Perlindungan Tuhan Atas Pelaku-Pelaku Firman-Nya

0
36

Oleh: Pdt. Pinehas Djendjengi

Wahyu 3:7-13
(7) “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka. (8) Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku. (9) Lihatlah, beberapa orang dari jemaah Iblis, yaitu mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkan berdusta, akan Kuserahkan kepadamu. Sesungguhnya Aku akan menyuruh mereka datang dan tersungkur di depan kakimu dan mengaku, bahwa Aku mengasihi engkau. (10) Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi. (11) Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorang pun mengambil mahkotamu. (12) Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru. (13) Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.”

Jean Jacques Rousseau adalah penulis terbesar dan berpengaruh sepanjang sejarah. Sekali waktu orang bertanya kepada, “Dari mana Anda mendapat pendidikan?” Jawab Rousseau, “Saya telah belajar banyak di sekolah. Tetapi sekolah yang paling lama saya datangi adalah sekolah penderitaan dan kegagalan.”

Baca juga  KESUCIAN HIDUP BERPUSAT DIHATI BUKAN DI KITAB

Penderitaan, kegagalaan dan cobaan banyak gunanya. Meski ada orang yang protes kepada Tuhan, tetapi kadang-kadang Dia membiarkannya terjadi. Ketika kita berjuang mengatasinya, tanpa kita sadari, jiwa dan spiritualitas kita ditempa. Kesulitan dan penderitaan akhirnya membuktikan orang macam apa sebenarnya kita.

Setelah dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, Yesus dicobai di padang gurun. Ia menghadapi pencobaan itu dengan Roh Kudus, sehingga Ia beroleh kemenangan. Proses pencobaan itu membuat Yesus semakin matang dan mantap dalam menjalankan pelayanan-Nya. Ia lebih kuat dan tahan banting. Pencobaan tidaklah berakhir, malah makin meningkat. Bentuknya makin tinggi dan canggih. Tapi pada saat yang sama tingkat spiritualitas Yesus bertumbuh ke arah yang lebih tinggi lagi. Kekuatan hati dan jiwa-Nya melampaui kemampuan penggoda-penggoda.

Harus kita akui bahwa godaan terhadap Yesus adalah tipe godaan kelas tinggi. Isi godaannya bukanlah selera kedagingan yang rendah, tetapi menyangkut masalah pelik, dalam, dan mengandung jebakan tersembunyi. Begitulah, kalau tingkat spiritualitas makin tinggi, kelas godaan pun makin canggih. Kadang datang tanpa kita sadari. Berapa banyak tokoh-tokoh spiritualitas yang jatuh ketika dia lagi “naik daun”? Mereka jatuh oleh godaan yang sangat halus dan tersembunyi.

Makin hari makin serius cara kerja si penggoda. Tapi jika kita ulet dan tekun dalam iman dan kesiapan menghadapi semua bentuk godaan dan penderitaan, kita akan mampu menapaki dataran-dataran kehidupan yang lebih tinggi di mana semua godaan itu tidak akan menggapai dan menaklukkan kita lagi. Hanya ketekunan dan keuletan yang memampukan kita melawan semua hal yang dapat “menjatuhkan”dan “merontokkan” iman kita.
Dalam ayat 10, perikop hari ini, semakin jelas lagi ketahanan kita dalam menghadapi godaan. Dikatakan di sana, “Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.” Tuhan menyelamatkan orang-orang yang setia kepada-Nya. Mereka akan beroleh perlindungan-Nya.

Baca juga  Tuhan Memberi Hikmat

Memang, makin teguh dalam iman, makin tinggi pencobaan yang dialami. Tapi, lihatlah, tangan Tuhan akan selalu menopang kita. Ia tidak akan meninggalkan kita dalam setiap langkah kehidupan kita. Jika kita tetap beriman kepada-Nya, Iblis dan segala godaannnya tidak dapat menaklukkan kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here