Advokat Dr. Marihot H. Siringoringo (Waketum DPP PCPI) Ditahbiskan sebagai Pendeta: Setiap Orang Kristen Dipanggil untuk Melayani Tuhan dan Sesama Manusia

0
71

 

 

Jakarta, Gramediapost.com

 

 

“Kita diciptakan untuk memuliakan Tuhan dan menikmati Tuhan selamanya. Kita dipanggil untuk mengasihi Tuhan. Kita lahir didunia ini untuk melayani Tuhan. Itu tujuan hidup kita yang paling utama. Itu yang Tuhan inginkan dari kita anak-anakNya.

 

Karena itu, kalau kita telah menerima karunia/anugerah keselamatan dari Tuhan, kita harus menggunakan anugerah itu untuk melayani Tuhan dan memuliakanNya. Semua orang Kristen dipanggil untuk melayani Tuhan dan gerejaNya untuk membangun tubuh Kristus.

Hal yang paling indah di dunia ini adalah kalau kita bisa mengalami kasih Tuhan, terpanggil untuk mengasihi Tuhan, menikmati Tuhan dan melayani Tuhan. Setiap hari menjadi indah dan mulia saat kita melayani Tuhan dan KerajaanNya.Karena itu, sangat penting kita melayani Tuhan.

Dalam 1 Petrus 4:10-11:  Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.

Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.” demikian disampaikan Advokat Dr. Marihot Horas Siringoringo,.S.H., kepada Suarakristen.com dan Gramediapost.com, di sela-sela pentahbisannya sebagai seorang Pendeta di Gereja Sahabat di Indonesia (GSI), di Jakarta (15/4/18).

 

Ungkap Pdt. Dr. Marihot H. Siringoringo, yang juga Wakil Ketua Umum DPP Persekutuan Cendekiawan Protestan Indonesia (PCPI) lebih lanjut,”Namun, melayani Tuhan tidak berarti kita harus menjadi pendeta atau penginjil di ladang misi. Kita bisa melayani Tuhan di pekerjaan kita atau di dunia hobby kita.

Baca juga  Menyambut HUT Ke-65: PGI Ingin Merevitalisasi dan Memperkuat Kembali Gerakan Ekumene di Indonesia

 

Apakah kita seorang advokat, pelajar, developer, manajer, dokter, seorang ibu, suami,- memenuhi kewajiban-kewajiban kita itu sebenarnya adalah pelayanan bagi Allah.

 

Kita harus memandang pekerjaan kita itu sebagai pelayanan bagi Tuhan. Kita harus melakukan pekerjaan kita dengan sepenuh hati seperti kita melakukannya untuk Tuhan.(Kol 3:23-24). Pada saat kita sedang bekerja, kita sedang melayani Tuhan.   Kita melakukan segala sesuatu untuk hormat dan kemuliaan bagi Tuhan, itulah pelayanan. Prinsipnya, apapun yang kita makan atau minum, atau apapun yang kita lakukan, lakukanlah semua itu untuk kemuliaan Tuhan (1 Kor 10:31).Karena itu, kita tidak boleh malas tetapi harus bekerja keras untuk melayani Tuhan. Kita harus melayani Tuhan dengan penuh integritas.

 

 

Tanya Pdt. Marihot Siringoringo,”Bagaimana caranya kita melayani Tuhan? Kita melayani Tuhan dalam segala sesuatu dalam pekerjaan atau aktivitas kita sehari-hari.

 

Tuhan telah memberikan karunia-karunia rohani kepada kita untuk dipergunakan untuk melayani Dia (Rom 12:3-8). Setiap orang telah diberikan talenta dari Tuhan untuk kita kembangkan dan gunakan untuk melayani Tuhan dan sesama kita. Periksalah diri kita masing-masing dan temukan talenta apa yang kita punya.Gunakan kreativitas kita untuk melayani Tuhan. Kreativitas itu berasal dari Tuhan.Kita harus mengetahui kemampuan dan batas-batas kapasitas kita, lalu menyediakan waktu, perhatian dan dana kita untuk mengelola pelayanan kita, khususnya untuk melayani orang lain, termasuk keluarga kita.

 

Kalau kita menggunakan karunia karunia rohani tersebut, Dia akan memberikan kuasaNya agar kita cakap bekerja. Tuhan yang akan memberikan kekuatan dan kemampuan bagi kita untuk berbicara dan melayani orang lain secara langsung atas namaNya.Tuhan telah memberikan talenta atau karunia kepada kita.”

Baca juga  Merayakan HUT ke-8; Vineyard Indonesia Mengadakan Seminar Penelitian Teologi dan PAK

 

Tegas Pdt. Marihot Siringoringo lagi,”Kita harus melayani Tuhan dimulai dari keluarga kita. Kita melayani Tuhan melalui keluarga. Melayani Tuhan harus kita mulai dari melayani keluarga kita. Sediakan waktu untuk bersekutu, berdoa dan menyembah Tuhan. Sebelum melangkah keluar rumah, sediakan waktu untuk mengucap syukur kepada Tuhan atas hari yang baru.

 

Ketika ditanya tentang cara melayani orang lain atau sesama manusia, Pdt. Marihot Siringoringo mengatakan,”Cara kita melayani orang lain adalah dengan mengasihi orang lain seperti kita mengasihi diri sendiri (Gal 5:14). Segala sesuatu yang kita lakukan dengan penuh kasih sayang pada orang lain atau kepada keluarga kita akan diperhitungkam sebagai pelayanan kepada Allah. Kita akan diberkati kalau kita melayani Tuhan dan sesama kita.

 

Salah satu cara paling sederhana dan gampang untuk melayani Tuhan dan sesama adalah dengan berteman baik dengan orang lain. Kita jangan hanya berinteraksi dengan orang lain sekilas saja, tapi kita harus mengenal mereka secara pribadi. Kita harus membangun relasi dengan teman-teman kita.

 

Kita melayani orang lain dengan mengunjungi orang yang sakit. Kalau perlu tawarkan bantuan, sekalipun hal-hal kecil. (Mat 25:40). Bersikap ramah (Ibrani 13:2). Bersikap pemaaf/pengampun. Berbuat kebaikan itu melayani Tuhan.”

 

Cara lain kita melayani Tuhan dan sesama, tambah Pdt. Marihot Siringoringo adalah, dengan:

– Memberikan persembahan dan perpuluhan kepada Tuhan.Uang dari persembahan/perpuluhan digunakan untuk membangun dan memajukan Kerajaan Allah di dunia ini. Memberikan persembahan untuk pekerjaan Tuhan itu juga cara untuk melayani Tuhan, seperti untuk membantu orang-orang yang lapar, haus, telanjang, sakit, dan miskin.

 

– Kita aktif menjadi sukarelawan di tengah-tengah komunitas dalam pelbagai kegiatan, seperti donasi darah, bersihkan got dan jalan-jalan

Baca juga  Pdt. Bernard TP Siagian, M.Th, Calon Sekjen HKBP 2016-2020: Pimpinan HKBP Kedepan Harus Berani Tegakkan Disiplin Mutasi Pendeta

 

– Mengunjungi ke rumah teman untuk memperhatikan orang lain dan memberikan dukungan juga suatu bentuk pelayanan.

 

– Dengan mendonasikan baju/pakaian dan barang-barang yang lain.

 

– Kristus sangat mengasihi anak-anak. Karena itu kita juga harus mengasihi dan melayani anak-anak. Kita bisa melayani Tuhan lewat melayani anak-anak. Anak-anak dan remaja perlu kasih dan perhatian kita.

 

– Dengan memberi penghiburan dan semangat kepada orang-orang yang berduka juga suatu bentuk pelayanan.”

 

Pungkas Pdt. Marihot Siringoringo lagi,”Kita melayani bukan agar kita mendapat perhatian atau kemuliaan. Kita melayani itu agar Tuhan dipermuliakan.

 

Karena itu, kita harus melayani Tuhan dengan penuh gembira (Maz 100:2). Kita harus bekerja keras untuk melayani Tuhan. Hati kita harus menyala-nyala untuk menyenangkan hati Tuhan, melakukan kehendak Tuhan dan memuliakan Tuhan dalam semua aspek kehidupan kita.

 

Layanilah Tuhan dengan merendahkan hati kita. Kuasa transformasi Kristus terpancar dari kehidupan orang-orang yang telah membuang egoismenya. Melayani Kristus berarti kita sedang tidak melayani diri kita sendiri.

 

Karena itu dalam melayani Tuhan itu tidak ada istilah pensiun. Kita bisa pensiun dari pekerjaan kita, tetapi kita pernah pensiun dari melayani Tuhan. Karena kita dipanggil untuk mengasihi Tuhan. Sediakanlah waktu untuk Tuhan. Kita diciptakan untuk kemuliaan Tuhan dan untuk memuliakan Tuhan.

 

Hadir dalam pentahbisan tersebut antara lain Pdt.Dr. Jerry Rumahlatu (Ketum DPP PCPI), Hotben Lingga,  Pdt. Misterlian Tomana (Ketua Umum Sinode GSI), para pengurus Sinode GSI dan jemaat GSI setempat. (Hotben Lingga)