AXA Financial Indonesia Luncurkan Produk Terbaru untuk Wanita Modern dengan Pengembangan Dana Optimal dan Perlindungan Seumur Hidup

0
71

 

 

Jakarta, 27 April 2018 – AXA Financial Indonesia (“AFI”) meluncurkan Maestro Prestige Link, produk asuransi unit link dengan premi tunggal untuk melayani nasabah dengan kebutuhan pengembangan dana investasi sekaligus proteksi diri yang optimal hingga usia 100 tahun pada hari Kamis, 26 April 2018 yang lalu. Produk ini diluncurkan untuk menjawab kebutuhan diversifikasi aset kekayaan bagi pasar menengah ke atas (affluent market).

Indonesia didukung oleh pertumbuhan kelas menengah dan affluent yang begitu pesat. Setiap tahunnya, lebih dari 5 juta individu masuk ke dalam kelas menengah dan diprediksi jumlahnya akan berkembang dari 45 juta di 2010 menjadi 135 juta individu pada tahun 2030.

.

Saat ini dilaporkan terdapat sedikitnya 111.000 high net worth individuals di Indonesia dimana sebagian besar diantaranya adalah wanita yang membutuhkan solusi perencanaan keuangan untuk mengembangkan dana mereka. Wanita khususnya ibu memiliki peranan penting dan penggerak utama dalam kesejahteraan keluarga..

Tingginya biaya pendidikan, kebutuhan hidup, dana darurat, dan biaya pensiun mendorong kelompok nasabah ini untuk lebih dini mempersiapkan perencanaan keuangan masa depan, serta mencari solusi perencanaan keuangan yang dapat mendorong pertumbuhan aset, serta memberikan hasil investasi yang optimal.

Sebuah data riset dari J. Walter Thomson (2016) terkait Asian Women : Beneath the Surface mengatakan bahwa sebesar 91% wanita Indonesia setuju bahwa peran wanita di masyarakat kini kian meningkat dan semakin lebih dipandang. Data tersebut didukung dengan 55% dari wanita Indonesia sepakat bahwa mereka harus mandiri dalam hal keuangan (financially independent). Oleh karena itu, AFI ingin memberikan dukungan kepada para wanita yang berprestasi di bidangnya masing-masing melalui acara Indonesia Beautiful Women 2018. Pada acara ini, AFI memperkenalkan produk yang sesuai untuk para wanita dengan kelas menengah dan affluent ini yaitu Maestro Prestige Link.

Baca juga  Sambutan Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) Saat Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Lembaga Ketahanan Nasional RI (Lemhannas RI) Jakarta, 15 Oktober 2018 Yang saya hormati -Bapak Tjahyo Kumolo, Menteri Dalam Negeri RI -Bapak Agus Widjojo, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia -Ibu Yualita Widyadhari, Ketua Umum Ikatan Notaris Indonesia -Bapak Bagus Puruhita, Wakil Gubernur Lemhannas RI -Bapak Iriawan, Sestama Lemhannas RI -Bapak Karsiyanto, Deputi Pendidikan Tingkat Nasional Lemhannas RI -Bapak Djagal Wiseso Maseno, Deputi Pengkajian Strategik Lemhannas -Bapak Guntur Ciptolelono, Deputi Pemantapan Nilai Kebangsaan Lemhannas RI -Seluruh Pejabat Tinggi Lemhannas RI yang hadir, mohon maaf saya tidak sebutkan satu persatu -Para Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan -Dan para undangan sekalian yang saya muliakan Selamat Pagi, Salam Sejahtera dan Salam Nusantara, Pertama-tama, perkenankan saya selaku Ketua Komnas Perempuan mengucapkan terimakasih kepada Bapak Gubernur Lemhannas RI, atas kesediaan untuk melanjutkan kerjasama dengan Komnas Perempuan, setelah berakhirnya periode kerjasama sebelumnya pada tahun 2017. Kerjasama ini dimaksudkan untuk mewujudkan cita-cita bersama kedua lembaga dalam mewujudkan kehidupan kebangsaan yang menjunjung tinggi pelaksanaan konstitusi dan nilai-nilai Pancasila. Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) adalah lembaga HAM Nasional yang didirikan berdasarkan Keputusan Presiden No. 181 Tahun 1998, dan kemudian diperbaharui dengan Peraturan Presiden No. 65 Tahun 2005. Lembaga ini didirikan dengan tujuan mengembangkan kondisi yang kondusif bagi penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan penegakkan hak asasi manusia perempuan Indonesia, serta meningkatkan upaya pencegahan dan penanggulangan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan perlindungan Hak Asasi Manusia Perempuan. Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, Komnas Perempuan memandang penting melakukan kerjasama dengan Lemhannas RI sebagai salah satu lembaga negara strategis dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan negara, serta berperan menyiapkan kader-kader pemimpin nasional yang potensial, baik karena fungsi utama Lemhannas RI di bidang Pengkajian dan Pemantapan Nilai Kebangsaan, maupun pada konsep Geopolitik dan Geostrategi Indonesia, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2006 tentang Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia. Komnas Perempuan memandang peran penting yang dilakukan oleh Lemhannas RI dapat bersinergi dengan tujuan Komnas Perempuan. Untuk itu, melalui kerjasama pada periode sebelumnya Komnas Perempuan telah mengirimkan perwakilannya sebagai Peserta dalam Pendidikan di Lemhannas, dan berharap pada periode ini kerjasama tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut pada ruang-ruang sinergi untuk mewujudkan pencegahan dan penanggulangan serta penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan di Indonesia. Komnas Perempuan merupakan salah satu lembaga yang menghasilkan pengetahuan tentang kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan, yang dalam kenyataannya memiliki keterkaitan dengan persoalan tata kelola kebangsaan dan ketahanan nasional. Melalui kerjasama ini Komnas Perempuan berharap pengetahuan tersebut menemukan ‘wadah’ untuk diramu menjadi pengetahuan baru yang akan berkontribusi pada perubahan perilaku dan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan, agar semangat dan cita-cita Negara Republik Indonesia yang tertuang dalam UUD 1945, dapat diwujudkan. Dalam rangka menjalankan tugas yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 65 Tahun 2005, Komnas Perempuan telah melakukan pendokumentasian kekerasan terhadap perempuan di Indonesia, dalam bentuk Catatan Tahunan Kekerasan terhadap Perempuan, dan disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia dalam bentuk Laporan Tahunan. Dari 20 tahun melakukan Pemantauan, Komnas Perempuan memandang persoalan kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan, tidak dapat lagi dilihat sebagai persoalan perempuan semata. Dari data yang dihimpun selama 20 tahun ini, terlihat bahwa kekerasan terhadap perempuan telah memberikan dampak yang sistemik dan berkelanjutan. Jika negara atau pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah abai dalam membaca situasi ini, maka bukan hanya perempuan yang akan mengalami dampak secara sistemik, tetapi negara juga akan menghadapi krisis-krisis yang disebabkan masalah akut yang tidak ditangani dengan baik. Komnas Perempuan mencatat, pasca reformasi upaya demokratisasi guna mendekatkan pada tujuan dan cita-cita kebangsaan, juga mengalami hambatan dan kendala yang sangat serius, akibat pelembagaan diskriminasi. Hambatan tersebut berpotensi menghantarkan bangsa Indonesia pada disintegrasi bahkan keruntuhan, melalui pengikisan kewibawaan hukum dan pengikisan ideologi serta kebhinekaan bangsa. Salah satu hambatan tersebut berupa hadirnya kebijakan diskriminatif, yang telah didokumentasikan Komnas Perempuan sepanjang tahun 2009-2016. Kebijakan diskriminatif ini muncul karena beberapa persoalan antara lain, defisit kualitas demokrasi, pengikisan kewibawaan dan kepastian hukum, serta kepemimpinan dan mekanisme nasional.[ Atas Nama Otonomi Daerah: Pelembagaan Diskriminasi dalam Tatanan Negara – Bangsa Indonesia; Laporan Pemantauan Kondisi Pemenuhan Hak Konstitusional Perempuan – Komnas Perempuan] Kebijakan diskriminatif merupakan buah dari persoalan-persoalan tata kelola berbangsa dan bernegara yang selalu disembunyikan untuk didialogkan. NKRI menjadi pudar warnanya ketika dari barat ke timur aparatur negara tidak kokoh dalam menyuarakan konstitusi sebagai landasan hidup berbangsa dan bernegara. Hal ini menjadi temuan Komnas Perempuan ketika menghimpun kebijakan diskriminatif. Dampak dari kebijakan diskriminatif tentu sangat berpengaruh pada indikator ketahanan nasional yang telah dibangun Pemerintah melalui Lemhannas RI. Oleh karena itulah Komnas Perempuan merasa penting untuk mendialogkan persoalan yang telah dipaparkan di atas menjadi langkah strategis yang dilakukan melalui kerjasama Lemhannas RI dan Komnas Perempuan. Dengan kerjasama ini Komnas Perempuan mengharapkan dapat mewujudkan mimpi bersama membangun Ketahanan Nasional bersama Lemhannas melalui upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan, termasuk mengurangi hadirnya kebijakan diskriminatif, sebagaimana yang telah disebutkan di atas. Demikian sambutan dari saya, semoga dalam waktu dekat Lemhannas dan Komnas Perempuan dapat bertemu, guna membicarakan strategi pelaksanaan MoU ini dalam kegiatan-kegiatan yang terintegrasi pada setiap deputi. Terimakasih atas perhatian ibu bapak sekalian, selamat siang. Azriana Ketua Komnas Perempuan

“Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asuransi, AXA Financial Indonesia melihat adanya kebutuhan untuk produk asuransi yang dapat mengembangkan dana investasi secara optimal dan jangka panjang. Untuk menjawab kebutuhan segmen ini, AXA Financial Indonesia memperkenalkan produk terbarunya yaitu “Maestro Prestige Link” di ajang Indonesia Beautiful Women 2018 hari ini” Vincentius Wilianto, Direktur AXA Financial Indonesia menjelaskan Maestro Prestige Link merupakan solusi perencanaan keuangan bagi nasabah yang ingin mengembangkan dana secara optimal. Nasabah bebas memilih dana investasi sesuai profil risiko dan 100% total premi di awal akan diinvestasikan sehingga dapat memberikan hasil yang maksimal bagi nasabah. Produk ini juga dilengkapi dengan fasilitas perlindungan jiwa seumur hidup hingga usia 100 tahun dengan pilihan asuransi tambahan berupa manfaat santunan meninggal dan meninggal karena kecelakaan.

Berikut adalah beberapa manfaat utama dari Maestro Prestige Link :

• Pembayaran premi hanya sekali, minimum Rp 50 juta atau USD 5.000

• Bonus loyalitas sebesar 1% dari nilai investasi rata-rata selama 60 bulan terakhir dan akan diberikan sebagai penambahan Unit pada Nilai Investasi, setiap 5 tahun sepanjang Polis aktif

• Usia masuk sampai dengan 80 tahun tanpa medical check-up

• Bebas biaya administrasi bulanan dan pengalihan dana hingga 4 kali dalam setahun

• Fleksibel; dapat melakukan penambahan Dana Investasi (Top Up Sekaligus), Penarikan (Withdrawal) dan Pengalihan (Switching) kapan saja

Manfaat lain yang ditawarkan oleh produk ini berupa perlindungan tanpa diperlukan medical check-up untuk Uang Pertanggungan sampai dengan Rp 500 juta, bonus loyalitas berupa tambahan Unit ke dalam Dana Investasi setiap 5 tahun polis dan kelipatannya, bebas biaya administrasi bulanan dan pengalihan dana hingga 4 kali dalam setahun, serta pilihan Asuransi Tambahan untuk proteksi jiwa.

“Sebagai perusahaan asuransi jiwa dan manajemen aset terdepan, kami terus berinovasi dan bertransformasi untuk melengkapi diri dengan produk inovatif yang tepat guna dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Di masa mendatang AXA Financial Indonesia juga akan menyediakan pilihan investasi di luar negeri (offshore) untuk memberikan pilihan dengan imbal hasil yang menarik,” lanjut Vincentius.

Baca juga  Refleksi dan Catatan AJI Menyambut Hari Kebebasan Pers Sedunia (WPFD) 2018Tingginya Kasus Kekerasan & Ancaman terhadap Independensi Media dan Jurnalis di Tahun Politik

Lebih lanjut, Vincentius menjelaskan bahwa AXA Financial Indonesia berada di bisnis yang tidak hanya melindungi nasabah, tetapi juga memberdayakan mereka untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. “Pemberdayaan secara khusus kami fokuskan juga kepada kelompok wanita yang merupakan pengambil keputusan terkait keuangan keluarga,” imbuhnya.

“Seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif, AXA Financial Indonesia optimis terhadap pertumbuhan industri asuransi jiwa di Indonesia dan berkomitmen untuk terus berkontribusi dengan memberikan layanan yang terbaik dan bernilai tambah sesuai dengan semangat “Empower People to Live a Better Live”. Melalui Maestro Prestige Link, kami berupaya untuk menyentuh lebih banyak pasar affluent, mendorong mereka untuk mengembangkan dananya, meningkatkan kesejahteraan dan akhirnya turut mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tutupnya.

Tentang AXA Financial

AXA Financial Indonesia merupakan bagian dari AXA Group, perusahaan asuransi dan manajemen aset terbesar di dunia berbasis di Paris, dengan 165.000 karyawan melayani lebih dari 107 juta nasabah di 64 negara. AXA telah diakui oleh Interbrand sebagai merek asuransi nomor satu di dunia selama sembilan tahun berturut-turut (2009-2017). AXA di Indonesia menawarkan solusi perlindungan beragam dari asuransi jiwa, asuransi umum serta manajemen aset melalui jalur multidistribusi yaitu bancassurance, keagenan, broker, digital, telemarketing dan corporate solution.

Terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasar Surat Ijin Usaha no. 612 / KMK.017 / 1995 tanggal 22 Desember 1995. AXA Financial Indonesia berkantor pusat di Jakarta dengan 55 kantor pemasaran dan lebih dari 14.000 agen dan tenaga pemasar bersertifikat.

AXA Financial Indonesia telah memenangkan sejumlah penghargaan dalam setahun terakhir ini, termasuk Best Life Insurance 2016 dari majalah Media Asuransi, Corporate Image Awards 2017, Indonesia’s Most Admired Companies dari Majalah Tempo dan Frontier, Financial Performance Life Insurance Company di Consumer Choice Awards 2017 oleh Warta Ekonomi, Digital Initiative of the Year 2016 dan 2017 oleh Asian Banking Finance (ABF), Top Insurance 2016, The Most Reliable Life Insurance di Indonesia Sharia Finance Awards 2017.

Baca juga  Relawan Melati Putih Indonesia Gelar Talk Show "Menuju Indonesia Baru"