Pdt. Bernalto, D.Th: Gereja Harus Lebih Pro-Aktif dan Lebih Kreatif Memberdayakan Pemuda-pemuda Kristen Menjadi Pengusaha-pengusaha

0
97

 

Jakarta, Gramediapost.com

“Dalam era globalisasi yang penuh kompetisi sekarang ini, Gereja harus turut bertanggungjawab pada masa depan generasi muda khususnya generasi muda Kristen, khususnya lagi pada anak-anak muda Kristen yang masih di sekolah dan mahasiswa, dalam mendapatkan kehidupan yang baik. Saat ini dengan semakin meningkatnya jumlah angkatan kerja  yang tidak sebanding dengan jumlah serapan di lapangan pekerjaan yang ada, ditambah tingkat kompetisi yang sangat tinggi, maka Gereja dan organisasi Kristen harus lebih pro aktif dan lebih kreatif terlibat dalam pemberdayaan pemuda-pemuda Kristen agar bisa mendapatkan pekerjaan dan peluang bisnis, agar semakin banyak pemuda Kristen yang menjadi pengusaha-pengusaha. Kita perlu banyak menyelenggarakan kegiatan pelatihan Kewirausahaan bagi Pemuda-Pelajar-Mahasiswa Kristen.

Kami akan mengadakan pelbagai program Workshop dan Pelatihan  untuk melatih para pemuda/pelajar/mahasiswa Kristen agar bisa  berbisnis sampai mahir. Program pelatihan kerja yang akan kami rancang itu untuk menjembatani para pemuda/pelajar yang ingin bergelut di bidang kewirausahaan. Setiap minggu kami akan menggelar pelatihan entrepreneurship atau kewirausahaan bagi para pemuda/pelajar dan pebisnis pemula.  Kami  juga akan memberikan pendampingan kepada pemuda/pelajar Kristen untuk belajar berbisnis hingga mahir.”demikian dikemukakan Pdt. Dr. Bernalto dalam program talk-show “Partnership In The Gospel” di RPK FM, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ungkap Pdt. Dr. Bernalto lebih lanjut, pihaknya akan menjembatani siapapun terutama pemuda Gereja/pelajar Kristen yang ingin bergelut di bidang kewirausahaan, mulai dari jenjang usia SMA hingga pebisnis pemula. Peserta training/lokakarya (workshop) akan diberikan ketrampilan yang belum pernah didapatkan di bangku sekolah seperti kerajinan, EO Management, Wedding-Management, tata-rias,  fotografi, digital marketing, Pelatihan Kuliner, dan-lain.”

“Target utama kami mulai dari anak SMA karena kami ada modul dan produknya khusus anak SMA. Kemudian Mahasiswa. Kami  menawarkan training-training dan Lokakarya untuk OSIS-OSIS SMA dan Gereja-gereja.”papar Bernalto dengan penuh antusias.

“Program pelatihan dan Workshop yang akan rutin diselenggarakan ini tidak berhenti hanya pada mencetak wirausaha muda, akan tetapi berupaya mengarahkan peserta agar tergerak menjadi theopreneur atau pengusaha yang memiliki misi transformasi ilahi dan sosial. Dengan sambil menanamkan nilai-nilai dan etika bisnis Kristen yang Alkitabiah.”tegasnya lagi.

“Kami telah menjalin kerja sama dengan sejumlah sponsor yang bergerak di bidang fotografi, make-up wedding, videografi, desain, life style, kuliner, hobi dan beberapa lembaga pelatihan,”ungkap Pdt. Bernalto.

Para  sponsor tersebut, tegas dia, diberikan kesempatan untuk memberikan ilmu bisnis kepada para peserta pelatihan dan workshop. Workshop tersebut digelar secara rutin sepekan sekali karena bekerjasama dengan sponsor untuk menyelenggarakan secara berkelanjutan.

Kami tidak sekedar memberikan pelatihan dan Workshop saja, namun akan berusaha mencarikan sponsor dan mitra kerja serta pendampingan agar peserta mampu berwirausaha sampai mampu produktif.

Keunggulan dari program-program Pelatihan dan Workshop yang kami rancang adalah kami akan banyak mengajarkan tentang kecerdasan finansial dasar. Saat ini, kita sebenarnya jauh lebih penting memiliki kecerdasan finansial yang otentik, biblikal dan bagus, dibandingkan memiliki ilmu mencari uang yang bagus. Fakta di dunia menunjukkan, orang yang memiliki kemampuan mencari uang yang sangat bagus pun pada akhirnya kalah jauh dengan mereka yang cerdas finansial atau pandai mengelola uang. Kita harus mendidik pemuda-pemuda kita agar terampil mencari uang yang prima dan sekaligus memiliki kecerdasan finansial yang prima pula.”ungkap pendeta yang meraih gelar Doktor Teologia dari Amerika Serikat ini.

Untuk mencapai visi-misi Pelatihan dan Lokakarya tersebut, kita perlu kemitraan dan dukungan dari Gereja-gereja dan organisasi serta pengusaha-pengusaha. Kita perlu “Partnership in the Gospel”. Kita perlu kerjasama dan dukungan dari sekolah-sekolah dan keluarga siswa. Sehingga banyak pelajar-pelajar dan pemuda Gereja yang bercita-cita serta mampu menjadi pengusaha yang penuh integritas, berdedikasi dan berhati dermawan bagi gereja dan masyarakat.”Simpul Pdt. Dr. Bernalto.