak pernah bisa terlepas dari vitalitas musik. Musik merupakan bagian seni yang paling bergolak.

 

Music gives a soul to universe, wings to mind, flight to the imagination and life to everything

-Plato, filsuf Yunani-.

 

Alat musik apa di dunia ini yang diciptakan Tuhan? Alat musik pertama yang diciptakan Tuhan adalah VOKAL, PITA SUARA manusia. Sebuah instrumen/alat musik pertama, yang bisa membuat manusia menyanyi, bersiul, memunculkan aneka ragam bunyi/suara (tonality) dan pitch tune (pola titi nada). Manusia sendiri terkagum-kagum akan hasilnya yang mampu dilakonkan jauh di atas instrumen musik buatan manusia, yang mampu menghasilkan enjoyment, enrichment dan sumber kehidupan khususnya menyangkut pertumbuhan rohani.

Baca juga  Musik Bisa Menciptakan Generasi yang Lebih Baik dan Lebih Humanis

 

Tidak hanya manusia, tetapi burung-burung dan binatang-binatang juga mengkomunikasikan banyak pesan melalui musik, seperti cinta-kasih, bahaya, serangan dan bahkan belasungkawa dan simpati.Burung-burung dan binatang-binatang juga membuat musik karena instrumen-instrumen dan kemampuan-kemampuan musikal yang Tuhan berikan pada mereka. Di seluruh dunia, di bawah kolong langit dan lautan luas, makhluk-makhluk hidup memenuhi planet kita dengan musik. Musik digunakan oleh semua makhluk hidup untuk saling berkomunikasi. Tuhan menciptakan musik agar musik bisa menjadi sarana, media dan saluran komunikasi/saluran rohani yang kuat, indah, mendalam dan tinggi kualitasnya. Akan tetapi hanya manusia yang bisa menggunakan kata-kata untuk bermusik. Musik mengungkapkan perasaan dan emosi kita, yang kalau dengan tepat digunakan akan berdampak lebih lebih baik dari kata-kata.

 

Kedua, Musik mempunyai kekuatan dan kuasa untuk membentuk hidup dan sistim-sistim nilai kemanusian.

Musik merupakan kunci yang kuat yang bisa digunakan untuk kebaikan atau kejahatan.Bisa berdampak konstruktif maupun destruktif bagi jiwa. Bahasa seseorang, pakaian, gaya hidup dan nilai-nilai, semuanya bisa didikte oleh gaya musik. Musik mampu membuka hati pendengarnya. Musisi bisa memperindah bagian dalam jiwa seseorang, atau menajiskan tempat-tempat paling suci. Kalau hati dan jiwa kita mendengar musik, musik itu bisa mengusir pengawal-pengawalnya yang ada di dalam hati orang. Musik tidak saja mempengaruhi individu, tetapi kelompok orang dan bahkan bangsa-bangsa.

 

Tentang kuasa musik, Martin Luther Sang Reformator Gereja menyatakan,” Musik bisa mempengaruhi emosi kita menjadi sedih, bahagia, bingung atau damai.  Musik bisa menghibur orang sedih, menakut-nakuti orang yang senang, memberi semangat pada orang yang putus asa, merendahkan hati orang yang sombong, menenangkan orang yang penuh nafsu, meredakan amarah, mengusir setan,  melepaskan karunia-karunia Roh, menyembuhkan orang sakit, membawa pelepasan, nubuat, pengurapan, iman, pertobatan dan membuat panjang umur. Musik mempengaruhi jiwa, badan dan pikiran manusia. Musik merupakan salah satu sumber dasar kehidupan, kesehatan, kekuatan dan kebahagiaan. Sebagai bahasa universal manusia, bahasa roh manusia, kekuatan terbesar dalam kehidupan manusia, ledakan jiwa kita, bentuk energi magis yang paling kuat, “musik bukan penemuan manusia, tetapi pemberian dan anugerah dari Allah.”

 

Musik kini banyak digunakan oleh RS, terapis dan psikiatris di seluruh dunia untuk mengobati dan merawat pasien. Bahkan saat ini di banyak universitas di luar negeri, ada jurusan Terapi Musik. Terapi musik kini diterima sebagai pengobatan medis. Musik kini dipergunakan untuk membantu mengatasi masalah emosional, fisikal dan rohani manusia dalam banyak bidang, termasuk, penyakit jiwa, alkoholisme, autisme, tensi syaraf, hiperaktif, depresi dan korban pemakai narkoba.

 

Musik telah terbukti bisa digunakan untuk pengobatan, terapi spiritual-emosional, meningkatkan rasa percaya diri, meningkatkan prestasi, memperkuat ingatan.Dan untuk membuat orang dan binatang menjadi tenang. Para ahli sudah membuktikan bahwa partisipasi musik dan pelatihan musik pada usia dini bisa membuat anak-anak semakin berprestasi dan cerdas. Bahkan tumbuh-tumbuhan yang merespons musik bisa bertumbuh lebih subur. Di Taiwan kebun buah belimbing begitu manis buahnya, karena setiap hari 2x pagi dan sore diberi alunan musik.

 

Musik memiliki kuasa untuk memberi makna kepada kehidupan, untuk memperkaya kehidupan manusia. Tuhan memilih satu dari 12 suku pilihanNya, yaitu Suku Lewi untuk dikhususkan menyebarkan kebajikan bagi umat manusia melalui kuasa musik

 

Dunia mengakui kuasa musik dan menghabiskan banyak uang untuk mengadakan musik untuk keperluan periklanan, hiburan dan bentuk bentuk lain dengan tujuan mempengaruhi orang.  Musik bisa menjadi agen pemersatu bangsa. Kalau musik bisa digunakan dengan benar dan cerdas, musik bisa memenangkan suatu peperangan dan memenangkan sebuah bangsa.

 

Ketiga, Musik sebagai sarana peperangan rohani antar kuasa terang dan kuasa kegelapan.

Musik saat ini telah digunakan para anti-kris menjadi sarana propaganda pandangan hidup, untuk mengontrol pikiran dan hati orang-orang yang mudah dipengaruhi, untuk mengubah cara berpikir orang/masyarakat, membuat perubahan, kerusuhan atau revolusi (revolusi seks bebas atau revolusi LGBT). Musik itu semacam candu dan ekstasi yang indah. Iblis sedang menggunakan musik untuk membawa serangan rohani pada Gereja dan masyarakat, untuk menghancurkan peradaban. Musik digunakan untuk merusak dan menipu pikiran, hati, jiwa dan norma-norma manusia. Sejarah penuh dengan contoh bagaimana musik itu penuh kuasa dalam berbagai kebudayaan. Dalam PL, kita melihat bagaimana musik digunakan untuk mengalahkan musuh, bahkan bisa meruntuhkan tembok Yerikho. Sama juga dalam kehidupan kontemporer, tema-tema musik rock, rap dan Country menunjukkan bagaimana musik bisa menjadi corong/suara utama untuk roh sebuah zaman, apa untuk kebaikan atau kejahatan. Agama-agama penyembeh berhala menggunakan musik untuk memangil roh-roh jahat, membantu orang kerasukan Setan dan kadang-kadang melakukan mujizat-mujizat atau ramalan-ramalan. Peperangan rohani antara kuasa terang dengan kuasa kegelapan sering terjadi melalui musik.

Baca juga  DBIEBET MELUNCURKAN ALBUM PERDANA "CINTA YANG KU PUNYA"

 

Lirik lagu bisa digunakan sebagai media kritik, pujian, refleksi pemikiran, soal-jawab, pemberontakan dan eksplorasi emosi. Bahasa musik yang digunakan untuk menyampaikan suatu gagasan atau emosi bisa mempunyai dampak yang besar. Lagu merupakan ungkapan penyembahan yang sangat unik; frekwensi jiwa manusia.

 

Musik telah menjadi salah satu senjata perang. Terompet, drum, alat musik yang lain dan lagu telah digunakan untuk memotivasi orang untuk terlibat dalam pertempuran. Yosua dan Gideon meraih kemenangan dalam peperangan dengan bantuan musik sangkakala.

 

Plato berkata, “Kalau musik sebuah bangsa berubah, maka bangsa itu akan berubah”. Konfucius berkata,”Ingin tahu bagaimana suatu negera diatur baik atau tidak, atau masyarakatnya bermoral atau tidak? Dengarkan saja musiknya.” Kalau kita lihat tren musik dalam masyarakat Barat selama 50 tahun belakangan ini: musiknya semakin tak bermoral, penuh kutuk-mengutuk dan kekerasan. Kita bisa lihat kecenderungan yang sama dalam masyarakat Barat. Para anak muda dan remaja-remaja merupakan target empuk para anti-kris. Musik bisa mengubah manusia, karena itu ia bisa mentransformasi dunia.

 

Satu fakta yang harus kita ketahui adalah bahwa Iblis merupakan ahli musik (maestro) terhebat/terbesar di dunia ini. Yehezkiel 28:13 menyatakan bahwa Lusifer diciptakan menjadi pemimpin ibadah dan pujian terhebat di surga. Tuhan memberikan pengetahuan dan talenta musik yang luar biasa kepada Lusifer. Selain Allah Tritunggal, Lusifer seorang musisi paling besar di surga. Ketika Iblis menyerang gereja-gereja Tuhan saat ini, ia menggunakan senjata-senjatanya yang terbaik.

 

Karena musik dapat menjadi saluran rohani yang kuat, baik untuk maksud yang baik atau jahat, kita harus menjaga ibadah Gereja dan musik kita dari penyusupan musuh. Kita bisa menggunakan musik untuk menyerang wilayah kekuasaan Setan dan menyelamatkan jiwa-jiwa. Kita harus menggunakan musik untuk mengusir kuasa-kuasa kegelapan dari masyarakat, dari rumah Tuhan.

 

Musik bisa mengontrol alam sadar pikiran manusia, bisa mengubah cara orang merasa, berpikir dan bertindak. Jangan biarkan para anti-kris memanipulasi dan membentuk hidup kita.

 

Keempat, Musik diciptakan untuk melayani Kristus, KerajaanNya dan umatNya.

Kuasa terbesar musik adalah kemampuannya untuk memfasilitasi penyembahan, untuk membawa kita fokus menyembah Allah. Musik biasanya digunakan untuk berkomunikasi dengan jiwa kita. Bagi kita, ibadah Kristen tanpa musik itu seperti pelangi tanpa warna. Dalam ibadah, musik bisa mengungkapkan keindahan, keagungan, martabat dan kehangatan pribadi. Kita bermusik untuk menyatakan apresiasi kita atas keindahan sifat Tuhan. Keindahan musik memancarkan keindahan Tuhan. Keindahan musik yang cekatan mengingatkan kita akan keindahan Tuhan.

 

Firman Tuhan penuh dengan musik penyembahan dari Kejadian sampai Wahyu. Ada 749 ayat Alkitab yang berbicara tentang musik. Musisi-musisi dalam zaman Alkitab dipilih tidak saja karena kemampuan musik mereka, tetapi karena kepekaan rohani mereka. Daud merupakan pemula musik liturgis yang mengadakan musik orchestra yang hanya terdiri dari tiga orang muridnya dari kalangan Lewi. Musik Kristen berasal dari tradisi Yahudi. Musik Kristen sebagai sebuah disiplin berakar di dalam Alkitab. Musisi-musisi Alkitab dilatih dan berkeahlian. Harus berkompeten secara rohani dan keterampilan musik. Musik Kristen karena itu memiliki dasar menjadi sebuah disiplin studi dalam Alkitab. Jadi, musisi Kristen tidak saja harus memperbaiki keterampilannya tetapi juga kehidupan rohaninya.

 

Menurut saya, fungsi musik Kristen adalah sebagai (sarana) penyembahan dan pujian (Mazmur 150:1-3); sebagai saluran efektif pengajaran Alkitab (Kol 3:16); sebagai alat pelayanan Kristen (Maz 100:1-2); sebagai jalan/cara yang tepat untuk memberikan kesaksian dan mengungkapkan iman didalam Kristus (Kis 16:25-30); sebagai sumber kesenangan dan semangat (1 Sam 16:23); sebagai tanda sukacita ( Yak 5:13);  dan sebagai bukti kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus (Ef 5:18-19)

 

 

Kelima, Musik merupakan kunci untuk pendidikan agama.

Musik yang diurapi bisa membawa kemenangan kepada umat Tuhan, bisa membawa kebangunan rohani dan kemuliaan bagi Allah. Musik bisa mengubah hukum sebuah bangsa. “Kalau orang mendengar jenis musik yang salah, ia akan menjadi jenis orang yang salah. Demikian sebaliknya, kalau ia mendengar jenis musik yang benar, ia cenderung akan menjadi jenis orang yang benar. Jenis musik yang benar bisa langsung mempengaruhi hati manusia dan menanamkan nilai-nilai Injil,”  kata Martin Luther. Musik memampukan kita untuk memiliki kuasa untuk menyenangkan Tuhan. Ada kuasa dalam musik dan lagu untuk menuntun dan membentuk nilai-nilai dan karakter kita. Musik memampukan kita untuk mengungkapkan kasih dan sukacita di dalam Tuhan. Melalui musik kita bisa melihat keagungan, kuasa, kelemahlembutan, kasih, misteri, kebenaran, belas-kasih dan kesederhanaan Tuhan.

Baca juga  Rayakan Keceriaan Natal dan Tahun Baru di Century Park Hotel, Jakarta

 

Tritunggal : “Bagaimanacaranya kita menilai dan mengapresiasi musik (Kristen)?

 

Annalely: Pertama, Musik harus dievaluasi dari aspek kualitas. Bukan hanya musik yang digunakan dalam ibadah, tetapi juga musik yang didengar via radio, CD, konser dan sumber-sumber yang lain, -harus dinilai berdasarkan kualitas. Musik yang baik itu memiliki makna teologis yang mendalam yang kelihatannya sudah hilang dalam banyak musik kontemporer. Musik kontemporer lebih mengaduk-aduk dan mengobarkan emosi. Tetapi kadang-kadang kurang mendalam secara teologis.

 

Kedua, Tidak semua musik gereja merupakan musik Kristen, sama-halnya tidak semua orang yang pergi ke Gereja adalah orang Kristen. Motivasi adalah kunci untuk menilai musik Kristen pada kebaktian kontemporer, tradisional dan campuran. Musik ibadah kita harus dituntun oleh motivasi dan misi dalam konteks. Hanya kalau musiknya ditujukan kepada Allah, barulah itu musik ibadah.

 

Ketiga, Musik sebaiknya dipahami dan diterapkan dalam konteks budaya. Kita sebaiknya menggunakan musik dalam konteks kultural, yang berkaitan dengan komunitas. Kita harus merespons musik budaya kita. Kita tidak perlu takut dengan musik dari budaya kita. Tetapi kita harus berhati-hati mencampurkan musik dengan pesannya. Kita harus memilih gaya ibadah berdasarkan konteks dalam misi.

 

Keempat, Agar bisa qualified disebut musik Kristen kita harus memperhatikan konsep, konten dan konteks musik itu. Konten musik Kristen haruslah rohani. Semua pujian, doa, permohonan, dll harus berasal dari Roh Tuhan (Fil 3:3). Konten merupakan faktor penting untuk menentukan status kudus atau tidak kudus suatu musik. Musik harus membawa kebaikan bagi manusia, menciptakan hubungan atau koneksi yang baik antara manusia dan Tuhan. Musik Kristen adalah soal keterampilan dalam  roh.

 

Jadi, gaya musik bukan merupakan substansi ibadah. Bukan gaya musik yang penting, tetapi isi yang ada di dalam musik yang penting. Ada banyak tipe praktek musik dalam ibadah sebanyak melodi dan gaya ekspresi dalam musik. Tuhan bisa menggunakan gaya musik apa saja untuk kemuliaan dan penghormatanNya, sesuai dengan konteks budaya. Mencampuradukkan gaya-gaya yang berbeda dalam kebaktian juga baik. Tren ibadah kontemporer yang menyanyikan lagu-lagu lama Gereja dengan musik-musik kontemporer itu hanya masalah teknis liturgis. Akan tetapi, jiwa kita susah memuji Tuhan kalau musiknya metal, hip-hop dan rap, atau sekedar kedangkalan pemenuhan jiwa ego yang merintih atas penderitaan KEAKUANnya.

 

Apa yang membuat sebuah lagu menjadi “Kristen” adalah hanya liriknya. Isi sebuah lagu harus sesuai dengan prinsip-prinsip Tuhan dan Firman Tuhan. Yang penting lirik lagu memancarkan prinsip-prinsip Alkitabiah, mempunyai bobot teologis yang kuat dan memakai elemen musikalitas yang tepat. Bagaimanacara memilih musik yang benar? Perhatikan apa pesan dan maksud musik itu? Pesan apa yang musik itu sampaikan dan peringatkan? Perhatikan jenis emosi yang musik itu arahkan. Apa natur musik itu? Apa musik itu manis buat telinga dan jiwa kita?

 

Tritunggal: “Apakah Gereja kurang maksimal dalam mengembangkan musik Kristen/ibadah? Apa yang harus Gereja lakukan?”

 

Annalely: Kita sering gagal dan lalai menggunakan kuasa musik yang sungguh nyata dan kuat. Gereja dan umat Kristen masih kurang maksimal dalam mengembangkan musik secara professional. Kita masih kurang mempersiapkan pemuda-pemudi kita untuk tampil menjadi musisi atau penyanyi professional, baik rohani maupun sekuler. Kita perhatikan saja pentas musik nasional kita, masih lebih banyak, lebih produktif dan lebih dominan grup-grup band sekuler, musisi-musisi dan penyanyi-penyanyi yang bukan pemuda-pemudi Gereja.

 

Gereja harus semakin terlibat dalam pembuatan/penciptaan musik secara professional, mengadakan pelatihan-pelatihan atau kursus musik professional, dan mendirikan banyak sekolah (tinggi) musik. Kita harus menciptakan musik yang bisa mempengaruhi orang, mempromosikan budaya positif yang baik, merefleksikan pandangan dunia yang Alkitabiah, mengungkapkan iman kepada Allah Tritunggal, memberi dorongan bagi saudara-saudari seiman dalam menjalani iman mereka dengan Tuhan. Jangan anggap remeh kekuatan musik. Kalau kita sungguh-sungguh memahami kuasa musik dan lagu, kita tidak akan pesimis dan berpikiran negatif. Kita harus meningkatkan disiplin diri, kreativitas, kepekaan estetis. Perkembangan musik Kristen sedang stagnan, perlu direvitalisasi untuk memajukan Gereja & Bangsa! (Hotben Lingga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here