Ulama Besar Islam, Al-Habib Umar Bin Hafidz: Peran Pengusaha Islam Dalam Menjaga Stabilitas Negara dan Keutuhan Serta Kerukunan Umat Beragama Sangat Vital

0
19

 

Jakarta, Gramediapost.com.

16 Oktober 2017 –

 

Menggalang persatuan dan kesatuan di Negara dengan beragam kultur dan kepercayaan sangat dibutuhkan kerukunan yang terjalin diantara masyarakat yang majemuk ini. Bukan hanya untuk membangun sebuah peradaban yang baik tetapi juga menciptakan nilai-nilai positif dalam tatanan hidup bermasyarakat.

Salah satu parameter kemajuan bangsa dapat dilihat dari tingkat perekonomian bangsa tersebut, dimana pengusaha memiliki peranan vital tidak pada perekonomian bangsa, tetapi juga memiliki andil yang besar dalam mempengaruhi kebijakan pemerintah serta menjaga kerukunan antar umat beragama di masyarakat.

Indonesia saat ini dengan atau tanpa disadari sedang terjadi sebuah pergolakan, yang tidak lagi dilakukan dibawah tanah namun pergolakan tersebut sudah dapat dilihat dengan sangat mudah melalui postingan media-media sosial.

Benturan kepentingan antar para elit yang terjadi saat ini, tidak lagi dapat dianggap sebagai kebebasan demokrasi, tetapi sudah menjurus menggunakan demokrasi sebagai alat dan tameng untuk mencapai suatu tujuan masing-masing kelompok elit dengan segala kepentingannya yang berpotensi menciptakan ketidakstabilan situasi serta merusak budaya bangsa Indonesia yang terkenal sebagai bangsa yang ramah, gemar bergotong royong mengedepankan musyawarah untuk mufakat serta penuh dengan tolerenasi.

Pengusaha lebih sering yang berdiri berdampingan atau terkadang berada dibelakang para elit, sehingga peranan pengusaha  tidak dapat dipandang sebelah mata dan memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga keutuhan berbangsa dan bernegara. Dengan kata lain, pengusaha memegang peranan vital untuk menjaga stabilitas dan kerukunan bangsa serta memelihara nilai-nilai dasar budaya bangsa Indonesia yang ramah, bergotong royong dan memiliki rasa toleransi yang besar.

Habib Umar bin  Muhammad bin Hafidz seorang Ulama Besar yang merupakan keturunan Rasulullah SAW yang juga merupakan salah seorang Guru Besar dan Pendiri Darul Mustofa Hadramaut Tarim Yaman dimana murid-murid beliau tersebar diseluruh dunia termasuk Indonesia sangat mengedepankan arti perdamaian dan kerukunan. Kecintaan beliau pada Indonesia tidak perlu dipertanyakan lagi dimana hampir setiap tahun Beliau datang ke Indonesia berdakwah menyampaikan pesan damai yang diajarkan Islam dan berkumpul dengan para muridnya untuk memberi nasihat baik kepada murid-muridnya Alumni Darul Mustofa Hadramaut di Indonesia maupun murid beliau yang berada di luar Indonesia yang berkesempatan datang ke Indonesia hanya untuk mendengarkan nasehat dari Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz.

Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz tidak menginginkan Bangsa Indonesia terpecah seperti yang tengah terjadi beberapa negara di Timur Tengah Indonesia termasuk Yaman. Kerisauan beliau akan Indonesia membuat beliau mau meluangkan waktu ditengah padatnya agenda dakwah beliau untuk bisa bertatap muka dengan para pengusaha Indonesia guna berbagi cerita dan menyampaikan pesan damai Islam agar para pengusaha yang memiliki andil yang sangat besar bisa mengedepankan sinergitas dan rasa kebersamaan antar sesama pengusaha demi menjaga stabilitas dan kerukunan bangsa.

Majelis Al-Muwasholah selaku steering Commite (SC) bekerja sama dengan Yayasan Majna’ Insan Madani sebagai Organizing Commite (OC) mengadakan kegiatan dengan mengambil tema “Peran Pengusaha Dalam Menjaga Stabilitas Negara Serta Keutuhan dan Kerukunan Umat Beragama” yang bertempat di Crowne Hotel Plaza pada Senin, 16 Oktober 2017.

Dengan diselenggarakannya kegiatan ini, yang menempatkan Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz sebagai Nara Sumber, diharapkan dapat memberikan informasi, keindahan Islam dalam memaknai perbedaan, serta pesan junjungan kita Nabi Muhammad SAW kepada para Pengusaha Indonesia dengan harapan para pengusaha dapat mengambil peran yang lebih besar lagi dalam menciptakan masyarakat Indonesia yang beradab, damai dan menjaga kerukunan dan keutuhan berbangsa dan bernegara.