Mengapa Mesti Jokowi?

0
12

Oleh: Eduardus Benedictus Sihaloho, S.Ag

 

Mengapa mesti Jokowi, yang getol menggelorakan dan mengonsolidasikan kebhinekaan masyarakat kita? Karena kita memang sebagai bangsa memiliki keberagaman suku, adat-istiadat, bahasa, agama, dan kearifan lokal lain. Ini menjadi kekayaan Negara kita. Perbedaan bukan aib, tetapi kekayaan yang menjadi rahmat.

 

Mengapa mesti Jokowi,  pemimpin Negara kita yang disegani di dunia? Karena dia aktif membangun peradaban dunia terutama memberi perhatian bagi bangsa atau suku bangsa dunia yang terzalimi, lihatlah seperti Palestina dan Rohingya.

 

Mengapa mesti Jokowi, yang concern memperjuangkan Palestina sebagai Negara? Bahkan sejak kampanye pemilihan presiden saat dia menjadi calon presiden telah bersuara lantang, supaya Palestina harus didukung dan diperjuangkan menjadi Negara otonom.

 

Mengapa mesti Jokowi, Pemimpin Negara Asia yang pertama yang mengunjungi pengungsi Rohingya? Ini menjadi bukti bahwa kepemimpinan dan keberpihakannya kepada yang menderita dan termarginalkan sungguh nyata dan bukan hanya bahasa retorika semata.

 

Mengapa mesti Jokowi, Yang dituduh pencitraan oleh seorang tokoh politik nasional? Padahal Jokowi memerintahkan untuk mengirimkan bantuan kamanusiaan kepada warga Rohingya. Daripada hanya bahasa diplomasi kan lebih baik aksi nyata untuk membantu orang-orang yang lagi menderita dan kesusahan.

 

Mengapa mesti Jokowi, Yang diserang oleh mantan komisioner Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) yang berasal dari Papua, yang mengatakan bahwa Jokowi tidak ada berbuat apa-apa di Papua selama dia memerintah Negara ini? Padahal begitu banyak hasil pembangunan yang nyata di wilayah Papua.

 

Mengapa mesti Jokowi, Yang dituduh oleh seorang tokoh bangsa yang memecah belah bangsa? Dimana letaknya Jokowi memecah belah bangsa. Justru kami melihat bahwa Jokowi merangkul seluruh anak bangsa untuk menghargai kebhinekaan bangsa kita. Kalau mau menuduh Pak, tunjukkan bukti konkretlah, jangan hanya menuduh tak ada bukti nanti jadi fitnah.

 

Mengapa mesti Jokowi, yang selalu dikritik habis-habisan oleh wakil ketua umum salah satu partai, juga wakil ketua DPR RI, yang pernah juga menjadi Pelaksana Tugas Ketua DPR RI? Seolah tidak ada yang baik dan positif yang dilakukan oleh Presiden. Pernyataannya selalu tendensius untuk menjatuhkan kredibilitas Sang Presiden.

 

Mengapa mesti Jokowi, yang selalu dipersalahkan oleh wakil ketua DPR RI, yang pernah dipecat oleh partainya itu? Padahal apa yang dia perbuat juga belum tentu menjadi contoh yang baik bagi masyarakat. Walaupun pekerjaannya berkecimpung di dunia politik, tapi jangan semua persoalan dan masalah yang dibicarakan selalu dipolitisir. Mestinya cara bicaranya menunjukkan cara seorang negarawan yang mendidik masyarakat cara berpolitik yang elegan, jangan melihat hal yang negatif saja.

 

Mengapa mesti Jokowi, yang dituduh keturunan PKI? Ada dasar Anda menyebut Jokowi keturunan PKI? Kalau Anda menuding orangtuanya masuk organisasi PKI, apa bukti-bukti yang Anda tunjukkan sehingga kesimpulan semacam itu langsung terpatri kepada Bapak Jokowi.

 

Mengapa mesti Jokowi, Yang mampu merampungkan jalan Tol Becakayu, padahal sudah Sembilan belas tahun sejak mulai dibangun tak selesai juga? Apakah petinggi-petinggi sebelumnya tidak bekerja. Kami yakin mereka bekerja, tapi kurang serius dan cepat memutuskan kebijakan.

 

Mengapa mesti Jokowi, Yang mampu menyelesaikan pembangunan jalan tol Surabaya-Mojokerto yang sudah mangkrak selama 23 tahun? Padahal selama ini sudah berapa presiden yang sudah memimpin Negara kita, tapi tak mampu juga menyelesaikannya? Ada yang memimpin beberapa tahun dan ada juga yang memimpin dua periode. Kuncinya bukan terletak pada berapa lamanya, tetapi kesediaannya untuk membangun Negara.

 

Mengapa mesti Jokowi, Yang mampu menyelesaikan persoalan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Lombok yang mangkrak selama 29 tahun? Persoalannya hanya soal pembebasan lahan untuk pembangunan kawasan wisata tersebut. Pejabat yang berwewenang untuk menyelesaikan masalah sama juga dengan masa-masa pejabat sebelumnya. Namun hanya Pak Jokowi saja yang berani dan mampu menyelesaikannya.

 

Mengapa mesti Jokowi, Yang mampu membangun Tol pertama di Sumatera Selatan, padahal sudah sejak zaman Belanda jalan tol itu diharapkan? Karena dia memang konsisten dalam bekerja dan sangat memperhatikan kebutuhan rakyatnya dari berbagai penjuru wilayah negeri.

 

Mengapa mesti Jokowi, yang bisa membangun jalan tol pertama di Provinsi Lampung? Padahal Lampung adalah salah satu jalur terpenting dalam jalan trans Sumatera. Mobilitas orang dan barang makin cepat dan efisien dari Jawa ke Sumatera, sehingga mempercepat pengiriman komoditas dari dan ke Sumatera.

 

Mengapa mesti saat Jokowi sebagai Presiden, Yang mampu dan mau membangun jalan tol melebihi jumlah kilometer yang pernah dibangun presiden-presiden sebelumnya? Dia selalu menyatakan bahwa pembangunan jalan tol semakin mempersingkat waktu mobilitas barang dan orang. Bukan itu saja, bahwa biaya mobilitas barang dan orang pun akan semakin dihemat.

 

Mengapa mesti Jokowi, Yang berani membuat harga (BBM) Bahan Bakar Minyak sama di Papua dengan di Jawa? Apakah dia tidak memperhitungkan kerugian Negara dengan kebijakan itu? Tentu sangat diperhatikan. Tapi hal ini bukan soal kerugian Negara, tapi bagaimana memperlakukan warga Negara sama di seluruh penjuru negeri.

 

Mengapa mesti Jokowi, Yang menerapkan keharusan mengurus sertifikat tanah dan membagi-bagikannya kepada warga kita? Padahal sudah sejak ada Negara kita ini memiliki namanya Badan Pertanahan Nasional. Sebab setiap kali beliau turun ke tengah masyarakat, keluhan warga, laporan masyarakat begitu pula penjelasan kepala daerah, terlalu banyak sengketa-sengketa yang berkaitan dengan tanah. Ada antara warga dengan warga, ada antara warga masyarakat dengan korporasi, ada antara warga masyarakat dengan pemerintah, ada antara pemerintah dengan korporasi. Semestinya kalau mereka memiliki legalitas kepemilikan tanah, maka sengketa-sengketa itu bisa dihindari.

 

Mengapa mesti di zaman pemerintahan Jokowi, Menteri Kelautan dan Perikanan berani menenggelamkan kapal-kapal pencuri ikan di wilayah lautan Indonesia? Karena memang Jokowi memilih menteri yang mumpuni dan berintegritas. Ini menjadi bukti bahwa menterinya sungguh cinta kekayaan negaranya sendiri dan menjaga itu jangan sampai diambil orang-orang yang tidak berhak. Keberanian Jokowi memilih dan “mempekerjakan” menteri yang tidak pernah menduduki sekolah tinggi membuktikan kejelian dan kejeniusannya dalam memilih para pembantunya.

 

Mengapa mesti Jokowi, Yang berani “menundukkan” PT Freeport Indonesia agar memberikan kesempatan kepada Negara memiliki investasi mayoritas di perusahaan tersebut? Selama ini kenapa Negara kita seolah terpasung tak berani berbuat hal yang sama. Tentunya hal ini didukung pula oleh keberanian dan kemampuan menteri yang membidanginya melobi atas nama Negara sebagai Negara yang berdaulat.

 

Mengapa mesti Jokowi, yang mampu mengembalikan Blok Tambang Mahakam di Kalimantan Timur ke pangkuan Ibu Pertiwi di bawah naungan PT Pertamina, yang telah dikuasai pihak asing selama 50 tahun? Kita mesti mengembalikan semua usaha tambang apapun ke tangan pemerintah RI demi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

 

Mengapa mesti Jokowi, Yang membangun PBLN (Pos Batas Lintas Negara) yang megah, modern, dan bagus, sehingga “wajah terdepan” dan teras Negara kita jauh lebih mentereng dibandingkan Negara lain? Mestilah kita bangga fasilitas Negara kita lebih bagus dibandingkan Negara lain.

 

Mengapa mesti di zaman Jokowi, Dana percepatan pembangunan desa mendapat prioritas. Karena  memang pembangunan Negara kita akan berkembang dengan cepat kalau dimulai dari desa dan pinggiran. Sebab dari desalah penentu berkembangnya masyarakat kita.

 

Mengapa mesti Jokowi, Yang mau membagi-bagikan sepeda kepada warganya? Namun sekali lagi kami ingatkan jangan hanya lihat sepedanya. Sebab bisa jadi orang-orang kaya merasa bahwa jauh lebih mahal dan berharga dari sepeda Presiden bisa diberikannya kepada orang lain. Namun pesan yang mau disampaikan adalah beliau mau memberikan kenangan indah dan berharga dari Pemimpin Negara ini kepada rakyatnya. Pasti sepeda itu sangat berharga bagi warga yang menerimanya.

 

Mengapa mesti Jokowi, Yang mampu menghentikan subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang tidak tepat sasaran selama ini? Selama ini banyak orang kaya dan pejabat menikmati subsidi bahan bakar minyak, yang sebenarnya diperuntukkan bagi masyarakat umum dan berpenghasilan rendah.

 

Mengapa mesti Jokowi, di saat memerintah sebagai kepala pemerintahan teguh pendiriannya untuk membangun jalan trans Papua? Tujuannya untuk menghubungkan daerah-daerah yang terisolir dan belum adanya jalan penghubung antardaerah serta membangun koneksi antarwilayah di daerah Papua.

 

Mengapa mesti Jokowi, yang begitu getol membangun ribuan embung untuk penyediaan air demi pengairan persawahan petani (pertanian) dan peternakan? Tujuannya supaya para petani tidak mengalami kekeringan saat musim menanam tiba.

 

Mengapa mesti Jokowi, Yang membangun waduk-waduk di berbagai wilayah di Indonesia untuk pertanian dan persawahan? Waduk yang sedang dibangun jelaslah akan meringankan derita petani di saat musim kemarau tiba. Tanah pertanian dan persawahan mereka tidak akan mengalami kekeringan lagi.

 

Mengapa mesti Jokowi, Yang membangun Bandar udara baru hampir di seluruh pelosok nusantara? Pasti tujuannya tentu untuk memudahkan mobilitas orang dan mempermudah jalur transportasi yang semakin cepat. Selain itu, untuk mendukung program pengembangan destinasi wisata, yang sedang digalakkan oleh pemerintah.

 

Mengapa mesti Jokowi, Yang membangun pelabuhan-pelabuhan baru di wilayah nusantara? Karena memang wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia didominasi wilayah laut. Maka untuk menghubungkan daerah yang luas dan panjang ini perlu membangun pelabuhan yang besar dan modern, agar mobilitas orang dan barang semakin cepat dan lancar.

 

Mengapa mesti Jokowi,Yang menggerakkan dan mengoperasikan padat karya tunai di desa-desa demi pengingkatan peredaran uang di daerah? Tujuannya ialah supaya konsumsi dan daya beli masyarakat kecil di desa bisa lebih meningkat.

 

Tanjungbalai (Sumatera Utara), 15 Februari 2018